PT Freeport Tetap Beraktivitas Warga Kamoro Blokade Jalan Portsite


Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua, AKBP Indra Hermawan 
SAPA (TIMIKA) – Sekelompok warga Suku Kamoro berkumpul di kawasan Pelabuhaan Cargo Dock Portsite Amamapare PT Freeport Indonesia (PTFI) ,  beberapa hari terakhir ini sebagai buntut dari kasus penembakan yang menewaskan Mama Imakulata Emakeparo pada Sabtu (3/2) lalu.

Warga Kamoro menuntut perusahaan menghentikan sementara seluruh aktivitasnya di kawasan Pelabuhan Cargo Dock Port Site Amamapare lantaran mereka masih dalam suasana duka dan menunggu proses investigasi untuk mengungkap pelaku penembakan. Hanya saja tuntutan dan permintaan mereka belum ditanggapi oleh pihak perusahaan.  

Merasa kesal dengan tindakan PT Freeport  yang tetap beraktivitas seperti biasa, sekelompok warga lalu memblokade jalan poros Portsite-Tembagapura dengan material batu dan pohon di tengah jalan.

Pihak perusahaan mengerahkan dua unit helikopter untuk mengangkut karyawan yang hendak pergi bekerja di Portsite maupun untuk menjemput karyawan yang telah selesai bekerja.

Berkumpulnya warga Kamoro di depan Pelabuhan Cargo Dock Port Site Amamapare, juga menimbulkan informasi yang menyebutkan warga Kamoro menduduki kawasan pelabuhan tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua, AKBP Indra Hermawan membantah informasi  tersebut. Indra membenarkan ada sekelompok warga Kamoro memang terlihat berada di depan Pelabuhan Cargo Dock Portsite Amamapare, namun mereka tidak melakukan pengrusakan fasilitas milik perusahaan.

"Memang betul ada masyarakat di depan Cargo Dock, tapi mereka tidak merusak fasilitas perusahaan," ujar AKBP Indra, Rabu (7/2).

Dijelaskan, aktivitas di kawasan pelabuhan yang mencakup sejumlah fasilitas penting Freeport seperti pabrik pengeringan konsentrat, pengapalan konsentrat, pusat pembangkit listrik batu bara dan pusat bangkar muat logistik perusahaan itu tetap berlangsung normal.

Menyikapi kondisi itu, pada Rabu siang Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan menggelar pertemuan dengan para petinggi Freeport dan sejumlah tokoh masyarakat Kamoro guna mencari solusi atas masalah yang terjadi.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres Mimika itu dihadiri salah satu Vice President PT Freeport Arnold Benediktus Kayame.

AKBP Indra mengatakan sesuai hasil pertemuan itu, para tokoh masyarakat Kamoro akan mengajak warganya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan semua pihak.

"Kami meminta bantuan para tokoh masyarakat untuk mengajak warganya agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, jangan melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum yang dapat merugikan semua pihak," jelas AKBP Indra.

Terkait kasus penembakan yang menewaskan Mama Imakulata Emakeparo pada Sabtu (3/2), Kapolres Mimika mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh tim gabungan Polda Papua.

"Intinya masyarakat menghendaki proses hukum dilakukan dengan benar, pelakunya ditindak. Itu semua sedang berjalan," jelas Indra.

Sejauh ini, katanya, penyidik baru memeriksa sejumlah anggota Polri yang saat kejadian bertugas di kawasan Pelabuhan Cargo Dock Portsite Amamapare PT Freeport. Saksi dari masyarakat belum bisa diambil keterangan lantaran mereka masih dalam suasana duka.

"Kami terus berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat untuk memastikan kapan kita akan jadwalkan pemeriksaan warga mereka yang saat kejadian ada di lokasi itu," jelas Kapolres Mimika. (Ant)

Tinggalkan Balasan