Tak mendapat layanan kesehatan, belasan warga Nduga meninggal

Papua No. 1 News Portal | Jubi , Wamena, Jubi –Belasan warga di tiga distrik dalam wilayah Kabupaten Diduga dikabarkan meninggal dunia karena tidak mendapat pelayanan kesehatan. Kejadian itu terjadi dalam kurun Februari hingga April  2018. “Di Distrik Dal sejak Februari hingga Minggu pertama April 2018 sudah terdapat 18 orang meninggal dunia, delapan di antaranya adalah anak-anak,” kata Wakil Ketua I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nduga, Alimi Gwijangge, kepada wartawan di Wamena, Sabtu (7/4/2018) Gwijangge menemukan data kematian warga itu saat menggelar berkunjung ke Distrik Dal, Yigi dan Nirkuri, pada 3 April 2018. Ia menyebutkan, selain di Distrik Dal, terdapat dua orang meninggal di distrik Nirkuri. Kejadian itu akibat tidak pernah ada petugas kesehatan yang turun maupun ditugaskan di ketiga distrik tersebut. “Sehingga kondisi kesehatan masyarakat tidak terpantau dengan baik,” kata Gwijangge, menjelaskan. Gwijangge mengaku sedih dan prihatin, dengan begitu ia mengharap agar pemerintah daerah bisa segera menolong. Selain itu sejumlah pengakuan warga menyebutkan sejak periode pertama bupati dilantik belum pernah menurunkan tenaga medis ke daerah mereka. Hal itu dinilai sebagai pelanggaran HAM berat karena sengaja membiarkan rakyat mati sia-sia. “Dinas  terkait tidak pernah turun ke masyarakat, ini masalah kemanusiaan jangan main-main. Selama tidak pernah ada petugas kesehatan dan pelayanan, masyarakat akan terus menjadi korban,” katanya. Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, juga mengakui mendapat informasi adanya kematian delapan orang anak di Distrik Dal. “Awalnya ada informasi setelah kejadian wabah demam berdarah di Yalimo, beberapa hari kemudian muncul di Nduga tepatnya di Distrik Dal ada anak kecil delapan orang meninggal,” kata Yan Pieter Reba. Dirinya telah menghubungi Kapolsek Keneyam untuk koordinasi dengan dinas kesehatan dan DPRD, mengecek langsung kebenaran penyebab kematian anak-anak tersebut. “Apakah karena kekurangan gizi, wabah penyakit atau tidak ada petugas medis. Ada kemungkinan seperti itu karena memang petugas kesehatan hanya ada di Distrik Mugi,” katanya. Menurut dia, tenaga medis hanya melayani di kawasan tersebut, karena satu-satunya daerah terdekat yang biasa disinggahi pesawat selain di ibu kota Nduga. ...

Tinggalkan Balasan