Jejak Dugaan Ijazah Palsu Bakal Calon Wabup Puncak

Dua ijazah dengan Nomor Seri, NPM, dan kemiripan lainnya tetapi dengan dua nama berbeda, satu atas nama Alus UK Murib, satunya atas nama Utaringgen Kulua. (Foto : STIE YPUP/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Berkali – kali mencoba memasukkan Nomor Seri Ijazah : 46/M/A/99 ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) di laman :  https://ijazah.ristekdikti.go.id/  maupun di http://forlap.dikti.go.id/ namun tidak ada satupun data yang di tampilkan.

Begitu pula ketika Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) : 95 402099 yang tertera di Ijazah S1 Manajemen atas nama Alus UK Murib yang di kelurkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) tertanggal 3 September 1999 di masukkan kembali ke PDDIKTI, kembali tidak ada satupun data yang di tampilkan.

Bahkan saat nama Perguruan Tinggi yang mengeluarkan Ijazah tersebut coba di telusuri jejaknya di PD DIKTI melalui https://forlap.ristekdikti.go.id/ maupun di http://forlap.dikti.go.id/ sama sekali tidak ada nama STIE YPUP dalam Direktori Perguruan Tinggi yang diakui ataupun informasi apapun tentang STIE YPUP yang muncul.

Karena kurang yakin Lingkar Papua kembali mencoba menelusuri jejak dan riwayat Ijazah S1 Manajemen dengan Nomor Seri : 46/M/A/99 atas nama Alus UK. Murib melalui Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) milik Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belamawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, namun hasilnya tetap nihil.

Dari copian ijazah yang berhasil di peroleh Lingkar Papua, secara fisik dengan mata telanjang pun terlihat nyata perbedaan ijazah yang di miliki oleh Alus UK Murib bila dibandingkan dengan ijazah lainnya yang juga di keluarkan oleh STIE YPUP Makassar.

Khususnya pada jenis huruf yang digunakan, untuk penulisan nama pemegang ijazah, tempat tanggal lahir, dan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) untuk ijazah asli yang resmi di keluarkan oleh STIE YPUP Makassar menggunakan jenis huruf Old  English Text MT hasil cetak komputer, sedangkan pada ijazah yang di miliki oleh Alus UK Murib pada kolom nama pemegang ijazah ditulis tangan, sedangkan pada kolom tempat tanggal lLahir dan NPM menggunakan jenis huruf Old English Text MT.

Mencuatnya dugaan ijazah palsu Alus UK Murib, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Puncak yang juga adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Puncak dan kini sudah mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Puncak Periode 2018 – 2022 berpasangan dengan Willem Wandik sebagai Bupati berawal ketika Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Wilayah La Pago, Paus Kogoya melaporkan dugaan ijazah palsu tersebut ke Polda Papua dan Bawaslu Papua di pertengahan bulan Januari 2018 lalu.

Menurutnya berdasarkan dokumen yang diterima, yakni Surat Keterangan Keaslian Ijazah yang dikeluarkan oleh STIE YPUP Makassar Nomor : 518/KL/III-A/50/12/2017 tertanggal 19 Desember 2017 patut di duga ijazah ijazah S1 Alus UK Murib adalah palsu, karena yang bersangkutan tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa pada STIE YPUP.

Namun belakangan, di akhir bulan Januari, Paus Kogoya mencabut kembali aduannya di Polda Papua dan Bawaslu, dimana menurutnya ketika itu tidak ada barang bukti yang kuat atas dugaan ijazah palsu yang ia laporkan sebelumnya, dan katanya berkembangnya isu ijazah palsu karena yang bersangkutan sudah mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati, padahal sebelumnya Paus Kogoya mengaku menerima surat resmi yang di keluarkan oleh STIE YPUP Makassar dan Pengadilan Negeri Makassar yang menguatkan surat keterangan dari STIE YPUP, bahwa ijazah atas nama yang bersangkutan palsu.

Alus UK. Murib, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Puncak yang di tuding menggunakan ijazah palsu juga membantah isu yang berseliweran, kepada sejumlah awak media di Jayapura, Kamis (25/1/2018), Alus UK Murib menuding ada oknum – oknum dari lawan politiknya yang berusaha menjatuhkan dan mencemarkan nama baiknya dengan tujuan menghalang – halangi dan membatalkan pencalonannya sebagai Calon Wakil Bupati Puncak berpasangan dengan Willem Wandik, Bupati incumbent saat ini.

Alus UK Murib sendiri, hingga berita ini di naikkan belum berhasil di konfirmasi Lingkar Papua, namun kepada wartawan dalam sesi jumpa pers belum lama ini ia mengaku kuliah di STIE YPUP Makassar sejak tahun 1995 dan selesai di wisuda pada tahaun 1999, sehingga genap empat tahun masa kuliahnya. Pada kesempatan itu juga ia menegaskan akan melakukan upaya – upaya hukum atas tindak pencemaran nama baik yang hendak di lakukan oleh lawan politiknya.

