Ke Merauke, JOSUA ‘Jualan’ Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 2, Habel Melkias Suwae, S.Sos, MH saat berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Merauke. (Foto : Timses JOSUA/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, MERAUKE— Salah satu solusi pemerataan kesejahteraan bagi orang Papua, adalah melalui pemekaran wilayah baik pemekaran provinsi maupun pemekaran kabupaten, karena wilayah Papua secara geografis sangat luas sehingga untuk mempercepat pemerataan pembangunan adalah melalui pemekaran.

Hal itu menjadi salah satu materi kampanye yang ditawarkan ke masyarakat (jualan-Red) oleh Calon Wakil Gubernur Papua Nomor Urut 2, Habel Melkias Suwae, S.Sos. MM saat melakukan kampanye tatap muka dengan sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Merauke baru – baru ini.

“itu adalah salah satu program dan visi misi kami pasangan JOSUA, dan sebenarnya itu bukan hal baru, sewaktu saya mencalonkan diri sebagai Gubernur di tahun 2012 itu juga jadi program saya, jadi harus kita perjuangkan, karena itu adalah aspirasi masyarakat”, kata Habel Melkias Suwae (HMS).

Dikatakannya, meski kewenangan pemekaran adalah milik pusat, namun sebagai pemerintah provinsi berkewajiban mendorong hal tersebut terealisasi.

“Jadi, saya pernah ngobrol sama anggota DPR – RI Dapil Papua, Komurudin Watubun, waktu itu dia katakan tidak ada moratorium atau pelarangan untuk pemekaran, yang ada adalah evaluasi terhadap pemekaran yang telah ada, jadi provinsi berkewajiban mendorong pemekaran, jika ada yang kurang diperbaiki atau dilengkapi, bukan sebaliknya”, jelas HMS kepada sejumlah warga masyarakat.

Adanya rencana pemekaran Provinsi Papua langsung mendapat tanggapan dari warga Papua Selatan, salah satu toko Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Geranus Mehuse mengaku apa yang menjadi visi misi JWW-HMS hal yang sedang di tunggu-tunggu warga Papua Selatan.

“Kami sudah cerdas, kami hanya mau memilih pemimpin yang mau memperhatikan rakyat, kalau niat mereka (JWW-HMS) untuk pemekaran Papua Selatan, 100 persen rakyat Papua Selatan mendukung mereka,” tegas Geranus.

Masyarakat wilayah selatan Papua ini sudah lama menunggu adanya pemekaran provinsi ini., karena melalui pemekaran provinsi Papua Selatan, pembangunan di Papua selatan dapat merata dengan daerah lain di Papua.

“akan bisa membuka lapangan pekerjaan dan akan ada pejabat pemerintah dari Merauke, karena selama ini tidak ada orang dari Merauke yang menjadi pejabat di Pemerintah Provinsi Papua”, kata Geranus.

Soal program pemekaran wilayah juga di tegaskan oleh Calon Gubernur Papua Nomor urut 2, John Wempi Wetipo (JWW) kepada sejumlah awak media belum lama ini di Jayapura.

Menurut JWW melihat situasi pembangunan di Papua yang belum menunjukan kemajuan yang signifikan, meski pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar, membuat dirinya bertekad untuk mewujudkan aspirasi pemekaran di Papua.

“Kita lihat realita hari ini, masyarakat masih terus berteriak, bahwa pembangunan tidak berjalan maksimal, itu diakibatkan Papua wilayah yang sangat luas dan geografi yang sulit,” ungkap Wempi Wetipo kepada wartawan di jayapura belum lama ini.

Selain faktor geografi, penyebaran penduduk yang lebih banyak di kampung-kampung yang sangat sulit di jangkau oleh pemerintah membuat layanan publik tidak berjalan maksimal hingga saat ini.

“Kalo angka buta aksara dan kemiskinan di Papua sangat tinggi karena jangkauan pemerintah belum sampai ke wilayah terpencil,” kata Wempi Wetipo.

Salah satu langkah untuk mempercepat proses pembangunan agar masyarakat dapat merasakan layanan publik secara baik yaitu dengan pemekaran mulai dari kabupaten dan provinsi, katanya lagi.

Menurut Wempi Wetipo, berdasarkan data yang ada, untuk kabupaten kurang lebih ada 20 lebih usulan daerah pemekaran untuk kabupaten dan provinsi, namun hingga kini usulan pemekaran tersebut belum terealisasi.

“Pemekaran Provinsi Papua Tengah inikan satu paket dengan Papua Barat, hanya Papua Barat sudah jalan, Papua Tengah terhenti hingga saat ini, sedang Papua Selatan sudah di  usulkan oleh masyarakat,” kata Cagub Nomor Urut 2 ini.

Untuk pemekaran kabupaten yang sudah masuk di paripurna DPRP yaitu Kabupaten Gili Menawa, Kota Merauke, Kabupaten Boboga, Kabupaten Puncak Trikora, Kota Lembah Baliem, Kabupaten Yapen Barat Utara,  Kabupaten Pulau Numfor dan Kabupaten Yalimek.

Lanjut Wempi Wetipo, dalam visi dan misinya terdapat Program Pokok Pembangunan meliputi Papua Pintar, Papua Sehat, Papua Pendapatan Pasti, Papua Infrastruktur, Papua Damai, Papua  Good and Clean Governance, Pemberdayaan Ruang Pemerintahan Distrik dan Papua Mekar.

Pendekatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pasangan calon JOSUA dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan ruang atau wilayah dan pendekatan sektoral.

Salah satu langkah yang dilakukan untuk mempersiapkan proses pemekaran itu melalui pembangunan berbasis wilayah dimana Papua akan terbagi dalam lima wilayah claster pembangunan yaitu claster pembangunan Tabi, Lapago, MeEpago, Ha Anim dan Saireri.

“Disetiap claster ini akan ada kantor perwakilan Gubernur, dimana Gubernur akan berkantor di setiap wilayah adat untuk mengontrol proses pembanguan di setiap wilayah tersebut,” jelas Wempi Wetipo lagi. (***)

Penulis            : Faizal Narwawan
Editor              : Walhamri Wahid
Sumber           : Timses JOSUA 

The post Ke Merauke, JOSUA ‘Jualan’ Pemekaran Provinsi Papua Selatan appeared first on .

Tinggalkan Balasan