Pasca Pencabutan KLB Asmat LPMAK Serahkan 10 Ton Bama

LPMAK peduli Asmat
SAPA (TIMIKA) – Pasca pencabutan status KLB Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat oleh Bupati Elisa Kambu pada Senin (5/2), Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) bersama PTFI, mendukung penanganan ini dengan menyerahkan 10 ton bahan makanan (bama) juga susu formula kepada para korban melalui Keuskupan Asmat.

Wakil Sekretaris Eksekutif (Wase) Bidang Pendukung Program, Kristianus Ukago secara simbolis telah menyerahkan bantuan yang diterima langsung oleh Koordinator Umum KLB Campak dan Gizi Buruk, Pastor Hendrik Hada Pr di pelabuhan keuskupan, Selasa (6/2).

Wase Pendukung Program LPMAK, Kristianus Ukago di Distrik Agats Kabupaten Asmat, Rabu (7/2) mengatakan ada kesamaan budaya masyarakat Asmat dan Mimika. Sehingga saat ini yang paling penting adalah bagaimana penanganan pasien pasca pencabutan status KLB ini. Pasca itu lebih berat karena memikirkan proses pemulihan bahkan mengembalikan gizi yang sebelumnya kurang.

“Intinya kami sudah datang melihat dan mendengar banyak hal, permasalahan dasar serta apa yang terjadi di wilayah pesisir. Karena itu kami akan sampaikan juga berkoordinasi dengan pimpinan baik di LPMAK maupun PTFI terkait kondisi pasca dan kebutuhan apa saja. Tetapi kalau terus jalin komunikasi pasti akan kami respon,” kata Kris.

Dia menjelaskan, LPMAK telah sudah melihat, mendengar dan merasakan langsung kondisi yang dialami oleh balita di Asmat. Karena itu, LPMAK akan berusaha mengambil bagian secara langsung, bukan saja melalui bantuan sosial kemanusiaan tetapi juga mengirim tim kesehatan melalui Biro Kesehatan di LPMAK.

“Kami akan kirim tim kesehatan untuk monitoring penanganan, jika ditemukan kasus ini lagi di distrik yang berbatasan dengan Kabupaten Mimika, atau sebaliknya Distrik Mimika yang berbatasan langsung dengan Asmat. Wilayah yang mengalami KLB gizi buruk paling parah, ada di Distrik Pulau Tiga yang berbatasan dengan Kabupaten Mimika. Karena itu perlu diperhatikan oleh pemerintah ataupun pemangku kepentingan,” tambahnya.

Perwakilan PTFI, Lita Karubaba menambahkan, PTFI memberikan donatur kepada LPMAK untuk program di wilayah pesisir pantai dan gunung di Kabupaten Mimika. Karena itu melihat apa yang terjadi di Kabupaten Asmat yang bersebelahan dengan Mimika, tentunya Freeport tidak berdiam diri melihat kondisi ini. Apalagi kejadian dan kondisi ini sudah menelan korban jiwa.  

“Pada prinsipnya kami lebih ingin melihat peran pemerintah. Karena kalau peran pemerintah baik tidak mungkin ada kejadian ini. Pemerintah itu penting bagi masyarakat. Kami sebagai stakeholder, sebagai masyarakat pasti akan membantu tapi kami harus mengedepankan pemerintah,”katanya.

Kedepan diharapkan membuka kerja sama, agar langkah apa yang dibutuhkan dan prinsipnya urgen untuk jangka panjang kira-kira apa yang akan dibantu.

Sementara itu Koordinator Umum KLB Campak dan Gizi Buruk Keuskupan Asmat, Pastor Hendrik Hada Pr mengatakan, Bupati Asmat telah memberikan kepercayaan kepada timnya untuk menangani pasien yang berada di tiga distrik, salah satunya distrik pesisir. Karena itu tim ini akan membangun koordinasi dengan pihak LPMAK untuk bisa membantu pasien yang ke depan mengarah ke pendampingan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Tentu dalam hal ini kita tidak bisa terus memberikan mereka makan. Tetapi harus dilakukan pendekatan-pendekatan yang dapat merubah mentalitas masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi dan kesehatan yaitu pola hidup sehat,” kata Pastor Hendrik.

Karena itu Keuskupan menyambut baik kehadiran LPMAK untuk mendukung penanganan pasien, termasuk pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat merubah pola hidup menjadi lebih baik mengingat LPMAK sendiri telah berpengalaman dalam hal pendampingan dan pemberdayaan masyarakat tujuh suku di Mimika.

“Secara kultur, suku Kamoro di Mimika dan suku Asmat di Kabupaten Asmat memiliki kemiripan. Sehingga sudah tentu penanganan dan pendekatan akan sama dan dengan bantuan LPMAK. Kami yakin ada perubahan yang lebih baik kedepannya,” katanya. (Maria Welerubun)

Tinggalkan Balasan