FKUB Mimika akan Gelar Doa Bersama Untuk Pilkada Damai

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika berencana menggelar doa bersama untuk keamanan Pilkada 2018, pada 10 Februari 2018
SAPA (TIMIKA) – Untuk menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang aman dan damai, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika berencana akan menggelar doa bersama. Pelaksanaan doa bersama ini, rencananya akan dilaksanakan pada 10 Februari 2018 mendatang.

Untuk mewujudkan acara tersebut, FKUB Mimika melakukan koordinasi dengan Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jumat (2/2) lalu.

Ketua FKUB Mimika, Ignatius Adii mengatakan, pertemuan dengan Kapolres Mimika sebagai tindaklanjut dari rapat sebelumnya yang dilakukan di Kantor FKUB. Diakuinya,  pada pertemuan sebelumnya yang di hadiri pihak Polri, FKUB, Kemenag, dan Kesbangpol.

“Pertemuan dengan kepolisian ini untuk mengkoordinasikan tentang rencana pelaksanaan doa bersama yang akan dilakukan pada 10 Februari nanti. Hal ini juga untuk menyongsong pengumuman penetapan calon, agar aman dan damai,” kata Ketua FKUB saat ditemui wartawan Salam Papua di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jumat (2/2).

Dia mengatakan, pelaksanaan doa bersama ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, tetapi akan dilakukan selama pelaksanaan Pilkada berlangsung. Sehingga doa bersama akan dilakukan tiga bulan sekali.

“Untuk tempat pelaksanaan doa bersama masih dicari. Tapi untuk sementara akan menggunakan Lapangan Timika Indah,” katanya.

Lanjut Ignatius, selain doa bersama, pihaknya akan memasang beberapa baliho besar. Pada baliho akan dituliskan kata-kata yang mengajak masyarakat untuk melaksanakan Pilkada aman, damai dan sejahtera.

Dalam mewujudkan aman dan damai, pihaknya juga sudah koordinasi dengan Polres Mimika, agar menindak tegas kegiatan yang mengganggu pelaksanaan Pilkada, seperti Minuman Keras (Miras), penggunaan kendaraan yang tidak semestinya, serta perjudian.

“Semua ini dilakukan demi mewujudkan keamanan dan ketertiban di Mimika. Apalagi secara nasional Mimika masuk siaga satu kerawanan saat Pilkada. Dan persepsi itu harus dirubah, menjadi Pilkada di Mimika dilakukan dengan aman dan damai,” ujarnya.

Ia juga menghimbau, kepada semua komponen masyarakat untuk berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak hanya itu, pelaksanaan Pilkada juga dapat terlaksana dengan jujur dan adil.

Ignatius menambahkan, pada Pilkada nanti, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat selaku pemilih, jangan memilih karena uang. Tetapi pilihlah pemimpin yang terbaik menurut masing-masing warga. Karena, yang terpilih nanti akan menjaga dan menentukan Mimika selama lima tahun ke depan.

“Selain itu, kami juga mengimbau siapapun yang salah untuk ditegakkan menggunakan hukum positif bukan yang lain. Dan bukan tawar menawar. Karena kalau tawar menawar, maka semuanya akan jadi kacau,” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan menyatakan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka menciptakan Pilkada Damai di 2018. Kegiatan tersebut sudah akan berjalan dalam minggu ini.

“Iklim politik di Timika saat ini sudah mulai memanas, sehingga perlu dilakukan untuk mendinginkan suasana. Ajakan untuk Pilkada damai akan terus di suarakan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada,” ujar Indra. (Tomy)

Tinggalkan Balasan