Desember 2017 Ada 7 Kasus Gizi Buruk di Puskesmas Muting, Sudah Tertangani

Salah satu Babinsa di Kodim 1707/ Merauke saat mendata kasus penyakit di salah satu Puskesmas di Kabupaten Merauke belum lama ini. (Foto : dok. Pendam XVII/Cen)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Kasus gizi buruk di Papua bukan hanya berpotensi terjadi di kawasan pedalaman dengan sarana prasarana terbatas saja, namun juga bisa terjadi di daerah pinggiran kota yang juga memiliki sarana prasarana memadai.

Seperti hasil temuan dan pendataan yang dilakukan oleh Bati Tuud Koramil 1707-04/ Muting, Kamis (1/2/2018) di Puskesmas Muting, Kabupaten Merauke, Papua, rupanya di penghujung tahun 2017 lalu, ada 7 kasus gizi buruk yang di laporkan di Puskesmas Muting.

“ada 7 kasus gizi buruk hasil pendataan kami, tetapi sudah tertangani oleh pihak Puskesmas dengan memberikan makanan tambahan berupa susu dan BMT setiap bulan pada saat pelayanan Posyandu”, kata Pelda Maksum, Bati Tuud Koramil 1707-04/ Muting, dalam release yang diterima lingkarpapua.com, dari Pendam XVII/Cenderawasih, Jumat (2/2/2018) kemarin.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus gizi buruk ataupun campak di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Merauke yang adalah wilayah kerja Kodim 1707/Merauke, para Babinsa di tugaskan untuk membantu Pemerintah Daerah dengan melakukan pendataan penyakit guna mencegah meluasnya beberapa penyakit yang berpotensi menjadi wabah.

Selain di Puskesmas Muting, pendataan juga dilakukan di Puskesmas Kimaam, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, namun dari pendataan yang dilakukan oleh Babinsa Kopda Krispiyanto, Babinsa Koramil 1707-09/Kimaam, Kamis (1/2/2018) tidak ditemukan adanya kasus gizi buruk ataupun campak di Puskesmas Kimaam.

“data yang ada di Puskesmas ini dari bulan September 2017 hingga saat ini, tidak ada kasus gizi buruk ataupun campak, penyakit yang tertinggi adalah ISPA 495 orang, Myalgia 138 orang, diare 45 orang, gastritis 51 orang, asma 18 orang, infeksi 19 orang dan penyakit kulit ada 18 orang”, kata Maris Herlina Mice, Kepala Puskesmas Kimaam kepada Babinsa seperti dalam release Pendam XVII/ Cenderawasih.

Kepala Puskesmas Kimaam menjelaskan bahwa untuk kasus campak maupun gizi buruk tidak ada di daerahnya karena selama ini program Puskesmas selalu di jalankan diantaranya dengan memberikan makanan tambahan asupan gizi kepada anak – anak yang dilakukan setiap duak kali dalam sebulan. (***)

Penulis            : Walhamri Wahid
Sumber           : Pendam XVII/Cenderawasih

The post Desember 2017 Ada 7 Kasus Gizi Buruk di Puskesmas Muting, Sudah Tertangani appeared first on .

Tinggalkan Balasan