Pizza Original Ulat Sagu

APA yang anda pikirkan saat mendengar kata pizza? Yang terbayang tentu sebuah roti dengan taburan bumbu khas negeri Italia dengan topping Papperoni, Sosis, Daging Sapi, mungkin jamur atau bahkan Nanas.  Namun di Papua, ada Pizza yang unik, toping Pizza bukan sosis atau daging, tetapi Ulat Sagu. Anda tidak perlu khawatir, Ulat Sagu disini bukan bahan makanan yang terlalu berbahaya., sebab

Ulat sagu merupakan salah satu  makan yang cukup diminati oleh sebagian orang Papua, terutama masyarakat Papua yang mengkonsumsi Sagu sebagai makanan pokok. Dari pohon sagu yang telah diambil sarinya itulah ulat sagu diperoleh.

Untuk pengelolaannya juga  tidak begitu rumit sebagian masyarakat mengolah ulat sagu ini dengan cara dibakar ( di buat seperti sate), ditumis, dicampur sagu bakar, tetapi ada juga yang langsung dikonsumsi mentah tanpa proses dimasak terlebih dahulu.

Proses pembuatan Pizza Original Ulat Sagu (photo: admin)

Pizza ulat sagu sendiri belum terlalu tersohor di Papua, namun sudah mulai diperkenalkan dan cukup diminati.

Di pertengahan 2017,  Murid-murid SMA Megeri 3 Jayapura berrhasil menjadi juara 3 Nasional pada Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2017 atas sajian Pizza Ulat Sagu yang mereka tampilkan. Capaian ini sekaligus  membuktikannya, Pizza dengan topping Ulat Sagu menjadi sajian istimewah.

Untuk pembuatan Pizza Ulat Sagu itu sendiri, sama dengan cara membuat pizza pada umumnya. Adonan kulit pizza terbuat dari bahan tepung terigu, pengembang roti, air, minyak goreng dan garam. Setelah adonan mengembang, diolesi saos dan untuk taburan di atas Pizza, bisa beraneka variasi sesuai selera, seperti taburan bulir jagung rebus, nanas, bawang Bombay yang sudah digoreng, dan juga taburan parutan keju, terakhir ditaburi Ulat Sagu lalu dimasak hingga matang. Ulat yang ditaburi bukan ulat mentah, tetapi sudah melalui proses pemisahan kepala dan tubuh ulat, dicuci, dan disangrai terlebih dahulu dengan bawang putih agar mengurangi kadar lemak dan membersihkan ulat dari bulu-bulu halus.

Rasanya? Enak dan gurih!

Bagi Anda yang tertarik dengan kuliner ini, anda harus memesannya terlebih dahulu. Siswa-siswa SMA N 3 Buper Waena, Jayapura siap menyajikan Pizza Ulat sagu untuk anda yang penasaran. Satu Porsi Pizza Ulat Sagu dijual 100-200 Ribu.

Sekadar  diketahui, Ulat Sagu yang dikonsumsi banyak masyarakat Papua ternyata mengandung protein yang tinggi. Paling tidak, itulah hasil penelitian yang dilakukan Mike Juneth Christin Toam, siswi SMA N 3 Jayapura  yang mengantarkan dirinya meraih medali perunggu dalam lomba penelitian ilmiah tingkat dunia di belanda, Tahun 2012. Hasil peneliiannya selama satu bulan di laboratorium Surya Institute di Jakarta, berkesimpulan bahwa ulat sagu mengandung protein yang cukup tinggi. Bahkan kandungan protein itu melebihi yang ada di telur Ayam. Selain protein, ulat sagu juga mengandung lemak dan mineral. Kandungan protein di tubuh ulat sagu berwarna putih kekuningan itu  sekitar 17 persen. Sedangkan kandungan protein dalam sebutir telur ayam berkisar 13 persen.(Admin ViP)

 

 

Tinggalkan Balasan