Klemen Tinal : Tidak Ada Istilah Pendatang, Kita Semua Orang Papua !

Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Klemen Tinal, SE, MM di kerumuni masyarakat Timika yang berebut untuk salaman ataupun foto selfie saat kampanye di Timika, Kamis (15/3/2018). (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, TIMIKA— Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Klemen Tinal, SE, MM menegaskan bahwa semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah lama bermukim di Papua, sudah beranak cucu di Papua, adalah orang Papua, bukan orang Jawa, bukan orang Sulawesi, bukan orang Batak, bukan orang Toraja, atau suku – suku lainnya.

“Kalau ada yang tanya, kamu orang mana ? jawabannya saya orang Papua asal Sulawesi, saya orang Papua asal Jawa, saya orang Papua asal Sumatera, kita sudah beranak cucu di Papua kok dibilang orang Jawa, masih ngaku orang Makassar, kita semua yang hidup di atas tanah ini dan sudah bermukim dan ber-KTP Papua, kita sama orang Papua, pendatang itu orang yang tinggal di hotel”, kata Klemen Tinal saat menyampaikan sambutannya saat peresmian beberapa Posko Tim Relawan LUKMEN di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (15/3/2018).

Hal tersebut kembali ditegaskan Klemen Tinal saat berjumpa dengan sejumlah masyarakat pedagang di Pasar Sentral Timika yang nota bene di penuhi oleh orang Papua asal beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia yang sudah bermukim lama di Timika.

“Bapak orang mana, dan sudah berapa lama tinggal di Timika ?”, tanya Klemen Tinal sambil membagikan syal for Noken Papua sebagai salah satu ciri khas dan strateginya mengkampanyekan cinta noken.

“saya orang Surabaya Pak, sudah lebih dari 12 tahun di Timika”, jawab seorang pedagang buah yang di samperi Klemen Tinal.

“Lohhhh, kalau begitu bukan orang Surabaya lagi, bapak sudah orang Papua hanya asal Surabaya, kita harus bangga jadi orang Papua tanpa harus menghilangkan asal suku kita, kalau nanti ada yang tanya lagi harus jawab saya orang Papua asal Surabaya yah… !”, kata Klemen Tinal sambil menepuk bahu Bapak penjual buah yang memuji figure dan sifat kebapakan yang di tunjukkan oleh Klemen Tinal.

“kalau pemimpin di Papua semua seperti itu, kita hidup tenang mas, berdampingan dan saling mendukung, tidak ada pengkotak – kotakan, berdasarkan suku, agama atau ras, saya setuju sekali, dan itu tandanya beliau pemimpin yang nasionalis, itu yang kami inginkan, saya pasti pilih LUKMEN, apalagi beliau itu kan dulu Bupati Timika dua periode, masa tidak kita pilih, orang sini lagi mbak”, jawab si penjual buah ketika ditanya Lingkar Papua setelah Klemen Tinal berlalu menyapa para pedagang lainnya.

Hari pertama di Timika, kampanye pasangan calon nomor urut 1, Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) dilakukan serangkaian acara pengukuhan dan peresmian posko beberapa tim relawan, diantaranya, Relawan Lukmenia, peresmian Posko Solata wilayah Mimika, Posko Relawan yang diprakarsai sesepuh kader DPD Golkar Mimika, Hj Arsyad dan beberapa Posko Pemenangan LUKMEN lainnya yang diketahui merupakan inisiatif sendiri para pendukung fanatik LUKMEN di Timika.

Dilanjutkan acara blusukan ala Klemen Tinal dengan menemui masyarakat secara langsung di beberapa area public, diantaranya menyambangi Pasar Sentral Mimika sambil membagi – bagikan Syal Untuk Noken yang khas di rancang oleh Klemen Tinal sendiri sebagai bentuk kampanye mencintai noken sejak setahun terakhir.

Bupati Mimika dua periode tersebut mendapat sambutan hangat masyarakat yang berebutan untuk bersalaman, bahkan juga berfoto selfie dengan Bupati Mimika dua periode tersebut, semua pedagang di tiap los di datangi Klemen Tinal untuk menyapa dan membagi – bagikan syal noken sembari meminta dukungan dari masyarakat untuk menyukseskan Pilgub Papua 2018 dengan mencoblos Nomor Urut 1.

“Ibu cocok pakai syal Noken, jadi jilbab juga bisa, yang penting ingat tanggal 27 tong sama-sama pilih nomor 1”, kata Klemen Tinal kepada beberapa ibu – ibu pedagang berjilbab yang berebutan mendapatkan syal noken serentak di Jl Hasanudin, Mimika.

Keakraban dan senda gurau tanpa batas antara Klemen Tinal dengan warga masyarakat di Kota Timika terasa sekali, karena bagi mereka sosok Klemen Tinal bukanlah orang baru, tapi ia adalah keluarga mereka sendiri karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Mimika dua periode, dan juga merupakan anak asli dari Mimika.

“Bapak Wakil ini saudara kita, beliau orang baik kita semua tetap pilih LUKMEN”, kata Yati seorang pedagang kelontongan.

Di beberapa kesempatan bertemu masyarakat masyarakat Mimika, Klemen Tinal mengingatkan agar kepentingan mendukung LUKMEN harus dimulai dari kelompok terkecil dahulu.

“Kalau dalam keluarga sudah dukung LUKMEN, ajak tetangga dukung LUKMEN, ajak teman dukung LUKMEN, ajak se RT dukung LUKMEN, yakin dan percaya LUKMEN pasti menang”, kata Klemen Tinal dalam orasi politiknya.

Sebab jika semua sudah sudah mendukung LUKMEN, maka haram hukumnya masyarakat Mimika pilih pasangan selain LUKMEN, kata Klemen.

“Klemen Tinal adalah anak warga Mimika, jadi malu dong kalau masyarakat lain lebih memilih LUKMEN, sementara di Mimika tidak ? jadi haram kalau tanggal 27 Juni nanti tidak pilih LUKMEN, semua harus coblos nomor satu, LUKMEN Jilid II untuk Papua”, kata Klemen Tinal dengan nada bercanda kepada sejumlah ibu – ibu muslim yang ditemuinya.

Klemen juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidak hadiran pasangannya Lukas Enembe yang mendadak harus ke Jakarta karna urusan mendadak.

“Tadi sempat ketemu pak Lukas di Bandara, Pak Lukas bilang, ade mohon maaf kaka tidak sempat ketemu masyarakat Mimika, tapi kaka yakin Mimika aman, karna ini ade punya wilayah,” kata Klemen dengan senyum khasnya.

Kampanye LUKMEN Jilid II di Kabupaten Mimika akan berlanjut dengan pertemuan terbatas bersama masyarakat, kader, simpatisan dan relawan koalisi Papua Bangkit Jilid II pada Jumat (16/3/2018). Sebagaimana agenda kampanye, pertemuan terbatas akan berlangsung di Hotel Horizon Mimika. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post Klemen Tinal : Tidak Ada Istilah Pendatang, Kita Semua Orang Papua ! appeared first on .

Tinggalkan Balasan