LUKAS ENEMBE : PEMIMPIN MASA DEPAN PAPUA, DENGAN TYPE KEPEMIMPINAN MODERN

LUKAS ENEMBE : PEMIMPIN MASA DEPAN PAPUA, DENGAN TYPE KEPEMIMPINAN MODERN

( Oleh Adrian Indra/Pengamat Politik dan Pembangunan Papua )

      Periode Pertama ( 2013-2018 ) kepemimpinan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua, akan berakhir pada bulan Maret 2018 ini. Sangat banyak komentar yang positif dari masyarakat Papua atas hasil kinerja selama kepemimpinannya tersebut. Berbagai julukan diberikan oleh kelompok masyarakat kepada Lukas Enembe, seperti : Pemimpin Besar Papua, Pemimpin Sejati Papua, Pemimpin Moderat dan Pluraris, Pemimpin Visoner Papua, Pemimpin Pemersatu Papua, Bapak Pembangunan Papua, serta Lukas Enembe juga pernah diberikan Award/ Penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif, kepala daerah Pemersatu Kerukunan Umat Beragama dan Kepala Daerah Pembuka Daerah Terisolir.

Jika kita melihat dari teori-teori kepemipinan yang ada, julukan yang paling tepat bagi Lukas Enembe ini sebenarnya ialah : “ Pemimpin Modern Papua “ atau “ Pemimpin Visoner Papua “

Kepemimpinan Visioner

Pemimipin visioner adalah pemimpin yang mempunyai suatu pandangan visi misi yang jelas dalam organisasi, pemimpin visioner sangat lah cerdas dalam megamati suatu kejadian di masa depan dan dapat menggambarkan visi misinya dengan jelas. Dia dapat membangkitkan semangat para anggotanya dengan menggunakan motivasinya serta imajinanasinya, untuk membuat suatu organisasi lebih hidup, menggerakan semua komponen yang ada dalam organisasi, agar organisasi dapat berkembang.

KARAKTERISTIK PEMIMPIN VISIONER

Kepemimpinan visioner memiliki ciri-ciri yang menggambarkan segala sikap dan perilakunya yang menunjukkan kepemimpinannya yang berorientasi kepada pencapaian visi, jauh memandang ke depan dan terbiasa menghadapi segala tantangan dan ressiko. Diantara cirri-ciri utama kepemimpinan visioner adalah:

1. Berwawasan ke masa depan : pemimpin visoner mempunyai pandangan yang jelas terhadap suatu visi yang ingin di capai, agar organisasi yang dia masuki dapat berkembang. Sesuai dengan visi yang ingin dia capai

2. Berani bertindak dalam meraih tujuan, penuh percaya diri, tidak peragu dan selalu siap menghadapi resiko. Pada saat yang bersamaan, pemimpin visioner juga menunjukkan perhitungan yang cermat, teliti dan akurat. Dalam memperhitungkan kejadian yang di anggapnya pentig

3. Mampu menggalang orang lain untuk kerja keras dan kerjasama dalam menggapai tujuan. Pemimpin visioner adalah sosok pemimpin yang patut di contoh, dia mau membuat contoh agar masyarakat sekitar mencontoh dia

4. Mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasional dan menggugah, mengelola ‘mimpi’ menjadi kenyataan : pemimpin visioner sangatlah orang yang mempunyai komitmen yang kuat terhadap visi di embannya, dia ingin mewujudkan visinya kedalam suatu organisasi yang dia masuki.

5. Mampu mengubah visi ke dalam aksi : dia dapat merumuskan visi kedalam misinya yang selanjutnya dapat diserap anggota organisasi. Yang dapat menjadikan bahan acuan dalam setiap melangkah kedepan

6. Berpegang erat kepada nilai-niliai spiritual yang diyakininya : pemimpin visioner sangatlah profesionalitas terhadap apa yang diyakini, seperti nilai – nilai luhur yang ada di bangsa ini. Dia sosok pemimpin yang bisa dijadikan contoh

7. Membangun hubungan (relationship) secara efektif : pemimpin visoner sangatlah pandai dalam membangun hubungan antar anggota, dalam hal memotivasi, memberi, membuat anggotanya lebih maju dan mandiri. Secara tidak langsung hubungan itu akan terjalin  dengan sendirinya. Dia juga tidak malu – malu dalam memberikan reward dan punnisment terhadap anggotanya, tingkat integritasnya sangatlah tinggi

8. Innovative dan Proaktif : dalam berfikir pemimpin vioner sangatlah kreatif dia mengubah berfiir konvesiomal menjadiparadigma baru, dia sangatlah sosok pemimpin yang kreatif dan aktif. Dia selalu mengamati lankah – langkah kedepan dan isu – isu terbaru tentang organisasi/instasi.

