Bupati Costan Berang Karena Ada Olah Kayu Secara Ilegal

CEK KAYU: Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, SIP., saat memeriksa salah satu truk yang membawa kayu olahan.

PEGUBIN- Ternyata pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Keerom melalui arah Senggi menuju Pegunungan Bintang tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat yang hidup di daerah terisolir tersebut, namun juga dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengola hasil hutan berupa kayu olahan guna meraup keuntungan pribadi.

   Bupati Costan Oktemka, SIP usai melakukan kunjungan di ruas pembangunan jalan tersebut menemukan ribuan kayu olahan hasil chainsaw yang siap dikirim ke kota Jayapura untuk dijual tanpa disertai dokumen yang jelas dari Pemda Pegubin. Sehingga Bupati pada kesempatan tersebut melarang untuk tidak dilakukan penebangan hutan lagi, karena perusahaan yang dimaksud tidak mengantongi izin dari pemerintah Pegunungan Bintang.

  “Ini wilayah kerja Pemerintah Pegunungan Bintang. Setiap aktivitas apapun termasuk mau ambil hasil hutan (kayu olahan) harus mendapat persetujuan dari Pemerintah Pegunungan Bintang sebagai pemilik wilayah. Tanpa ada dokument perijinan, tidak boleh masuk curi-curi kayu disini. Jadi masyarakat harus tahu bahwa mulai hari ini, saya larang untuk tidak boleh perusahaan-perusahaan datang ambil kayu disini tanpa ijin pemerintah. Ini saya tegas melarang,”ungkap Bupati Oktemka serius.

   Dikatakan bahwa dari hasil olahan kayu tersebut oknum direktur berinisial S mendapatkan keuntungan yang sangat besar, karena sudah babat hutan dengan kayu-kayu yang berkualitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 13/2 (humas PB)

Tinggalkan Balasan