Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah Dievaluasi

JAYAPURA (PT) – Badan Pendapatan Daerah (Papenda) Provinsi Papua menggelar evaluasi penerimaan pajak dan retribusi tahun 2017 yang dipungut oleh Satuan Keraja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Rapat evaluasi yang berlangsung di ruang rapat Papenda Papua dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Drs. Elia I Loupatty, MM pada Rabu, (14/2/2018).

Loupatty mengatakan, rapat evaluasi retrubusi yang dikelolah oleh SKPD sangat penting, mengingat masih banyak potensi pendapatan daerah yang perlu dikembangkan kedepan.

Oleh karena itu, sejak Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH dan Wakil Gubernur, Klemen Tinal, SE, MM dilantik tahun 2013, Gubenrur terus berupaya agar Pendapatan Asli Daerah Papua bisa tembus angka Rp 1 Triliun.

“Lewat badan pengelolaan pendapatan daerah, kami berusaha sehingga ada pertemuan pimpinan SKPD untuk membicarakan pendapatn daerah, karena PAD bagian dari APBD Provinsi,” ujarnya.

Dijelaskan, PAD Papua sebelumnya hanya diangka Rp 500 miliar, tetapi sejak kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, PAD sudah tembus Rp 1 triliun.
“Kita bisa tembus 8 persen dan tota biasa, ada kemajuan dalam pengelolaan semua potensi pendapatan asli daerah yang ada di Papua,” katanya lagi.

Diakuinya, ada beberapa penerimaan jenis pajak yang over target tahun 2017 lalu, seperti kendaraan bermotor, bahan bakar dan pajak rokok bagi hasil dari pemerintah pusat.

“Kita harus akui ada jenis pajak yang tak capai target, tapi kita berikan apresiasi bagi wajib pajak kendaraan bermotor, karena mereka punya kesadaran yang tinggi, sehingga pendapaakan kita cukup berhasil ketika ada kesempatan tidak kena sanksi bagi tunggakan saat 17 Agustus dan hari Otsus tahun kemarin,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Papua, Gerson Jitmau mengatakan, penerimaan pajak dan retribusi tahun 2017 pada 26 SKPD, ada enam SKPD
yang tidak mencapai target.

“Target kita tahun 2017 lalu Rp 86 miliar bagi 26 SKPD, tapi ada SKPD yang tidak berhasil mengelola potensi PAD yang ada,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya tahun ini akan fokus dalam pengelolaan aset-aset milik pemerintah seperti GOR Cenderawasih, Stadion Mandala Jayapura maupun aula milik SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua. (lam/rm)

Tinggalkan Balasan