      Apabila kita analisa, julukan-julukan yang diberikan oleh kelompok masyarakat serta penghargaan yang diterima oleh Lukas Enembe itu, memang beralasan dan tidak mengada-ngada. Ada hal yang perlu kita lihat dari kacamata teori kepemimpinan, bahwa sosok kepemimpinan Lukas Enembe, adalah seorang Pemimpin Papua, yang menganut teori Kepemimpinan modern atau Type Kemimpinan Modern. Papua, adalah suatu daerah yang boleh dibilang baru saja berkembang pembangunannya bila dibandingkan dengan pembangunan yang ada di provinsi lainnya di Indonesia. Berbagai type dan karakter kempimpinan dari 29 kabupaten/kota yang di Papua dapat dinilai dan dianalisa seperti apa type kepemimpinannya dan juga seperti apa kinerjanya. Sejak terpilih jadi Gubernur Papua tahun 2013 yang lalu, Lukas Enembe telah membawa suatu abad perubahan dalam hal Kepemimpinan di Papua, yaitu, Lukas Enembe sebagai Lokomotif yang memberikan suatu contoh type kepemimpinan Modern di Papua.

Dalam ilmu Manajemen, type kepemimpinan terbagi ini dalam dua aliran besar. Yaitu kepemimpinan tradisional/Klasik dan kepemimpinan modern. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara kedua tipe ini. Dalam sudut pandang pembagian tugas, kepemimpinan modern cenderung mengandalkan job description, Norma, Etika,  Peraturan Yang ada dan bekerja apa dengan memiliki visi dan konsep yang jelas. Sedangkan pada kepemimpinan tradisional / klasik hanya bekerja apa adanya saja ( sesuka hatinya ) dan tidak mempunyai visi serta konsep yang jelas serta cenderung Otoriter dan sering menabrak norma dan peraturan yang ada. Dan juga ada yang disebut dengan corak kepemimpinannya yang bisa saja seorang pemimpin klasik/traditional itu jadi otoriter, diktator, karena dia memiliki wibawa, pengaruh, kekuatan (misalnya, senjata) dan kekuasaan (misalnya, jabatan). Contoh, seorang raja dalam sistem monarki, atau sistem di Rusia karena dukungan partai komunis, atau Hitler dengan Nazinya. Nah, corak kepemimpinan otoriter ini bisa dikategorikan sebagai “gaya lama,” karena dalam masyarakat yang demokratis gaya ini sudah tidak laku. Itulah sebabnya ada gaya kepemimpinan baru yang lebih sesuai dan diterima umum, yang dinamakan “gaya kepemimpinan modern.”

Kepemimpinan modern berhubungan erat dengan ilmu dan seni, untuk bisa mempengaruhi sekaligus menggerakkan orang lain. Dengan begitu, muncul kepercayaan, kepatuhan, respek dan kemauan. Sehingga tugas dan tujuan sebuah organisasi bisa berjalan secara efektif dan efisien. Kondisi ini akan mewujudkan pola kepemimpinan yang ideal.

Pengertian kepemimpinan modern

Kepemimpinan modern tidak hanya bekerja sendiri, tetapi juga melibatkan pengikut atau orang yang dipimpinnya. Dalam proses ini melibatkan niat dan keinginan. Pemimpin dan pengikut yang terlibat aktif, sehingga tercapai tujuan yang sama. Jadi semua elemen berpartisipasi aktif, supaya terjalin keakraban dan semua tujuan bisa tercapai dengan lebih mudah.

Ciri khas kepemimpinan modern

Kepemimpinan modern bisa diartikan sebagai proses pendampingan, guna mempengaruhi sekaligus mengerakkan pengikutnya berdasarkan tugas dan aspek sesuai kondisi yang diimpikan. Supaya semuanya memperoleh kelimpahan dalam kehidupannya. Jadi semua pihak harus berpartisipasi, baik pemimpin dan yang dipimpin harus senantiasa berpartisipasi aktif. Sehingga terbentuk keadaan sesuai dengan harapan teori kepemimpinan modern. Partisipasi ini diartikan sebagai pola dan kinerja dari kepemimpinan. Sehingga berperan dalam pendampingan, mempengaruhi dan selanjutnya menggerakkan. Setiap orang merupakan partisipator dari pembangunan organisasi. Seorang pemimpin harus bisa melibatkan banyak orang dalam proses kepemimpinannya. Termasuk dalam pengambilan sebuah keputusan penting di masa mendatang.

Supaya semua harapan tersebut bisa tercapai, maka pemimpin seharusnya mempunyai berbagai kemampuan. Seperti bisa menentukan tujuan dan arah yang bisa ditempuh menuju tujuan tersebut, kemampuan mempengaruhi, serta kemampuan untuk menggerakkan kelompok. Berhubungan dengan gaya kepemimpinannya, seorang pemimpin bisa menjadi diktator dan otoriter. Hal ini disebabkan karena seorang pemimpin mempunyai kekuasaan atau jabatan, kekuatan, pengaruh dan kewibawaan.

Kriteria seorang pemimpin modern

Para pemimpin harus meninggalkan cara lama yang otoriter dan mengusung konsep demokratis. Sehingga pengikut juga bisa berpartisipasi aktif dalam segala kebijakan yang ditentukan. Supaya tidak ada pihak yang dikorbankan demi kepentingan pribadi atau sekelompok orang. Berikut ini sejumlah kriteria bagi pemimpin yang menerapkan teori kepemimpinan modern.

Mampu menentukan arah dan tujuan organisasi dengan tepat.

Sehingga pengikut mudah memahami dan menjalankan segala tindakan yang mengarah pada tujuan.

Mampu mempengaruhi dan juga menggerakkan kelompok.  

Kewibawaan dan sifat teladan yang diberikan pemimpin dengan mudah bisa meminta pengikutnya untuk melakukan segala yang diinginkan pemimpin. Pengikut menjalankannya karena pemahaman dan kesepakatan, bukan karena keterpaksaan atau perasaan takut semata.

Jujur dan bisa dipercaya.   

Kejujuran adalah modal penting bagi seorang pemimpin, sehingga dia bisa memperoleh pengakuan dari masyarakat. Kejujuran bukan hanya berhubungan dengan bidang finansial saja, tapi dalam segala hal.

Pemimpin harus memiliki rasa malu kalau berbohong. Kalau pemimpin memiliki sifat jujur, maka akan menjadikan masyarakat memberikan kepercayaannya. Karena merasa mendapatkan pemimpin ideal yang diharapkannya. Pemimpin tersebut dianggap amanah dan bisa menjalankan segala tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Selalu konsisten dengan ucapannya.

Konsisten bukan hanya dari ucapannya belaka, tapi juga ditunjukkan dengan perilaku atau tindakannya. Jadi antara ucapan dan tindakan bisa seiring sejalan. Konsistensi juga bisa menerapkan segala regulasi kepada semua orang, tanpa adanya pembeda, apakah karena faktor kedekatan, kekeluargaan dan belas kasihan.   

Setiap kata yang terucap menarik perhatian.

Memikat orang bisa dengan mengajaknya berbicara dengan kata-kata yang menarik. Tapi bukan berarti untuk mengelabuhinya semata. Setiap perkataan yang dikeluarkan harus tetap mengandung kebenaran dan kejujuran. Agar lebih mudah dipahami, maka pergunakan kata-kata yang familiar sehingga lebih mudah dimengerti.

Dekat dengan Masyarakatnya dan Mau Menerima masukan secara demokratis

Pengertian dekat dengan masyarakat sudah mencakup dari kerendahan hati seorang pemimpin. Baginya, kepentingan masyarakatnya adalah diatas segala-galanya.