Seperti di lansir beberapa media online, ia menjamin bahwasanya ijazah yang ia gunakan untuk mendaftar adalah ijazah asli, karena ia sudah menemui langsung pihak Perguruan Tinggi di maksud dan menurut mereka ijazah tersebut benar atas namanya, namun Alus UK Murib tidak menyebutkan siapa dan apa jabatan “pihak kampus” yang di temuinya di Makassar.

Informasi akurat tentang palsu tidaknya ijazah yang di miliki Alus UK Murib tersebut bersumber dari Ketua STIE YPUP, Prof. Dr. H. Ahmad Musseng, M.Si melalui Surat Keterangan Nomor : 518/KL/III-A/50/12/2017 tertanggal 19 Desember 2017.

Melalui suratnya itu, Prof, Dr. H. Ahmad Musseng, M.Si menegaskan bahwa Alus UK Murib, yang lahir di Pania 28 Maret 1976 dengan NPM 95302099, Program Studi S 1 Manajemen tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa pada STIE YPUP Makassar.

Bahkan lewat surat lainnya yang berhasil di dapatkan Lingkar Papua, Ketua STIE YPUP tersebut menegaskan bahwa Nomor Seri Ijazah dan NPM yang tercantum pada ijazah Alus UK Murib sebenarnya adalah milik mahasiswa lainnya dengan nama Utaringgen Kulua.

“Nama Utaringgen Kulua, NPM 95402099, Kelahiran Pania 28 Maret 1976, Program Studi Manajemen, jenjang program Strata Satu (S1) adalah pemilik sah ijazah lulusan S1 program studi manajemen STIE YPUP dengan Nomor Seri Ijazah : 46/M/A/99 yang diterbitkan pada 3 September 1999”, kata Prof. Dr. Ahmad Musseng, M.Si melalui Surat Keterangan Keaslian Ijazah yang di keluarkan STIE YPUP tertanggal 22 Januari 2018 sebagaimana salinan yang di dapatkan Lingkar Papua.

Hal tersebut di perkuat dengan daftar di Buku Alumni STIE YPUP Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Keuangan, dimana tidak ada data dan nama Alus UK Murib tertuang di dalam Buku Alumni yang terlihat lusuh tersebut.

Buku alumni STIE YPUP, tidak ada nama Alus UK Murib didalamnya. (Foto: STIE YPUP/Lingkar Papua)

Dimana nama Utaringgen Kulua yang beralamat di Jalan Irian No. 255 Ujung Pandang yang tercantum pada urutan ke- 46 pada Buku Alumni tersebut demikian juga dengan data – data lainnya sama persis dengan yang tercantum di ijazah yang digunakan Alus UK Murib.

Soal ketiadaan data Perguruan Tinggi STIE YPUP Makassar dan NPM 95402099 yang tidak  tercantum atas nama siapapun baik Utaringgen Kulua maupun Alus UK Murib pada Pangkalan Data Pendidkan Tinggi (PDDIKTI), termasuk juga Nomor Seri Ijazah Nomor : 46/M/A/99 yang tidak terdaftar pada Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) baik atas nama Itaringgen Kulua ataupun Alus UK Murib, hingga berita ini di naikkan belum ada penjelasan resmi dari STIE YPUP Makassar.

Lingkar Papua yang dua hari berturut – turut mulai dari Kamis (8/2/2018) dan Jumat (9/2/2018) mencoba konfirmasi ke nomor telepon kantor STIE YPUP yang beralamat di Jalan Andi Tonro Nomor 17 Makassar, tidak ada yang mengangkat tiga nomor telepon yang terdaftar atas nama STIE YPUP, bahkan sempat di angkat tapi yang menerima telepon enggan berbicara, email konfirmasi yang di kirimkan Lingkar Papua juga hingga berita ini di muat tidak di balas oleh STIE YPUP Makassar.

Hingga kini Alus UK Murib masih terdaftar di KPU Puncak sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Puncak, dan terkait laporan Paus Kogoya ke Polda Papua, meski kasus dugaan ijazah palsu termasuk delik biasa dan bukan delik aduan (klacht delic), sehingga meskipun pelapor telah mencabut gugatannya tetap dapat di proses hukum, namun entah mengapa hingga kini Polda Papua terkesan belum melakukan upaya – upaya penyidikan lebih lanjut. (***)

Reporter         : Walhamri Wahid
Editor             : Walhamri Wahid

The post Jejak Dugaan Ijazah Palsu Bakal Calon Wabup Puncak appeared first on .

Tinggalkan Balasan