Dorong Produk Unggulan Kampung, Bupati Keerom Teken MoU Prukades

Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM bersama para bupati/walikota se-Indonesia saat menandatangani MoU Prukades. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA – Bersama 18 Bupati dan Walikota se-Indonesia, Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Dimana Prukades sendiri merupakan langkah terobosan dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi untuk menyatukan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan swasta dalam membangun desa melalui produk unggulan yang dimiliki.

Dengan penandatanganan MoU Prukades yang dilakukan Kamis (10/3/2018) tercatat total MoU Prukades yang telah ditandatangani sebanyak 330 kepala daerah, bersama 68 perusahaan swasta.

Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM usai menandatangani MoU kepada awak media menjelaskan Prukades bisa menjadi salah satu solusi dalam peningatan komoditas unggulan yang ada di kampung-kampung di Kabupaten Keerom.

“dengan adanya kerja sama dengan swasta, kita dapat meningkatkan perkembangan ekonomi kemasyarakatan melalui produk-produk unggulan yang ada di kampung, yang market oriented, sehingga akan muncul produk – produk unggulan yang akan di kemas dan pasarkan melalui pola – pola pendekatan swasta yang pasti akan lebih menguntungkan masyarakat”, kata Muh. Markum, SH, MH, MM menambahkan bahwa sebagai pintu kawasan perbatasan Keerom memiliki segudang potensi unggulan daerah yang belum tergali baik.

Menurut Bupati Markum lagi, kampung – kampung di Kabupaten Keerom memiliki banyak produk unggulan yang bisa dikembangkan, lewat Prukades ia berharap hal itu dapat terwujud.

Menurutnya, sejak penandatanganan MoU Prukades akan ada penanda tanganan perjanjian yang memuat secara teknis terkait pelaksanaan Prukades bersama perusahaan swasta.

“Salah satu pasal didalam MoU itu maksimal tiga bulan sudah ada perjanjian teknisnya. Makanya secepatnya kita akan menindaklanjuti hal tersebut dengan sektor swasta tentang pelaksanaannya,” kata Bupati Keerom, saat ditanya tentang pelaksanaan Prukades di Keerom.

Sementara itu dalam acara penandatanganan MoU Prukades yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Sekeretaris Jenderal Kementrian Desa, PDT dan Transmugrasi Anwar Sanusi mengungkapkan penandatanganan kesepamahaman Prukades dalam rangka pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan. Dengan pengembangan produk unggulan diyakini mampu mengangkat ekonomu perkapita masyarakat desa.

Potensi produk ungguan desa, kata Sanusi, sangat berlimpah dan memiliki prospek menjanjikan jika dikelola secara baik dan professional. Sehingga keunggulan tersebut harus dihimpun menjadi sebuah produk untuk menjadi kemandirian ekonomi rakyat.

“Prukades sebuah buah pikiran dari Kemendes, PDT dan Transmigras dalam menerjemahkan visi Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden dalam rangka membangun Indonesia dari pinggiran (kampung), dengan memperkuat pemerintah daerah dan desa,” ujar Anwar Sanusi saat memberikan sambutan.

Penyatuan pemerintah pusat, daerah dan swasta, tutur Sanusi, merupakan sebuah tonggak sejarah karena ketiga sektor tersebut memiliki kekuatan penting dalam mensukseskan pembangunan nasional.

“Ini memang membanggakan namun saya berharap hal ini tidak hanya sebuah sekedar kesepahaman, namun harus diimplementasikan dalam pelaksanaannya,” papar Sanusi yang berharap MoU tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial belaka. (***)

Reporter      : Alfred Kaempe
Editor          : Walhamri Wahid

The post Dorong Produk Unggulan Kampung, Bupati Keerom Teken MoU Prukades appeared first on .

Tinggalkan Balasan