Sambangi Polda Papua Barat, Ini Desakan Mahasiswa Raja Ampat

Sambangi Polda Papua Barat
Sambangi Polda Papua Barat
Sambangi Polda Papua Barat – Kapolres Manokwari Adam Erwindi, S.IK, dan Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol AKBP Harri Muharram Firmasyah yang berupaya melakukan negosiasi kepada puluhan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di Mapolda, Senin (12/2/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com РSambangi Polda Papua Barat.  Mahasiswa Raja Ampat yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (IM-R4), untuk kesekian kali kembali menyambangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua Barat. Kedatangan mahasiswa ini untuk menanyakan beberapa persoalan ihwal pengembangan penyidikan sejumlah Kasus Korupsi, yang terkait persoalan pemerintahan di Kabupaten Raja Ampat.

Sesuai Pantuan Papuabaratoke.com, Senin (12/2/2018) siang sekira pukul 14.00 WIT, puluhan mahasiswa Raja Ampat berstudi di kota Manokwari yang menyambangi Markas Polda Papua Barat di Maripi, kelurahan Anday Kabupaten Manokwari tersebut diterima oleh Kapolres AKBP Adam Erwindi, S.IK, dan Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol AKBP Harri Muharram Firmasyah, dan sejumlah PJU Polda lainnya serta mendapat kawalan ketat aparat Kepolisian.

Jhon Mentasan selaku Kordinator Lapangan (Korlap) aksi menuturkan, sikap dan aksi damai yang dilakukan untuk mendesak Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Rudolf Alberth Rodja agar menginstruksikan jajarannya segera mengusut tuntas sejumlah dugaan korupsi penyelewengan anggaran negara di kabupaten Raja Ampat.

“Kami minta Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Rudolf Aleberth Rodja tolong tegaskan jajarannya untuk menyelidiki dugaan kasus korupsi yang telah kami laporkan sejak Maret tahun 2017,” ujar Jhon Menthasan, dalam orasinya, dihalaman pintu gerbang Mapolda Papua Barat, Senin (12/2/2018).

Beberapa dugaan kasus korupsi tetsebut telah dilaporkan sejak kepemimpinan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar.

Diantaranya adalah dugaan korupsi normalisasi kali di Waisasi Kabupaten Raja Ampat tahun 2015-2016, dengan kerugian negara Rp 3,5 Miliar. Dan dugaan korupsi jalan lingkar Waigeo sejak tahun anggaran 2016 serta proses hukum intimidasi dan pemukulan terhadap mahasiswa Raja Ampat dan juga dugaan kasus penistaan yang semestinya harus ditegaskan dan ditindak dalam kepastian hukum pidana.

“Selain korupsi kami juga menolak dengan tegas sesuai amanah Dewan Adat Papua, terhadap klaim pengukuhan anak adat Bupati Raja Ampat Abd Faris Umlati yang telah dilaksanakan beberapa hari kemarin, karena telah mencelai kami yang adalah anak adat,” cetus Jhon Mentahsan.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi yang menerima aspirasi mahasiswa ini menuturkan, apa yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah suatu kewajaran. Dimana guna ikut mengawal dan mendukung aparat kepolisian jajaran Polda Papua Barat untuk dapat bekerja lebih baik lagi.

Sambangi Polda Papua Barat Sambangi Polda Papua Barat

“Niat dan aspirasi aksi desakan para mahasiswa dalam mengontrol penuntasan kasus korupsi pada daerah asalnya adalah hak dan hal yang baik, selagi tidak menyalahi aturan,” kata Erwindi.

“Dan kami ingatkan kembali, sesuai aturan, kedepan jika adik-adik ingin kembali melakukan orasi, patutnya dalam waktu 14 hari wajib menyerahkan surat pemberitahuan ke Polres. Selain itu, dalam orasi jangan anarkis, membuat atau membatasi kegiatan publik,” tambahnya.

Adapun aksi demo damai puluhan mahasiswa Raja Ampat ini berakhir dengan foto bersama Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi dan penyerahan surat pernyataan tuntutan mahasiswa.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung

The post Sambangi Polda Papua Barat, Ini Desakan Mahasiswa Raja Ampat appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan