Partai lokal

Partai lokal di Tanah Papua bernama Partai Papua Bersatu menyambut keingingan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk memiliki partai politik lokal. Pendirian partai politik lokal ini sesuai dengan amanat undang-undang Otsus Papua 2001. Ini penting karena melalui partai politik lokal 14 kursi bisa berlangsung aman melalui pemilu partai politik lokal.

Tak heran kalau DPR Papua harus berguru ke DPR Aceh. Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan mengungkapkan Aceh dan Papua punya sejarah yang sama. Sebagai daerah yang mendapat kekhususan dari pemerintah pusat, Aceh dan Papua bisa melakukan gebrakan lebih maju dari provinsi lain.

Pasalnya dengan adanya partai poltik lokal aspirasi masyarakat Papua bisa langsung ditindak lanjuti oleh wakil rakyatnya. Apalagi tanah Papua secara historis sejak jaman penjajahan Belanda sudah pernah memiliki delapan partai politik lokal. Bahkan melakukan kampanye politik guna meloloskan anggota dewan Nieuw Guinea Belanda.

Kini semua proses lahirnya partai politik lokal Papua tinggal menunggu respon Kemendagri untuk Perdasus Partai politik lokal. Meski tantangan untuk mendirikan partai politik lokal tak segampang membalik telapak tangan, tapi upaya melahirkan Perdasus Partai Politik lokal harus mendapat dukungan semua pihak terutama masyarakat asli Papua.

Seandainya Kemendagri memberikan dukungan dengan menerbitkan Perdasus, maka ini merupakan langkah maju dalam proses demokrasi di Tanah Papua. Pasalnya kebijakan parpol lokal akan memberikan ruang bagi proses demokrasi dalam meraih 14 kursi di DPR Papua.(*)

(DAM)

Tulisan dengan judul “Partai Lokal” adalah editorial di Koran Jubi Edisi 3 Januari 2017. Editorial ini kembali dipublis oleh Redaksi Tiruupapua.com atas kesepakatan pimpinana Redaksi Tabloid Jubi dan Koran Jubi.

Tinggalkan Balasan