Ini Modus Baru Pencurian Ikan di Indonesia

Modus Baru Pencurian Ikan
Modus Baru Pencurian Ikan
Modus Baru Pencurian Ikan – Kapal STS-50 yang ditangkan oleh Aparat TNI AL di Perairan Pulau Weh, Provinsi Aceh pada Jumat (6/7/2018) lalu. Saat ini, Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, KKP, dan penyidik Polri di bawah koordinasi Satgas 115 sedang melaksanakan penyidikan. Foto : Istimewa.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Modus Baru Pencurian Ikan.   Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia menggunakan modus baru, yakni ‘ekspor ilegal’.

Modus penangkapan ini terendus pascapenangkapan kapal buronan Interpol STS-50, di perairan tenggara Pulau Weh, Provinsi Aceh, Jumat (6/4/2018).

Kata Susi, dalam melancarkan aksi pencurian ikan, kapal asing tidak sendiri tetapi melibatkan kapal-kapal ikan Indonesia. Kapal asing hanya menunggu di luar garis ZEE Indonesia, kemudian menerima kiriman ikan dari kapal-kapal Indonesia (transhipment).

“Karena kapal asing sudah tidak diperbolehkan lagi menangkap ikan di Indonesia, jadi mereka mengganti modusnya. Kapal Indonesia yang menangkap ikan, lalu mereka ini mengorganisasi penjemputan di tengah laut. Jelas pelanggaran karena artinya ini ekspor ilegal,” ujar Susi di Jakarta, Sabtu.

Menteri Susi mengaku mendapatkan kabar bahwa ada praktik transhipment alias ekspor ilegal di beberapa perairan di Indonesia. Salah satunya di perairan Sulawesi Utara dan perairan Natuna.

Namun, informasi itu muncul usai praktik transhipment dilaksanakan sehingga tidak dapat langsung ditindak. Susi menduga kuat STS-50 terlibat dalam praktik tersebut.
“Karena kalau dilihat dari informasi ukuran kapalnya, sama. Saya yakin ada kaitannya. Tidak mungkin tidak,” lanjut Susi.

Selain itu, Susi mengaku mendapatkan laporan intelijen bahwa akan ada praktik transhipment oleh sebuah kapal berbendera Kamboja di salah satu wilayah perairan Indonesia pada pertengahan April 2018 ini.

Susi juga yakin bahwa kapal berbendera Kamboja yang dimaksud adalah STS-50. Kapal ini tidak punya kewarganegaraan. Menggunakan banyak bendera. Kamboja salah satunya.

Baca Juga:  Potensi Perikanan R4 Dilirik Investor Dari Semarang

Saat ini, 40 awak kapal sudah diamankan. Sebanyak 20 orang di antaranya warga negara Indonesia. Sementara sisanya adalah warga negara Rusia dan negara di sekitarnya.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, KKP, dan penyidik Polri di bawah koordinasi Satgas 115 sedang melaksanakan penyidikan terhadap mereka untuk mengonstruksi tindak pidana yang mereka lakukan.
“Saya yakin mereka ini terorganisasi, ada kesatuannya. Nanti akan kita bongkar,” ujar Susi.

Penangkapan kapal STS-50 oleh personel TNI Angkatan Laut di perairan sebelah tenggara Pulau Weh, Provinsi Aceh, Jumat lalu. Berawal dari permintaan resmi Interpol melalui NCB kepada Pemerintah Indonesia.
Untuk memeriksa Kapal STS-50 yang bergerak menuju perairan Indonesia. Permintaan resmi Interpol tersebut disampaikan pada Kamis, (5/7/2018).

Editor : Razid Fatahuddin
Sumber : kompas.com

The post Ini Modus Baru Pencurian Ikan di Indonesia appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan