Proses Coklit PPDP Terkendala Pada Daerah Konflik


Komisioner KPUD Mimika Divisi Hukum Alfred Petupetu
SAPA (TIMIKA) - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika Divisi Hukum Alfred Petupetu mengatakan, proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang sedang dilakukan oleh tim Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) terkendala pada situasi keamanan di daerah konflik.

"Coklit sudah berjalan dengan baik tetapi ada daerah-daerah yang kita kesulitan yaitu daerah konflik. Salah satunya kesulitan terbesar kita adalah di Kwamki Narama yang sekarang ini PPDP nya banyak konsultasi dengan kita tentang keamanan," ujar Alfred saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Senin (5/2) lalu.

Ia mengatakan, KPUD Mimika telah meminta bantuan aparat keamanan lantaran keamanan PPDP harus diutamakan sehingga mereka bisa bekerja secara maksimal tanpa adanya rasa khawatir saat melakukan Coklit tersebut.

"Kami tetap bekerja semaksimal mungkin untuk membantu PPDP di daerah konflik, kami akan coba menghubungi dan konsultasi dengan pihak keamanan sekiranya bisa membantu kita dalam proses coklit di daerah konflik," katanya.

Ia mengaku, pihaknya belum bisa memberikan informasi data secara keseluruhan lantaran secara bersamaan, KPUD Mimika memiliki jadwal yang juga tidak bisa ditinggal. Kendati demikian, ia berharap seluruh tahapan-tahapan dapat berjalan lancar.

"Kita menghadapi begitu banyak agenda secara bersamaan seperti Verifikasi Parpol, DKPP, Verfak Perseorangan dan sebagainya, sehingga kami belum bisa memberikan keterangan sampai di mana. Tetapi kita bekerja semaksimal mungkin dengan mengerahkan SDM yang ada," ungkapnya.

Ia menambahkan, data-data yang sudah diambil nantinya merupakan data yang benar-benar bisa dipertanggung jawabkan. Menurutnya, hasil data dari PPDP tersebut masih harus diolah kembali apabila masih ada data ganda. Untuk itu, pihaknya akan memanggil kembali PPD, PPS maupun PPDP untuk melakukan cross check.

"Harapan kami data pemutakhiran ini betul-betul valid sehingga tidak ada lagi gugatan-gugatan lagi tentang DPT nantinya," ujarnya. (Salma)

Tinggalkan Balasan