Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako Musnahkan 1.046 Ton Milo

Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako pada Sabtu (3/2) melakukan pemusnahan atas 1.046 ton Minuman Keras (Miras) cap tikus yang didapat dari penumpang kapal yang ingin masuk ke Timika
SAPA (TIMIKA) – Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako pada Sabtu (3/2) melakukan pemusnahan atas 1.046 ton Minuman Keras (Miras) cap tikus yang didapat dari penumpang kapal yang ingin masuk ke Timika. Pemusnahan Miras ini merupakan hasil penangkapan Polse Poumako selama bulan Juni hingga bulan Desember 2017

Pelaksanaan pemusnahan dilakukan pada saat lepas sambut Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako dari Iptu Samsul Hadi kepada Ipda Khairul Umam. Pemusnahan Miras cap tikus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan, SIK dan didampingi tokoh masyarakat dan perwakilan dari beberapa unsur.

Sebanyak 1.046 liter Miras cap tikus yang dimusnahkan merupakan temuan dari anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, saat melakukan razia pada penumpang kapal masuk di Pelabuhan Nusantara Poumako, baik KM Tatamailau maupun KM Lauser, mulai Juni sampai Desember 2017 saat kepemimpinan Iptu Samsul Hadi.

Dari jumlah tersebut, 695 liter merupakan miras tanpa pemilik. Pemiliknya meninggalkan barang bawaannya saat dilakukan razia oleh petugas. Sementara, 351 liter Miras cap tikus ini dimiliki oleh tiga orang, yakni J, I, dan R.

Ketiga pemiliknya sudah dijadikan tersangka. Kasusnya sudah dilimpahkan penyidik Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika. Saat ini sudah masuk ke tahap dua, yakni penyerahan tersangka beserta barang bukti (BB) yang ada.

Ketiga tersangka dijerat dengan Undang undang nomor 18 tahun 2012, tentang pangan dan dijerat dengan sanksi pidana penjara maksimal 15 tahun.

Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan mengatakan, pemusnahan miras yang dilakukan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, sebagai bentuk komitmen dari Kepolisian untuk membentuk generasi Papua yang kuat dan cerdas. Dan untuk mewujudkan hal tersebut juga, pihaknya mengajak seluruh komponen di pelabuhan ini untuk melakukan pengawasan dan penindakan tegas, terhadap barang yang berbahaya, salah satunya miras.

“Miras akan terus diperangi, karena angka kriminal di Mimika sangat tinggi. Dan penyebab utamanya adalah miras, baik itu kasus penganiayaan, KDRT, maupun kecelakaan lalulintas,” terangnya.

Kata Kapolres, dari kondisi tersebut maka akan melakukan penertiban terhadap ijin yang dimiliki oleh penjual miras. Melakukan kegiatan dengan penyuluhan kepada masyarakat, baik melalui sekolah-sekolah maupun tempat ibadah.

“Kami akan menggiatkan patroli dan melakukan penindakan terhadap pelaku pengedar miras. Serta masyarakat yang terpengaruh terhadap miras,” ujarnya.

Sementara disinggung untuk Miras pabrikan. Kapolres mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda  Mimika untuk melihat Peraturan Daerah (Perda) tentang miras.

“Kami akan mendorong Pemda dan DPRD untuk membuat perda tentang Miras, agar tentang Miras ini dapat diatur dengan baik,” tuturnya.(Tomy)

Tinggalkan Balasan