13.336 Warga Asmat di 224 Kampung Sudah Dapat Vaksin Campak, Ini Rencana Panglima TNI Cegah KLB Campak Muncul Kembali

Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto ketika memberikan keterangan pers usai mengunjungi Kabupaten Asmat dan mendapatkan laporan resmi terkait kinerja Satgas Kesehatan KLB Campak. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, TIMIKA– Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan 13.336 orang  yang tersebar di 224 Kampung sudah tervaksin campak.

Hal itu sebagaimana hasil laporan dan tinjau langsungnya terhadap kinerja TNI dalam hal ini, Satgas Kesehatan Kejadian Luas Biasa (KLB)  di Kabupaten Asmat, Kamis (1/2/2018) pagi.

“Saya cek di lapangan, mengecek secara langsung tugas TNI, seperti di RSUD Agats sudah tidak ada lagi pasien. Dan, Satgas bersama Pemda Asmat sudah lakukan vaksinasi terhadap 13.336 anak yang tersebar di 224 kampung, dan semua sudah selesai,” kata Hadi Tjahjanto, kepada awak media di salah satu hotel dekat dengan Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua.

Untuk selanjutnya, Jendral bintang empat ini mengatakan, Satgas berkewajiban melakukan pengawalan, pemantauan serta membantu mengawasi hingga pada  proses penyembuhan termasuk juga membuka komunikasi dengan masyarakat.

“Jadi ini juga harus dikawal, harus bangun komunikasi, dukungan transportasi sehingga jika ada mereka membutuhkan pertolongan, seperti masih ada yang sakit, dapat langsung ditangani dengan cepat. Yang pasti persoalan penyakit campak di Asmat sudah selesai. Tinggal kita memantau, sehingga operasi yang saya buka selama 270 hari akan terus dilaksanakan,” katanya menambahkan TNI juga akan melakukan pendampingan di bidang pertanian, pendidikan serta bidang lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam 270 hari kerja, Ia sudah memerintahkan kapal perang untuk merapat ke Asmat, bahkan untuk kedepannya, Panglima akan membuka komunikasi dengan Jakarta, yakni dengan memasang V-Sat dari stasiun bumi kecil milik TNI yang fungsinya bisa untuk koordinasi dengan Jakarta.

“Saya akan dorong untuk dapat dibantu Kominfo dengan BTS tenaga surya sehingga masyarakat bisa menghubungi pusat dengan alat yang ada,” kata Panglima TNI.

Soal diperbantukan kapal perang dari TNI AL di Asmat, Panglima TNI menjelaskan jika rencana tersebut ada. Yang jelas, kata Panglima, jika persoalan untuk KLB campak sudah selesai dan pasukan masih tergelar untuk mengantisipasi.

“Jika masih ada KLB,  mudah-mudahan sudah tidak ada. sehingga kemungkinan kapal atau RS Yos Soedarso dapat dikerahkan disini dalam rangka bhakti kesehatan dan sosial. karena saya lihat muara sungai mampu dilewati oleh kapal RS, kemungkinan ada, tapi dalam kerangka bhakti kesehatan atau sosial,” ujarnya.

Panglima mengaku, jika Pemkab Asmat bersama TNI bekerjasama dengan baik dalam menangani KLB campak dan gizi buruk ini.

“Saya ketemu Bupati, bahkan Bupati berterima kasih karena TNI dapat masuk ke seluruh wilayah, dengan dibantu oleh Polri, jadi sudah lihat sendiri bagaimana sinergitas TNI-Polri hingga ke wilayah. jadi kita terus bekerjasama, kita bekerja Polri mendukung”, kata Panglima Hadi Tjahjanto.

Kapuspen TNI, Mayjen (TNI) S Fadhilah menambahkan jika intinya campak sudah selesai itu berdasarkan data dan penangannya sudah masuk ke 224 kampung di Asmat.

“Memang ada beberapa kampung yang belum dapat memberikan laporan,tapi diyakini tim kesehatan sudah sampai di pos tersebut. Kemudian sudah ada 13.369 yang dilakukan vaksinasi, dan yang terkena gizi buruk sudah diatasi, akhirnya tahap awal yang dilakukan Satgas sudah selesai tinggal proses penyembuhan dan pendampingan,” jelas Kapuspen.

Dikatakan, yang dilakukan TNI adalah menambah kekuatan dokter, yang akan ditambah secara bertahap termasuk paramedis ini pada titik-titik kuat yang membutuhkan.

Selanjutnya, TNI juga memperkuat alat transportasi yang dimiliki, dimana saat ini ada 3 kapal yakni KRI, Kapal Cepat dan Kapal TNI AL yang relatif lebih kecil dari KRI,  dan tiga kapal ini untuk membantu, sebab sekalipun ada helikopter tapi masih ada titik yang sulit untuk pendaratan sehingga perlu kapal, ditambah dengan kapal kecil yang memungkin untuk dorong logistik dan membantu personil ke titik yang diperlukan.

“Akan ditambah lagi alat komunikasi, karena ada  11 lokasi yang blank spot,  diharapkan dengan radio sangat membantu minimal bisa lapor dari kampung-distrik dan selanjutnya untuk penanganan sehingga di kampung yang jauh dapat dikordinasi dan ditangani dokter secara spesifik untuk diarahkan,” jelasnya.

Untuk diketahui, Panglima TNI (Mar) Hadi Tjahjanto bersama rombongan menuju  Bandara Ewer Kabupaten Asmat pada, Kamis (1/2/2018) pagi sekitar Pukul 07.00 WIT dengan menggunakan pesawat Cassa TNI -AU.

Perjalanan dilanjutkan dengan kapal Combat TNI AL menuju Asmat. Rombongan langsung menuju ke RSUD dan melihat secara langsung pasien di lokasi tersebut. Di Kabupaten Asmat, Panglima disambut oleh Bupati bersama Kapolda Papua yang sebelumnya sudah berada di Asmat. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post 13.336 Warga Asmat di 224 Kampung Sudah Dapat Vaksin Campak, Ini Rencana Panglima TNI Cegah KLB Campak Muncul Kembali appeared first on lingkarpapua.com.

Tinggalkan Balasan