Papua harus penuh damai hadapi Pilkada

 

Jayapura, Jubi – Universitas Cenderawasih bekerja sama dengan Cenderawasih Center melaksanakan seminar pendidikan politik dan deklarasi Pilkada Papua Penuh Damai (PAPEDA) di auditorium Uncen, Abepura, Kamis (08/02/2018).

Seminar dan deklarasi ini dihadiri oleh sejumlah pihak, mulai dari KPU dan Bawaslu Papua, hingga pihak kepolisian serta civitas akademika di Universitas Cendrawasih, untuk menunjukkan ke publik, bahwa Papua bisa menjaga kedamaian dalam Pilkada, kendati dari berbagai hasil penelitian disampaikan bahwa Papua merupakan satu dari tiga daerah rawan dalam pilkada serentak 2018, setelah Kalimantan Barat dan Maluku.

Ketua KPU Papua Adam Arisoy mengatakan, untuk pemilihan kepala daerah tahun 2018 ini pihaknya siap untuk melaksanakan serta mensukseskan agenda nasional tersebut. Menurutnya, butuh kerjasama semua pihak, agar pilkada serentak di Papua, bisa berjalan baik, damai, dan aman. Karena hal ini merupakan wujud demokrasi di tanah Papua.

Dalam kesempatan itu, Adam juga mengatakan, KPU hanya sebagai representasi lembaga yang menyiapkan sarana Pemilu, tetapi yang punya hak adalah masyarakat. Oleh karena itu, KPU sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk bisa memilih figur yang tepat dan bisa membawa pembangunan lebih baik lagi di seluruh daerah di Papua.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pada tahun 2017, pemilihan kepala daerah terdapat di 11 daerah di Papua. Untuk itu di tahun 2018 ini, pelayanan pengamanan yang akan dilakukan akan semakin ditingkatkan, sebagai wujud profesionalitas Polri dalam mengawal agenda nasional nasional tersebut.

“Dari 11 Kabupaten/Kota ada 5 yang berjalan dengan baik dan ada pula yang melakukan pemungutan suara ulang, serta ada yang telah diselesaikan hingga ke Mahkamah Konsitusi. Saya tidak pungkiri dalam pemilihan kemarin yang menjadi perhatian dan evaluasi adalah anggota kami yang terlibat dalam politk, yaitu di Kabupaten Tolikara,” Ujar Boy.

Sementara itu, Kasdam XVII/ Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa juga ikut memaparkan bagaimana keterlibatan TNI dalam memberikan pemahaman terkait pilkada langsung kepada masyarakat.

“Mulai dari Puncak Jaya waktu itu. Akibat kurang memahaminya masyarakat terhadap pemilihan bebas dan langsung, dan akibat dari ketidaksiapan mental setiap pasangan calon dalam kemenangan atau kekalahan Pilkada, mengakibatkan banyak masyarakat terhasut dan terjadi perang hingga mengakibatkan korban jiwa dan meninggal sia-sia,” ujarnya.

Diakhir diskusi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen, Paskalis Boma membacakan deklarasi Pilkada Papua Penuh Damai (PAPEDA) dengan 10 poin, yakni :

 

  1. Hentikan kampanye hitam;

 

  1. Hentikan kampanye rasisme yang seharusnya adalah kampanyekan program kerja,

 

  1. Hentikan penyalahgunaan media masa yang menyerang satu kandidat dengan kandidat lain,

 

  1. Hentikan isu-isu (hoaks) yang dapat merugikan kandidat satu dengan kandidat lain,

 

  1. Hentikan politik uang selama pemilihan berlangsung, biarkan rakyat memilih sesuai dengan hati nuraninya,

 

  1. Hentikan konflik berkepanjangan akibat pemilihan kepala daerah,

 

  1. Hentikan kekerasan (pembunuhan,merampok,pemerkosaan) akibat pemilihan umum kepala daerah,

 

  1. Hentikan golput,

 

  1. Hak politik jangan dikebiri,

 

  1. Dan ingat, ditanggal 27 Juni 2018 datang ke Tempat Pemunggutan Suara untuk memberikan hak suara. (*)

 

Reporter : David Sobolim

 

Tinggalkan Balasan