Gara – Gara Gadaikan Kendaraan Status Kredit, Seorang IRT Dilaporkan Adira ke Polisi

Yuliyanto, SH, MH, kuasa hukum PT. ADIRA. (Foto : dok. Fb Yulianto)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Hati – hati bagi Anda yang membeli kendaraan roda dua atau roda empat melalui lembaga pembiayaan (leasing) jangan coba – coba memindahkan kendaraan tersebut ke pihak lain baik dengan cara gadai apalagi sampai menjualnya, sudah begitu lupa dengan kewajiban lagi, kalau tidak ingin berurusan dengan polisi seperti seorang ibu yang beralamat di Jalan Sentani Flavouw Hawaii Nomor 133, Sentani Kabupaten Jayapura.

Ibu yang berinisial WI tersebut di laporkan oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk, Kamis (8/2/2018) ke Mapolres Jayapura dengan tuntutan dugaan melanggar pasal 36 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Fidusia jo pasal 372 KUHP.

“yang bersangkutan di duga melakukan tindak pidana fidusia, pada Maret 2016 ibu WI mengajukan kredit ke Adira sebesar Rp. 91.907.987 dengan jaminan BPKB mobil, saat pembayaran baru 14 kali, yang bersangkutan nunggak angsuran sejak bulan Mei 2017 kemarin, saat mau dilakukan penyitaan rupanya barang yang dijaminkan sudah di gadaikan juga ke pihak lain, jadi kasusnya kita tindak lanjuti ke Polres Jayapura”, kata Yulianto, SH, MM, kuasa hukum PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk, Selasa (13/2/2018) kemarin.

Seperti dalam surat laporan dari PT. Adira ke Polres Jayapura yang di tanda tangani Akbar sebagai salah satu karyawan perusahaan dimaksud, pihak ADIRA awalnya sudah mencoba melakukan upaya persuasive bahkan sampai mengirimkan surat panggilan sebanyak 2 kali dan terakhir surat somasi kepada Ny. WI sebanyak satu kali.

“tapi menurut pengakuan terlapor, kendaraan yang di jaminkan ke Adira itu sudah di gadaikan, makanya saya mewakili PT. Adira menempuh langkah hukum untuk penyelesaian masalah ini”, kata Yulianto, SH, MH lagi.

Adapun mobil yang di jaminkan adalah type Suzuki Carry ST 150 dengan plat nomor DS 8147 J dengan Nomor Mesin : G15AID991612, dan Nomor Rangka : MHYESL415FJ707079 atas nama Koswin Uropmabin.

“akta akad kredit di tanda tangani di Notaris dengan Nomor Akta Perjanjian Nomor : 132, jumlah angsuran yang di bayar baru sebanyak 14 kali atau sebesar Rp. 35.742.000 dan sudah tidak ada pembayaran sejak Mei 2017 sampai hari ini”, kata Yulianto, SH, MH lagi melalui pesan WhatsApp. (***)

Reporter         : Walhamri Wahid
Editor             : Walhamri Wahid

The post Gara – Gara Gadaikan Kendaraan Status Kredit, Seorang IRT Dilaporkan Adira ke Polisi appeared first on .

Tinggalkan Balasan