Sambut PON XX, SMPN 7 Mimika Buat Ekstrakurikuler Olahraga

Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Mimika, Anton Karu 
SAPA (TIMIKA) – Kepala  Sekolah Menengah Pertama Negeri  (SMPN) 7 Mimika, Anton Karu mengatakan, pihaknya  akan membuat program Ekstrakurikuler (Ekskul) baru guna menunjang bakat dan kreatifitas  para siswa.  Hal tersebut sekaligus sebagai pemantapan dalam mempersiapkan siswa SMPN 7 Mimika mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 nanti.

“Kami menambah kegiatan Ekskul sekolah saat ini. Terobosan itu diambil karena ternyata para siswa di sini memiliki talenta yang beragam. Ini merupakan Ekskul yang sedang diselaraskan dengan pelajaran akademik siswa, sambil menyambut PON XX nanti,” katanya kepada Salam Papua, Jumat (26/1).

Adapun Ekskul yang ditambah, menurut Anton, adalah di bidang olahraga terdiri dari atletik dan beladiri, serta di bidang seni yang terdiri dari vocal group dan drumband.
“Kemarin hanya ada Voli, Bulutangkis, PMR (Palang Merah Remaja, red). Untuk Gudep Pramuka, kami akan mengaktifkannya kembali,” ujar Anton.

Di sisi lain, SMPN 7 Mimika nantinya akan melakukan penambahan ruang kelas baru (RKB), laboratorium dan perluasan perpustakaan. Menurut dia, saat ini ruang perpustakaan di sekolah tersebut tidak dapat lagi menampung banyaknya siswa yang hendak membaca di perpustakaan.

“Kami mencoba mengajukan proposal ke Pemda untuk penambahan 6 RKB. Masing-masing tingkatan kelas ada bertambah 2. Selain perpustakaan yang memiliki banyak buku, di sana ada juga kumpulan karya-karya seni siswa yang membuat ruangan itu terlihat sempit hingga hanya beberapa siswa bisa ke sana,” ujarnya.

Di samping itu, Anton juga mengungkapkan, pihaknya akan memasang jaringan internet di sekitar kawasan perpustakaan yang hanya difungsikan sebagai media pembelajaran.
“Ini agar para siswa yang tidak terlalu cepat menangkap pelajaran melalui media cetak, ini dapat melakukannya usai pelajaran berlangsung, dan tidak ada dana tambahan untuk hal ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dampak penggunaan gadget bisa dicegah dengan cara memberi himbauan kepada siswa dan menjelaskan bagaimana tata cara penggunaan media pembelajaran elektronik, agar dapat mengembangkan potensi siswa.

“Potensi anak harus terus berkembang. Media pembelajaran itu banyak. Misalnya media elektronik. Meski begitu, penggunaan hp di jam pelajaran akan dilarang. Boleh membawa, harus disimpan di loker penyimpanan barang,” katanya. (Salma) 

Tinggalkan Balasan