Kurangi ASN Pemalas, Wabup Keerom Wacanakan Tunjangan Kinerja Dibayar Mingguan

Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum, SH. MH saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (21/1/2018). (Foto : Alfred Kaempe/ Lingkar Papua)

  LINGKARPAPUA.COM, KEEROM–  Apabila sebelumnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Keerom menerima pembayaran Tunjangan Kinerja setiap tiga bulan sekali, sehingga seringkali tidak ada perbedaan nominal yang diterima antara ASN yang rajin dengan ASN yang malas masuk kantor, karena proses rekapitulasi absensi dilakukan per tiga bulan, maka mulai bulan Februari 2018, Pemda Keerom berencana membayar tunjangan kinerja ASN seminggu sekali. “Bagian Hukum coba telaah aspek regulasinya, kalau di mungkinkan dengan Peraturan Bupati, di buat, agar kita sebagai ASN yang malas masuk kantor makin rajin, dan yang selama ini sudah rajin juga merasakan keadilan, karena selama ini prakteknya antara yang rajin dan malas sama – sama terima jumlah yang sama, jadi akan kita tertibkan, dan salah satunya pembayaran Tunjangan Kinerja di bayar per minggu, biar langsung kelihatan mana yang rajin dan mana yang suka bolos”, kata Muh. Markum, SH, MH saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemda Keerom, Senin (21/1/2018) kemarin. Menurut Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, langkah tersebut ditempuh karena menilai sejauh ini kinerja ASN Pemda Keerom masih jauh dari harapan. Dari analisisnya karena pemberian kinerja yang dulunya setiap triwulan sekali, kerap terjadi kecolongan. Dimana antara ASN yang rajin masuk kerja dan ASN yang malas masuk kerja bisa menerima total kinerja yang sama. Hal itu disebabkan rekapan pelaporan pembayaran kinerja berdasarkan kehadiran ASN, baru dilakukan setiap tiga bulan sekali yang menurutnya rentan sekali terjadi permainan. “Kalau sudah dilakukan (pembayaran) seminggu sekali disitu akan kelihatan mana yang malas dan mana yang rajin,” ujar Wakil Bupati Keerom saat memimpin apel pagi dilingkungan Pemda Keerom Senin 22 Januari 2018. Wakil Bupati menegaskan, Pemda Keerom hanya akan membayar uang kinerja ASN berdasarkan kehadiran dan kinerja, untuk itu bagi ASN yang masih dipertahankan perilaku indisipliner dihimbau untuk segera berubah. “bagi aparatur Pemda Kabupaten Keerom yang tidak hadir atau tidak melaksanakan tugas sebagai abdi negara tidak diberikan uang kinerja, karena dianggap memboroskan uang negara. Yang hadir saja yang diberikan uang kinerja,” ungkap Markum dengan nada tegas. Wakil Bupati Keerom juga menegaskan bahwasanya bila ada ASN yang tidak menerima dan melawan akan berurusan dengan hukum. “kebijakan ini saya akan coba dan saya akan kembali ke masing- masing aparatur pemerintah di Kabupaten Keerom, yang malas kita bayarkan uang kinerja sesuai tingkat kehadiran”, kata Markum mengingatkan agar ASN meningkatkan kinerjanya jika ingin memperoleh tambahan dari uang kinerja. Untuk landasan hukum pembayaran kinerja setiap minggu, Wakil Bupati memerintahkan Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Keerom untuk melakukan telaah dan menyusun Peraturan Bupati untuk mengakomodir hal tersebut. “Selama itu baik dan tidak melanggar aturan saya kira Peraturan Bupati bisa dibuat. Tolong bagian hukum nanti proses hal ini, setidaknya ini membuat Bapak / Ibu sekalian harus masuk kantor setiap hari, jangan masuk kantornya tiga bulan sekali karena mau terima kinerja atau sebulan sekali karena mau terima gaji”, kata Wakil Bupati Keerom lagi. (***) Reporter        : Alfred Kaempe Editor             : Walhamri Wahid The post Kurangi ASN Pemalas, Wabup Keerom Wacanakan Tunjangan Kinerja Dibayar Mingguan appeared first on lingkarpapua.com.

Tinggalkan Balasan