KEPEMIMPINAN MODERN dan KEPEMIMPINAN MASA DEPAN

White Hodgson, and Crainer (1997), berpendapat kepemimpinan masa depan adalah pemimpin yang terus belajar, memaksimalkan energi dan menguasai perasaan yang terdalam, kesederhanaan, dan multifokus. Oleh karena itu, dinyatakan bahwa kualitas menjadi penting dan kuantitas tidak lagi menjadi keunggulan bersaing. Mencari pengetahuan dan menggali ilmu harus terus dilakukan bagi pemimpin masa depan, hal ini sangat penting sebab ilmu pengetahuan merupakan energi vital bagi setiap organisasi

Teori yang dikemukan oleh Whote Hodgson and Crainer ini, telah diterapkan oleh Lukas Enembe, ketika baru pertama kali memimpin Papua. Awalnya Lukas Enembe, mempunyai program untuk bisa langsung “ tancap gas “ dalam membangun Papua. ( Jika kita ibaratkan Lukas Enembe adalah sebagai seorang Pembalap, dan Pemprov Papua adalah sebagai mobil balapnya ) Namun, setelah Lukas Enembe duduk dikursi mobil balapnya, Lukas Enembe baru menyadari bahwa, tidak mungkin dia akan tancap gas, jika kopling rusak, ban mobil goyang dan rem mobil blong. Jika dipaksakan balap, resikonya mobil balap bisa masuk jurang atau menabrak dinding.

Mau tidak mau, suka tidak suka, Lukas Enembe harus kerja keras dulu sebagai mekanik atau montir. Dia harus memperbaiki dulu mobil balapnya. Lukas Enembe membenahi Koordinasi dan konsilidasi yang baik dengan DPRP, MPRP dan Tokoh Agama serta Tokoh Adat Papua. Yang mana selama ini semua unsur penting dalam pembangunan Papua itu, berjalan sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi. Lalu tata Admintrasi dan Keuangan Pemprov Papua dibenahi satu persatu termasuk pendataan kembali asset-aset milik Pemprov Papua. Juga, Reformasi Birokrasi dibangun.

Lukas Enembe sangat menyadari, bahwa dengan tata adminitrasi/keuangan Pemprov Papua yang baik, penataan pejabat yang tepat ditempat yang tepat,  serta dengan dukungan dari MPRP, DPRP, tokoh adat dan tokoh agama, adalah suatu PONDASI yang sangat penting jika akan memacu atau akan tancap gas, dalam membangun Papua. Setelah semuanya tertata, Lukas Enembe melihat, hal ini belumlah cukup, modernisasi dalam tata pemerintahan Provinsi Papua juga harus dilaksanakan, akhirnya Papua bisa menerapkan system e-government.

Masalah yang ada di Papua sangat multikompleks, hal ini juga mengharuskan Lukas Enembe bekerja dengan Extrakeras dan Multifokus. Lukas Enembe bukan hanya berfikir, bagaimana untuk membangun Papua dalam 1 tahun, atau dalam 5 Tahun, tetapi Lukas Enembe sudah mempersiapkan RPJP ( Rencana Pembangunan Jangka Panjang ) Papua sampai dengan tahun 2025.

Kondisi dan Tantangan Masa Depan

     Globalisasi membuat permintaan yang besar terhadap para pemimpin hari ini, dan globalisasi yang meningkat diisi oleh politik dan teknologi yang maju membuat permintaan lebih menantang di masa yang akan datang. Kehidupan akan menjadi lebih sederhana apabila globalisasi hanya merupakan tantangan bagi para pemimpin di masa depan, atau globalisasi akan membeku pada waktunya dan tidak akan berkembang lagi. Di samping tantangan di mana para pemimpin akan menghadapinya, ada perubahan simultan dalam wilayah yang lain, dan globalisasi itu sendiri merupakan suatu kecenderungan yang tidak mendatar. Globalisasi akan terus meningkat dan akan berinteraksi dengan perubahan lainnya, sebagai contoh dalam demografi dan frekuensi dan kemampuan mengalihkan pekerjaan di atas karir yang tunggal.

