Mayoritas Masyarakat Poumako Masih Buta Huruf


Tokoh masyarakat Suku Kamoro, Marianus Maknaipeku
SAPA (TIMIKA) – Tokoh masyarakat Suku Kamoro, Marianus Maknaipeku menyesalkan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang tidak pernah memperhatikan pembangunan di daerah Poumako. Tidak hanya pembangunan fisik, pembangunan manusianya juga tidak pernah disentuh. Hal ini mengakibatkan mayoritas masyarakat Poumako masih buta huruf.

“Kebijakan pemerintahan selama ini tidak pernah dirasakan oleh masyarakat di Poumako. Saya sangat menyesalkan hal tersebut. Masyarakat di Poumako  mayoritas masih buta huruf. Padahal sekolah, lampu sudah ada, hal itu sangat menyedihkan,” kata Marianus Maknaipeku dalam menyampaikan kata sambutannya di acara pisah sambut Kapolsek kawasan Pelabuhan Poumako, Sabtu (3/2) lalu.

Ia menyatakan, pelabuhan Poumako merupakan pintu masuk kejahatan di Timika. Masyarakat di Poumako masih ada yang menjual milo, hal ini mengakibatkan generasi penerus di Poumako sudah rusak.

“Penjualan miras ini merusak generasi berikutnya. Kami meminta ada perubahan ke depannya,” ujar Marianus.

Menurutnya, Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang begitu besar tidak pernah berhasil di Papua. Ironisnya, dana tersebut tidak pernah di rasakan masyarakat selama ini. Dana Otsus yang diperuntukkan untuk bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan masyarakat Papua, tidak pernah dirasakan masyarakat Poumako.

“Dana Otsus begitu besar tapi tidak pernah sampai pada masyarakat Poumako, Sehingga dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat di sini,” ungkapnya.

Terkait pelabuhan Poumako merupakan pintu masuknya barang ke Timika, Marianus mengatakan, lahan di Poumako ini merupakan lahan hidup. Tokoh masyarakat akan backup Kapolsek yang baru bertugas di Polsek Kawasan pelabuhan Pomako untuk melakukan setiap pemeriksaan barang bawaan warga yang masuk Timika.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan mengatakan, pelabuhan Poumako banyak yang bisa dihidupi karena adanya laut, sehingga ia meminta masyarakat, kepolisian dan komunitas menjaga keamanan di kawasan Poumako.

Menanggapi pernyataan tokoh masyarakat , Kapolres mengatakan, generasi yang ada harus sehat untuk membangun negeri ini. Apabila ada niat untuk membentuk generasi yang kuat dan cerdas, maka semua komunitas harus bekerjasama untuk menjalankan niat tersebut.

“Hasilnya tidak akan tampak saat ini, tapi dapat dilihat pada beberapa tahun yang akan datang,” ujar Kapolres.

Terkait miras, Kapolres mengatakan, semua diawali dari dalam keluarga, di sekolah guru menjadi teladan yang baik, demikian juga di gereja mengimbau bahwa miras Itu dilarang di konsumsi.

Ia juga meminta bantuan warga Poumako untuk dapat membantu kinerja Kapolsek Poumako yang baru agar dapat memperhatikan masyarakat setempat dan mengatur roda perekonomian di kawasan pelabuhan. (Tomy)

Tinggalkan Balasan