Luar Biasa, Papua Juara II Parade Lagu Daerah se Indonesia

Iven Parade Lagu Daerah Gita Permata Nusantara yang di langsungkan di Sasana Lagen Budoyo Nusantara Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (9/12) menjadi ajang seniman Papua khususnya dunia tarik suara menunjukan kebolehan kepada masyarakat luas.

Meski dalam pagelaran parade lagu daerah Gita Pertama Nusantara ini, Papua merupakan pendatang baru  dalam iven tahunan ini, namun para seniman asal Papua tak patah arang. Mereka bahkan menunjukan bakat-bakat yang tersimpan dan tampil dengan baik di ajang tersebut.

Hasilnya sangat luar biasa. Seniman Papua dapat meraih Juara II Umum se Indonesia. “Papua mendapat piala terbanyak. Bahkan kami hampir juara umum, tapi kita hanya kurang satu poin dengan Jakarta,” ujar salah satu seniman Papua, Enis Kogoya yang turut dalam iven Parade Lagu Daerah itu.

Papua mendapatkan aransemen musik terbaik, juara I pencipta lagu unggulan, pentas musik unggulan, penyanyi unggulan, penyanyi terbaik. Untuk ukuran pendatang baru dalam parade lagu budaya ini merupakan hal  yang luar biasa.

Syair yang dibawakan adalah bahasa Lanny dan Biak Numfor dengan judul lagu “Niniki Lambunik”.  “Intinya entah itu ko dari Papua Gunung, Papua Lembah dan Pantai kita (adalah) satu (Papua,red). Kami berkolaborasi sehingga kami juara dua se Indonesia,” ujarnya Anis.

Para seniman ini dapat mengharumkan nama Papua di kanca nasional, bahkan mencatatkan sejarah bahwa Papua bukan hanya gudangnya atlet sepak bola saja, namun bidang lain seperti dunia tarik suara pun tak kalah bagusnya dengan seniman musik di daerah lain. “Kita Papua merupakan gudang seni jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia,” katanya.

Selain catatan yang membanggakan yang ditorehkan seniman asal Papua ini,  ada harapan dari para seniman musik Papua yang patut menjadi perhatian pemerintah.  Mereka berpesan kepada pemerintah Papua, dan kabupaten kota agar dapat memberikan perhatian untuk pengembangan seni musik, atau dunia tarik suara ini.

“Pemerintah jangan menjadikan budaya dan seni sebagai kegiatan musiman, namun harus benar-benar ditanamkan dalam kehidupan masyarakat sebab seni dan budaya merupakan identitas yang tak akan pernah lepas dari masyarakat Papua. Seni ini yang menjadi indentitas dan jati diri kita,” imbuh Anis.(admin)

Tinggalkan Balasan