Cohen dalam bukunya The Executive’s Guide to Finding a Superior Job menjelaskan tentang teknik menemukan pekerjaan melalui pencari kerja yang nantinya akan melakukan wawancara dengan menggunakan perusahaan dalam beberapa minggu saja. Meskipun metode komunikasi telah berubah, tetapi metode pencariannnya tidak berubah. Seorang pemimpin dapat memberikan perintah dan perintah itu ditaati. Inilah yang disebut pendekatan wortel dan tongkat (carrot–and-stick approach). Pendekatan “wortel dan tongkat” berasal dari masa kuno, di mana Xenophon menulis bahwa Cyrus telah berdiskusi dengan bapaknya tentang pendekatan wortel dan tongkat. Bapaknya setuju bahwa suatu proses bekerja untuk memperoleh kepatuhan melalui suatu kekuatan. Akan tetapi dia kemudian mengatakan bahwa ada cara yang lebih baik dalam memimpin, melalui orang lain yang akan patuh padanya dengan kesenangan dan tanpa harus memiliki tongkat. Cyrus harus memberikan perhatian yang lebih bagaimana dia memimpin dan memberikan lebih perhatian kepada pengikutnya daripada ke dirinya sendiri.

Di masa depan, para pemimpin hanya menggunakan metode carrot and stick ketika seluruhnya adalah pekerja sukarela yang akan mengkualifikasikan sebagai pemimpin. Pekerja sukarela harus dipimpin dengan cara berbeda. Para pemimpin masa depan tidak merubah apa yang disebut sebagai taktik berpengaruh yang menjadi masalah serius.

Pada saat sekarang ini, banyak waktu yang tidak memungkinkan, dan akan sering menjadi kasus di masa depan. Hal ini bukan karena tidak kompetensi atau kemalasan pemimpin, akan tetapi karena banyak pekerjaan yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan khusus. Tugas-tugas sekarang dilaksanakan lebih efisien dan efektif melalui penggunaan teknologi. Kesulitan menggunakan teknologi adalah membutuhkan peralatan kompleks yang diterapkan oleh mereka yang menggunakan teknologi dan melaksanakan tugas tersebut. Sebagai suatu hasil, pemimpin masa depan akan mampu menampilkan beberapa, tidak seluruhnya, pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan oleh mereka yang melakukan supervisi. Hal ini juga akan meminta suatu perubahan dalam cara bagaimana para pemimpin berinteraksi dengan mereka yang dipimpin.

Ada suatu waktu ketika pemimpin menghadapi atasannya, menghadapi pengikutnya, dengan pelanggannya atau dengan mereka yang menerima produk atau layanan di dalam keseluruhan organisasi, dan sering dengan para pemimpin dari organisasi. Manajemen puncak memiliki interaksi dengan beberapa lainnya. Bahkan di masa depan, suatu kecendeungan yang telah dimulai 50 tahun yang lalu akan meningkat secara dramatis. Seluruh pemimpin dalam organisasi diharapkan untuk berinteraksi dengan, dan kadangkala memimpin, tidak hanya mereka yang telah disebut sebelumnya akan tetapi juga media, pegawai pemerintah, para pemimpin pada perusahaan lain yang bekerja sama. Jelaslah para pemimpin masa depan haruslah seorang yang ahli dalam memimpin yang lain dengan sedikit petunjuk atau kekeliruan yang disebut sebagai kepemimpinan komando dan kontrol (command-and-control leadership).

Pemimpin Butuh Persiapan Untuk Masa Depan

Pembangunan sekarang ini membuat lingkungan masa depan sangat kompleks bagi pemimpin. Tidak ada yang akan mengalahkan pemimpin masa depan apabila mereka dipersiapkan. Akan tetapi persiapan harus mereka lakukan. Peranan pemimpin yang penting masih akan membutuhkan keberadaan tanggung jawab mereka dan memimpin organisasi mereka meskipun kompleksitas meningkat karena kecenderungan globalisasi yang saling berhubungan dan bergantung satu sama lain, inovasi teknologi, perubahan sosiologikal, demografi dan lainnya. Pemimpin masa depan akan masih menjadi pemimpin sesuai dengan kenyataan. Pemimpin masih akan bertanggung jawab. Bagaimana pemimpin sebaiknya mempersiapkan hari ini untuk peranan baru dan lebih menantang esok hari ?

