Ketika Pasangan Calon Kepala Daerah Telah Ditetapkan


Oleh Hanni Sofia Soepardi *)
PEMILIHAN kepala daerah serentak memasuki masa paling krusial ketika pada tanggal 12 Februari 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon kepala daerah.

Meski beberapa daerah belum ditetapkan karena sejumlah kendala, KPU secara umum sudah melakukan persiapan dan antisipasi selama masa yang dianggap paling krusial dalam pilkada serentak, yakni penetapan calon.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan sampai 13 Februari 2018 pukul 20.00 WIB sesuai dengan pantauannya menyatakan sudah sebagian besar nomor urut pasangan calon gubernur ditetapkan.

Misalnya, di Sumatera Utara tercatat Edy Rahmayadi/Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat/Dr. Sihar P.H. Sitorus B.S.B.A., M.B.A. Sumatera Selatan ada empat pasangan calon, yakni H. Herman Deru, S.H., M.M./Ir. H. Mawardi Yahya, H. Saifudin Aswari Riva'i, S.E./H.M. lrwansyah, S.Sos., M.Si., Ir. H. Ishak Mekki, M.M./Yudha Pratomo, M.Sc.,Ph.D., dan Dodi Reza Alex Noerdin, Lie, Econ, M.B.A./H.M. Giri Ramanda N. Kiemas, S.E., M.M.

Sementara di Kalimantan Barat ada tiga pasangan calon, yakni Drs. Milton Crosby, M.Si./Boyman Harun, S.H., dr. Karolin Margret Natasha/Suryadman Gidot, S.Pd., M.Pd., dan H. Sutarmidji, S.H., M.H./Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. Di NTB juga ada empat pasangan calon, yakni H. Suhaili Fadhil Tohir/H. Muhammad Amin, S.H., M.Si., H. Ahyar Abduh/H. Mori Hanafi, S.E., M. Com., Dr. Zulkieflimansyah, S.E.,M.Sc./Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah, M.Pd., dan Drs. Moch. Ali bin Dahlan/T.G.H. Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni, Lc., M.A.

Selain itu, sudah ditetapkan pula di daerah lain meliputi NTT (empat pasangan calon), Bali (dua pasangan calon), Kalimantan Timur (tiga pasangan calon), Maluku (tiga pasangan calon), Maluku Utara (empat pasangan calon), Sulawesi Selatan (empat pasangan calon), Jawa Timur (dua pasangan calon), Jawa Barat (empat pasangan calon), Riau (empat pasangan calon), Sulawesi Tenggara (tiga pasangan calon), Jawa Tengah (dua pasangan calon), dan Lampung (empat pasangan calon).

Untuk Papua, penetapan calon dilakukan pada tanggal 20 Februari 2018, setelah KPU menerima hasil verifikasi terkait dengan orang asli Papua dari Majelis Rakyat Papua (MPRP).

Kini, setelah sebagian besar pasangan calon kepala daerah dalam pilkada serentak sudah ditetapkan, pekerjaan besar selanjutnya telah menanti.

Aparat pun disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi ketidakstabilan ketika pesta demokrasi mulai memasuki masa paling krusial.

Jualan Slogan Masyarakat kini juga sedang menanti kiprah para calon yang telah ditetapkan KPU itu untuk terjun ke lapangan.

Sebagian besar kalangan sudah tidak kaget tokoh-tokoh yang sudah kerap tampil di hadapan publik itulah yang mencalonkan diri.

Dari sederet nama yang telah ditetapkan KPU sebagai calon kepala daerah, sebagian di antaranya adalah tokoh yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat.

Bahkan, beberapa di antaranya pernah menjabat sebagai menteri dalam kabinet dan duduk di kursi pemerintahan.

Umumnya mereka memanfaatkan hitung-hitungan dan peta politik yang ada sekaligus melihat elektabilitas di tingkat masyarakat.

Sejatinya masyarakat sudah hafal betul tabiat para calon yang akan terjun dan berkampanye ke lapangan itu.

Mereka akan berjualan slogan pembelaan terhadap rakyat kecil khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk di dalamnya koperasi.

Konsultan politik Greg Adams yang pernah menjadi tim sukses Bill Clinton menyatakan dalam sebuah tulisan bahwa slogan politik atau "tagline" sangat penting dan menentukan bagi kemenangan seorang calon pemimpin.

Maka, Tamim Ansary, ahli komunikasi politik berdarah Amerika-Afghanistan, pun membuat analisis bahwa tim sukses dan konsultan politik harus berkumpul untuk menentukan slogan paling tepat. Mereka harus mengeluarkan gagasan, berargumentasi, dan memilih slogan yang terbaik.

Dalam konteks Indonesia, slogan pembebasan kemiskinan dan janji penyejahteraan umumnya masih menjadi dagangan yang paling laris dan mudah dibeli.

Selesai Ditinggalkan Praktisi koperasi dan UKM di Jakarta Dharmono mengakui bahwa sektor koperasi dan UKM mendapatkan perhatian yang lebih saat musim kampanye.

Menurut pengamatannya, banyak calon yang "tumben" melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang biasa menangani pengembangan koperasi dan UKM, kemudian turut serta terjun ke lapangan membantu program terkait dengan KUKM pada masa kampanye.

Ia sendiri mengaku tidak kaget dengan tren yang hampir selalu sama setiap musim pilkada, bahkan Pilpres sekalipun.

Pasalnya, harus diakui bahwa koperasi dan UKM menjadi segmen yang paling laris menjadi dagangan politik.

Terlebih sebagian besar atau lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia memang adalah pelaku UMKM.

Kini, setelah para pasangan calon pilkada 2018 ditetapkan, pihaknya mengaku dapat menebak hal serupa akan berulang.

Koperasi dan UMKM hampir pasti akan menjadi slogan politik yang paling banyak diusung. Namun, sayangnya begitu mudah dilupakan setelah tujuan politik tercapai.

Dharmono berharap para calon kepala daerah yang terpilih nantinya dapat secara konsisten mewujudkan janji-janjinya, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan dan pemberdayaan koperasi dan UKM.

Ia menjadi satu dari seluruh bagian masyarakat yang sama sekali tidak ingin ketika selesai kemudian ditinggalkan dan menjadi pihak yang kesepian memberdayakan sektor riil paling nyata yang menggerakkan perekonomian Indonesia.

Maka, setelah para calon kepala daerah itu ditetapkan, perjuangan bukan berarti selesai, melainkan pekerjaan rumah justru makin menggudang. (*/Antara)

Tinggalkan Balasan