Kura-kura Moncong Babi Rawan Diselundupkan

KURA-KURA:  Kasat Polhut BKSDA Papua, Purnama (kanan) didampingi Humas BKSDA, I Ketut Diarta Putra dan Dokter Hewan BKSDA, Cyntia Sihombing memperlihatkan induk kura-kura moncong babi hasil sitaan yang dirawat di kandang transit BKSDA Papua di Buper Waena, Selasa (13/2). 

*Dijadikan Ramuan Obat, Belasan Ribu Tukik Berhasil Diamankan

JAYAPURA-Kura-kura Moncong Babi Papua (Carettochelys insclupta) merupakan satwa dilindungi yang paling rawan dan paling banyak diselundupkan keluar Papua.

Dalam empat tahun terakhir, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua telah menggagalkan penyelundupan 11.161 ekor tukik (anakan kura-kura) moncong babi Papua.

Kepala Satuan Polisi Hutan BKSDA Provinsi Papua, Purnama mengatakan, maraknya penyelundupan terhadap kura-kura moncong babi dikarenakan banyak digunakan sebagai ramuan obat.

“Ini bukan hanya diperdagangkan di Indonesia tetapi juga keluar negeri karena banyak digunakan sebagai obat. Kura-kura moncong babi ini hanya ada di Papua, khususnya di Asmat,” jelas Purnama kepada Cenderawasih Pos, Selasa (13/2).

Dalam empat tahun terakhir, Purnama mengatakan pihaknya telah menggagalkan upaya penyelundupan 11.161 ekor tukik atau anak kura-kura moncong babi.

“Kami pertama menggagalkan percobaan penyelundupan tukik kura-kura moncong babi di Bandara Sentani pada tahun 2015  sebanyak 6.000 ekor yang disimpan dalam 7 koper besar. Kura-kura tersebut sudah kami lepas ke habitatnya di Rawa Baki, Agats, Kabupaten Asmat,” ungkapnya.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 14/2(eri/nat)

Tinggalkan Balasan