Papua Dukung Penangan Kasus Ustadz Fadlan

JAYAPURA (PT) – Pjs. Gubernur Papua, Soedarmo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua mendorong Polda Papua menindaklanjuti dan menangani ceramah yang melibatkan Ustadz
Fadlan Garamatan.

Pjs. Gubernur Papua, Soedarmo juga mengaku, untuk menindaklanjuti mengenai ada rencana aksi demo damai yang akan dilakukan pada 11 April 2018 telah dilakukan pertemuan dengan tokoh pimpinan agama khususnya yang dari para pendeta, para pastor, pimpinan FKUB, PGGP.

“Tadi malam (kemari-red) sudah kita rapatkan. Kita sudah ada kesepakatan. Saya undang semua para tokoh pimpinan agama khususnya yang dari para pendeta, para pastor, pimpinan FKUB dan PGGP,” ungkap Soedarmo kepada wartawan.

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKTI) ini merupakan negara demokrasi. Sehingga semua pihak bebas menyampaikan aspirasi,
namun pelaksanaan demo tersebut tetap dilakukan dengan baik dan dilakukan koordinasi.

“Jadi tetap 11 April 2018 demo tetapi penyampaian aspirasinya di kantor DPR Papua. Dimana pendemo akan menyerahkan aspirasi termasuk kepada
Gubernur, Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih,” ujarnya.

Dikatakan, ceramah Ustaad Fadlan tersebut sudah ditangani Polda
Papua. Dimana Polda telah mengani dengan cukup baik, sehingga nantinya akan diungkapkan juga dengan Polda sejauhmana proses
terhadap pernyataan Ustad Fadlan,” sambungnya.

Menyikapi viralnya ceramah Ustadz Fadlan tersebut, Pjs. Gubernur Soedarmo mengaku, mendukung penuh aparat kepolisian dalam menangani hal tersebut.

“Kita mengikuti hukum. Kita dukung dong. Kan sudah ada aturannya,
bagaimana hukuman bagi seseorang yang melakukan penistaan terhadap agama,” kata soedarmo.

Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama kepada seluruh umat Katolik dan Protestan yang selama ini masih bertanya-tanya sikap pemerintah terhadap ceramah Ustad Fadlan ini tidak usah dibesar-besarkan.

“Kita tidak usah ragu, karena pemerintah sudah menindaklanjuti kasus tersebut. Polda sudah jauh ini melakukan penanganan untuk memproses ceramah ini. Sampai dengan pemanggilan saksi, kemudian yang menyebarkan sudah ditangani,” tandasnya. (ing/dm)

Tinggalkan Balasan