Cara Yang Tepat Bagi Pemimpin Masa Depan Untuk Memimpin

Setiap orang ingin merasa penting, dan itu merupakan hal yang krusial bagi pemimpin masa depan untuk memahami ini. Mengherankan, banyak pemimpin, secara sengaja atau tidak, melakukan sesuatu yang bertentangan dengan para pengikutnya. Kebanyakan pemimpin yang berhasil adalah yang memelihara perasaan dari para bawahan mereka. Pemimpin yang baik tidak akan pernah menunjukan superioritasnya kepada para bawahan atau pengikutnya. Mary Kay Ash, pengusaha kosmetik terkenal, juga menekankan mengenai nilai yang membuat orang lain merasa penting dalam seluruh hubungan sosialnya.

Pemimpin masa depan akan menemukan cara yang benar untuk mempengaruhi mereka akan memiliki dampak yang lebih besar dibanding hari ini. Akibatnya, pemimpin masa depan harus membangun aturan taktik yang mempengaruhi di mana mereka memimpin dalam suatu lingkungan yang lebih kompleks, dengan banyak tantangan baru, dan di mana para pengikut mereka adalah pegawai yang berpengetahuan dengan suatu kebutuhan khusus untuk mengakui kepentingan mereka.

Ketika Pelaksanaan RAKERDA Provinsi Papua bulan Febuari 2018, bagaimana dapat terlihat bahwa Figur Lukas Enembe, benar-benar disegani oleh para Bupati dan Walikota serta para Kepala Dinas yang ada di Provinsi Papua.

Lukas Enembe, memahami setiap permasalahan yang ada di Provinsi Papua, dan selalu melaksanakan check and re check  kepada setiap kepala Dianas Pemprov Papuam jika ada hal-hal yang kurang jelas atau jika ada hal-hal yang salah atas setiap progres pelaksanaan pekerjaan dan issue-isue yang ada di Provinsi Papua.. Dan apabila ditemui ada data atau laporan yang salah, Lukas Enembe tidak segan-segan mengkritik dan mengkoteksi atas kesalahan itu. Sekali lagi……ini adalah bentuk Type Kepemimpinan Modern yang bisa dijadikan contoh oleh para Bupati/Walikota se Papua maupun untuk calon pemimpin Papua berikutnya.

Hal yang luar biasa, dalam Rakerda ini ialah, Penilaian LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah )  dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang dilakukan oleh tim evaluasi dari tingkat provinsi. Misalnya bagaimana perkembangan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah di masing-masing kabupaten dan kota. Dalam penilaian tersebut ada 7 kabupaten dan kota se- Papua yang memiiki predikat sangat tinggi. Kota Jayapura menempati urutan pertama, disusul Kabupaten Mimika, Merauke, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Jayawijaya dan Keerom. Sedangkan untuk predikat tinggi diberikan kepada 8 kabupaten antara lain Kabupaten  Jayapura, Asmat, Yalimo, Waropen, Tolikara, Pegunungan Bintang, Boven Digul dan Mappi. Lalu predikat sedang diraih oleh Kabupaten Intan Jaya, Mamberamo Tengah, Nabire, Nduga, Lanny Jaya, Supiori, Dogiyai, Sarmi, Mamberamo Raya, Puncak Jaya, Yahukimo, Deiyai dan peringkat paling akhir, Kabupaten Paniai. Penghargaaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) se-Provinsi Papua yang berlangsung di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, 7 – 8 Februari 2018.

Capaian Luar biasa juga, patut kita sampaikan, karena Pemprov Papua berhasil melaunching Aplikasi Elektronik Tambahan Penghasilan Pegawai (e-TPP) resmi diresmikan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Aplikasi e-TPP akan diterapkan berdasarkan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Misalnya mulai dari kelas 1 hingga kelas jabatan 15. Dimana kelas 1 hingga kelas 7 pejabat pelaksana yang memiliki jabatan atau tugas yang diberikan. Kelas 8 keatas dari Eselon 4 hingga Eselon 2A Sekda, sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab masing-masing. Dengan menggunakan aplikasi berbasis elektronik, maka kinerja para ASN dapat lebih jelas dan dapat dikontrol sejak jam masuk kantor, kehadiran dan beban kerja.

Rakerda ini bakal membahas seluruh program kegiatan yang sudah dilakukan 5 tahun terakhir sekaligus melakukan evaluasi. Selain itu, Rakerda ini juga akan membahas program-program strategis yakni masalah 80:20 dana otsus, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.( BERSAMBUNG )

Tinggalkan Balasan