Pasar Mama – Mama Papua, Pemkot Urus Operasional, SOLPAP Tugas Basmi Togel dan Judi

Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano saat menandatangani prasasti peresmian Pasar Mama – Mama Papua di Jayapura, Rabu (7/3/2018) di saksikan Indiriani Widiastuti, Staff Kepresidenan Deputi BUMN RI. (Foto : Faizal/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Pasca peresmian Pasar Mama – Mama Papua yang berada di jantung Kota Jayapura oleh Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), Rabu (7/3/2018) kemarin, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kota Jayapura mengaku telah berbagi tugas dengan Solidaritas Pasar Mama Papua (SOLPAP) yang selama ini melakukan advokasi hingga Presiden menjawab kerinduan mama – mama Papua memiliki pasar sendiri di tengah kota.

Menurut Robert L. Awi, Kadinas Perindagkop Kota Jayapura, untuk operasional pasar akan menjadi tanggung jawab Pemkot, sedangkan SOLPAP mendapat Pekerjaan Rumah (PR) untuk pengawasan dan pencegahan praktek judi, togel, pungli dan sejenisnya (Basmi-Red) agar tidak marak lagi di Pasar Mama – Mama Papua yang baru diresmikan itu.

“Dengan SOLPAP kami sudah berbagi tugas, nantinya SOLPAP yang melakukan pembinaan dan sekaligus pengarahan kepada seluruh pedagang. Sedangkan Pemkota Jayapura akan menjalankan operasionalisasi pasar”, kata Robert L. Awi usai acara peresmian oleh Walikota Jayapura kemarin.

Kadinas menjelaskan bahwa pembangunan pasar tersebut merupakan hasil kerja sama antara 24 BUMN / BUMD serta melibatkan Pemerintah Pusat dengan konstruksi 4 lantai dengan daya tamping sekitar 298 pedagang.

“Jumlah pedagang mama-mama Papua yang terdaftar dan terverifikasi oleh Pemkot sebanyak 212 pedagang, yang berjualan di luar ada 63 pedagang dengan jumlah total 275 pedagang,” kata Kadinas Perindagkop Kota Jayapura berharap tidak ada lagi pedagang yang berjualan di emperan toko dalam Kota Jayapura, semua pedagang asli Papua harus masuk berjualan di pasar tersebut.

Rencananya, pada lantai satu akan digunakan untuk jualan basah, lantai dua digunakan untuk jualan kering, hasil kebun dan lainnya, lantai tiga khusus accesories khas Papua, warung, kios termasuk galeri dan makanan tradisional sedangkan lantai 4 difungsikan sebagai tempat pelatihan.

Ketua SOLPAP, Frengki Waer mengapresiasi peresmian Pasar Mama – Mama Papua oleh Walikota Jayapura beberapa waktu lalu, namun ia masih mempertanyakan kekurangan pada beberapa los yang belum bisa ditempati oleh para pedagang, khususnya di lantai 3 yang katanya akan digunakan untuk kiso souvenir yang nyatanya masih kosong.

“masih ada beberapa kekurangan, dilantai 3, katanya untuk kios, warung kopi dan los sovenir tapi belum ada apa-apa, dan harus dipikirkan juga jika semua mama-mama Papua yang berjualan di Jayapura harus masuk kedalam pasar, apakah bisa tertampung?”, kata Frengki Waer lagi.

Sementara Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) saat meresmikan operasional pasar yang berlokasi di eks Terminal DAMRI itu berharap agar para pedagang menjaga kebersihan pasar tersebut, agar nyaman bagi para pengunjung dalam berbelanja.

“dengan adanya pasar ini, bisa mendongkrak perekonomian pedagang asli Papua serta memberikan ruang kerja bagi perempuan Papua, dan juga selain sebagai lembaga ekonomi Pasar Mama – Mama Papua juga bisa menjadi tempat pengembangan kapasitas para pedagang asli Papua, khususnya Mama – Mama”, kata Benhur Tomi Mano.

Walikota Jayapura juga mengingatkan agar aktivitas dan perilaku pasang togel atau bermain judi tidak boleh lagi ada di area Pasar Mama – Mama Papua, karena pasang togel dan bermain judi adalah kebiasaan buruk yang tidak menguntungkan.

“Stop kegiatan miras, togel, judi di dalam pasar, pesan saya jaga kebersihan agar menarik orang untuk berbelanja”, kata BTM lagi. (***)

Reporter         : Faizal Narwawan
Editor             : Walhamri Wahid

The post Pasar Mama – Mama Papua, Pemkot Urus Operasional, SOLPAP Tugas Basmi Togel dan Judi appeared first on .

Tinggalkan Balasan