Masyarakat Putali Siapkan Venue Cabor Dayung

JAYAPURA (PT) – Guna mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua, Masyarakat Putali, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura telah menyiapkan lokasi pertandingan bagi cabang olahraga (cabor) Dayung.

Dimana lokasi tersebut berada disekitar Telaga Danau Love dan Danau Hanele Putali.

“Kepala Kampung Putali melaporkan potensi dayung, yaitu telaga dekat Danau Love dan Hanele Putali di Doyo Lama. Tinggal PB PON dan Technical Delegate (TD) datang sekitar awal Maret 2018 untuk meninjau venue pertandingan yang diusulkan kepala kampung maupun venue lainnya,” ungkap Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (DISORDA) Provinsi Papua, DR. Yusuf Yambe Yabdi, ST, MT saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (12/02/18).

Sementara itu, ditempat yang sama Ondoafi Putali, Nulce Oktovianus Monim menambahkan, tujuan dibangunnya venue pertandingan cabor dayung tersebut, sebab banyak generasi muda yang memiliki potensi untuk diorbitkan menjadi atlet Papua maupun menambahkan nilai  ekonomi dikampung Putali.

“Hampir 20 tahun atlet dayung dan pelatih kami banyak dari kampung, kami minta untuk membangun salah satu venue dayung di Putali, supaya generasi muda punya ruang dan bisa di didik menjadi generasi yang tangguh dan mampu dari nilai sehat olahraga karena banyak anak-anak danau putus sekolah,” terangnya.

Pria yang juga mantan atlet dayung ini pun meminta pemerintah daerah (pemda) dapat memikirkan hal tersebut dengan menjadi Kampung Putali sebagai barometer cabang olahraga dayung di Papua.

“Bukan bangun di Putali karena banyak atlet, tidak terpakai jadi dikirim ke daerah lain seperti Jawa Timur dan Banten, contoh atlet Nasional Indonesia Jaspen Mahue dari Kampung Putali tidak terpakai disini, jadi salah satu kami minta supaya anak-anak kami bisa kembali untuk pertahankan pada PON 2020.l,” imbuhnya.

Nulce optimis sebagai tuan rumah PON, Papua dapat masuk dalam tiga besar PON 2020 bahkan untuk cabang olahraga (cabor) dayung dan menyumbangkan 20 medali emas bagi Papua.

“Itu motivasi kami, sebab kami mau danau disentuh dari cabor dayung supaya banyak hal yang bisa kita ciptakan yakni lapangan kerja, namun saat ini dayung kurang disentuh, tapi lewat ini generasi muda dapat tercipta dari olaharaga dayung,” katanya.

Selain itu, Nulce berharapkan fasilitas venue pertandingan dapat dibangun, pasalnya dengan begitu generasi muda di Kampung Putali menjadi atlet handal dan berprestasi serta tidak lagi banyak anak putus sekolah.

“Kalau banyak anak-anak yang berprestasi mereka bisa main di Papua, tidak lagi di luar Papua, oleh sebab itu saya meminta adik-adik yang diluar harus kembali seperti Spint Mahue, Since Yoom, Erwin Monim untuk bermain bagi Papua di PON XX, sebab ini merupakan harga diri orang asli Papua,” tutupnya. (lam/rm)

Tinggalkan Balasan