Laporan Pelayanan Kesehatan di Afimabul Korowai 2018

Laporan tentang pelayanan ke Afimabul Jumat, 16 Maret 2018

Hari ini kami pakai Helikopter dari Helivida yang selalu bantu masyarakat terabaikan di pedalaman untuk melayani di kampung Afimabul. Kami pergi dengan beberapa tujuan:

(1). Untuk periksa Puti Hatil supaya kami bisa lihat apakah dia masih  sembuh atau tidak.  Dan kami senang untuk melaporkan bahwa hasilnya baik. Bisa lihat dalam foto bahwa anak Puti Hatil masih cukup sehat, sudah gemuk, aktif, dan bekas lukanya masih kering dan tidak terlalu kelihatan.  Kami mengucapkan syukur kepada semua yang membantu dia, baik rombongan orang Papua yang mengumpulkan dana maupun para donator lain, dan khususnya dokter-dokter yang baik yang menutup lukanya yang buruk yang ada di pipinya. Karena sudah jelas bahwa Puti masih sehat, kami tidak usah bawa dia kembali ke kota untuk diperiksa lagi. Lebih baik kalau dia tetap di Afimabul. Waktu Bapak Daniel (ayah Puti) keluar ke kota, dia berhenti berkebun dan mulai tergantung kepada orang lain. Saya tidak mau keluarga Puti belajar sikap yang kurang baik seperti itu.

Bisa lihat dalam foto bahwa anak Puti Hatil masih cukup sehat, sudah gemuk, aktif, dan bekas lukanya masih kering dan tidak terlalu kelihatan. 
Tujuan lain untuk kunjungan ke Afimabul adalah melakukan imunisasi campak
Puti Hatil (baju merah) saat berfoto bersama pendeta Trevor dan warga di kampung Afimabul

Di dalam foto bisa juga lihat anak lain yang berseragam. Setiap hari ada banyak siswa  yang masuk sekolah dan belajar dari penginjil orang Korowai Manu Ya-wol yang sangat baik hati.

(2). Tujuan lain untuk kunjungan ke Afimabul adalah melakukan imunisasi campak. Manu Yawol melaporkan bahwa ada satu orang baru meninggal di Afimabul yang sakit campak dan malaria. Kami belum pasti alasan untuk meninggal, malaria atau campak atau penyebab lain, tapi masyarakat sangat berterima kasih karena kesempatan ini diberikan untuk mencegah pemasukan kasus-kasus campak lain. Kami memberikan imunisasi campak kepada 73 orang di Afimabul dan mendaftarkan semua nama-nama untuk pemerintah.

(3). Kami juga membagikan biskuit sekolah dan makinan bergizi untuk ibu hamil dengan peraturan bahwa orang sembarangan tidak boleh makan, hanya ibu kurus dan orang sakit atau yang kena kelaparan.  Sekarang kami hampir habis biskuit sekolah. Kami minta itu dikirim lagi ke Danowage untuk didistribusikan ke seluruh daerah, khususnya bagian utara.

(4). Kami juga membagikan sumbangan pakaian dari para donator. Terima kasih atas semua yang menyumbangkannya.

(5). Lagi, kami melayani orang yang sakit lain. Dalam foto-foto bisa lihat masih banyak orang terkena kaskado di Afimabul. Saya memberikan obat Salep 2-4 tapi tidak ada cukup untuk semua. Saya minta obat lagi untuk kaskado. Penginjil Manu sudah bilang juga kalau saya kirim sabun dia akan suruh masyarakat untuk mandi setiap pagi dan setiap sore sampai kaskado habis.

Dalam foto-foto bisa lihat masih banyak orang terkena kaskado di Afimabul

(6). Lagi, mereka punya Radio SSB rusak dan saya sudah berjanji untuk memperbaiki radio karena itu alat yang penting untuk melaporkan kasus darurat medis. Kalau tidak ada radio banyak orang bisa mati percuma.

Terima kasih atas semua doa, dukungan, dan dana.  Kami senang untuk kerjasama dengan baik dan erat bersama pemerintah sebagai alat di tangan Tuhan untuk memberkati orang yang terlupakan.

 

 

 

 

 

 

Dengan hormat,
Pendeta Trevor Johnson dan Paul Snider, dan Penginjil GIDI Jimmy Weyato.

Tinggalkan Balasan