Kemana Aliran Dana Korupsi Pengadaan Lahan Sirkuit Motor Prix???

Lion Ferdinand Marini (Foto: Istimewa)
Manokwari,Papuabaratoke.com,- Menarik jika melihat berita yang beredar akhir-akhir ini di Manokwari tentang kasus korupsi yang sedang booming melalui media cetak dan media online.

Alangkah baiknya jika menunggu fakta persidangan yang telah dan masih berlangsung agar segera mendapatkan kebenaran dari kasus yang terjadi, sehingga tak menyudutkan salah satu pihak dari beberapa nama yang disebutkan dan diduga terlibat.

Demikian disampaikan oleh Lion Ferdinand Marini, Mahasiswa Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Ia mengatakan terlebih lagi nama-nama yang diduga terlibat juga terwakili dari pihak eksekutif (Pemeritah) dan pihak legislatif (Anggota DPR). Bahkan berdasarkan pengakuan salah satu saksi ahli dalam persidangan bahwa dana pengusulan awal sebesar RP 2,2 miliar, lalu membengkak menjadi Rp. 2,950 miliar.

Dengan demikin secara matematis selisihnya adalah Rp 750 juta. Bahkan kata dia, di era informasi sekarang ini, informasi yang beredar bak banjir “flood information” entah berita itu memihak kepada satu pihak atau memihak kedua belah pihak, maka setidaknya sebagai pembaca yang baik harusnya dapat memilah berita mana yang baik untuk dibaca ataukah harus membaca semua berita yang beredar lalu dapat menganalisa permasalahan yang ada dari masing-masing pihak.

“Jika memposisikan diri sebagai masyarakat awam, maka kita mempunyai hak untuk mengkritiki dan menganalisa berita-berita yang ada apalagi yang diduga ikut terlibat merupakan wakil rakyat yang selama ini bertugas untuk mendengar aspirasi dari masyarakat di Provinsi Papua Barat pada umumnya dan Kabupaten Manokwari secara khusus sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat,” tuturnya.

“Maka di sini rakyat harus memposisikan diri sebagai ketua dan sangat boleh untuk mengkritisi keterlibatan para wakil rakyat terhormat yang dulunya dipilih oleh rakyat,” sambung Marini melalui pesan rilis kepada Papuabaratoke.com, Selasa (13/3/2018).

Lanjutnya, berita yang telah menjadi konsumsi publik ini akan menjadi lebih seru jika berita yang disampaikan berimbang yakni ada pro dan kontra terhadap keterlibatan beberapa nama yang diberitakan selama ini. Disisi lain para pembaca akan semakin menunjukan curiosity atau rasa ingin tahu yang berlebih dan semakin bertanya-tanya.

Kataya lagi, jika pembaca merupakan penggemar drama sinetron, telenovela atau drama korea yang tak kunjung habis rasa penasarannya, maka para pembaca sudah akan berpikir dan menebak dengan ketidakpastian kemana akhir dari drama kasus korupsi ini ataukah jika para pembaca merupakan pecinta sepak bola maka para pembaca sudah mulai berpikir kemana bola misteri ini akan ditendang, apakah bola ini akan kembali ke gawang sendiri? Apakah bola ini akan masuk ke gawang lawan?? Ataukah menuju gawang di Kampung Ambon.

“Segera posisikan diri anda sebagai pembaca pada posisi nyaman anda untuk menikmati drama pertandingan dugaan korupsi pengadaan lahan sirkuit motor Prix ini. Menjadi pertanyaan kemana dana itu mengalir, siapa yang menyetujuinya, siapa yang mengedarkannya dan siapa saja yang mendapatkan cipratan selisih dana Rp 750 juta tersebut,” cetus Marini.

Penulis : Hanas Warpur
Editor :Kris Tanjung

The post Kemana Aliran Dana Korupsi Pengadaan Lahan Sirkuit Motor Prix??? appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan