Papeda dan Ikan Kuah Kuning

PAPEDA – Makanan khas Papua ini sudah tidak asing di telingga anda bukan? Ya, Pepeda adalah makanan pokok orang Papua ( dan Melanesia pada umumnya) yang sudah diwariskan turun temurun.

Makan ini berwarna putih bening atau kecoklatan  (tergantung jenis sagunya) berteksturnya seperti agar-agar dan mempunyai rasa yang tawar, sehingga untuk makan Papeda perlu ditemani lauk ikan, daging dan sayuran.

Papeda merupakan makanan yang dibuat dari bahan dasar sagu. Cara pembuatannya cukup sederhana. Tepung sagu basah atau tepung sagu yang sudah dicairkan diseduh air panas mendidih, diaduk pelan hingga mengental, jadilah Papeda.

Bagaimana cara makannya? Untuk mengambil papeda dari wadah, dapat menggunakan garpu atau sumpit. Sedangkan untuk memakannya, cukup memakai senduk.

Makan Papeda tak lengkap tanpa Ikan kuah kuning dan sayur cah kangkung bunga pepaya. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan kakap, ekor kuning, bubara, tenggiri, tongkol dan ikan gabus.

Papeda -Ikan Kuah Kuning – Kangkung Bunga Pepaya – Sambal (Creditphoto: saturesep.com)

Ikan kuah kuning dengan beraneka bumbu (kunyit, jahe, lengkuas, sereh,  daun kemangi, daun salam,daun jeruk, dll) menciptakan aroma yang harum dan rasa yang menggoda selera. Jika kurang pedas, anda bisa menambahkan sambal di kuah ikan atau untuk memperoleh rasa asam alami, tambahan saja perasan jeruk Limau.  Pastinya setelah makan, anda  basah karena keringat. Makan Papeda cocoknya saat Papeda masih hangat. Sajian ini merupakan paduan Kuliner khas Papua yang wajib anda coba.

Satu porsi Papeda dapat dinikmati sekaligus 2-5 orang. Harga satu porsi Papua  Papeda bersama Ikan kuah Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Di Jayapura dan di beberapa ibu Kota Kabupaten, anda bisa mendapatkan sajian Paket Papeda di restoran atau rumah-rumah makan. Bahkan di beberapa Hotel berbintang di  Jayapura, menu Papeda juga sudah tersedia dan anda memesannya kapan saja anda mau.

Jika ingin merasakan sensasi makan Papeda dengan cara tradisional, anda bisa datang ke kampung-kampung di Papua,  dan memesannya dan makan bersama warga kampung. Kampung-kampung di sekitar Danau Sentani-Kabupaten Jayapura misalnya, di sana Papeda dibuat dan disajikan dalam wadah dari tanah liat yang disebut tempayang,  lalu Pepeda dimakan bersama ikan gabus rebus atau ikangabus yang disaos.  Memakannya pun menggunakan garpu dari kayu, dalam bahasa Sentani disebut Hiloy.

Kuliner khas Papua ini sudah begitu populer, dan kini tidak saja menjadi makanan orang asli Papua, tetapi sudah digandrugi  orang luar Papua yang sudah lama tinggal di Papua atau yang sudah merasakan sensasi mencicipi kuliner olahan dari sagu ini.  (adminViP)

 

Tinggalkan Balasan