Akhiri Masa Jabatan, LUKMEN Pamitan ke Masyarakat

JAYAPURA (PT) – Disela-sela pelantikan Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Sasana Krida, Selasa (10/4/2018), mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM memberikan sambutannya didepan seluruh tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.

LUKMEN sapaan akrab Lukas-Klemen ini mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan seluruh jajaran Kabinet Kerja yang telah luar biasa membangun Papua lewat pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan.

“Terima kasih kepada bapak Mendagri yang terus membina kami di Papua, juga kepada Forkompimda Papua yang telah bekerja keras bersama kami selama lima tahun membangun Papua dengan berbagai tantangan dan kami tetap berkomitmen menjaga Papua dalam NKRI,” ungkap Lukas Enembe didamping Klemen Tinal dalam sambutannya.

Lukas Enembe berharap kepada Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo dapat bersinergi dengan semua stakeholder yang ada di Provinsi Papua, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik.

Menurut Lukas, pelantikan Penjabat Gubernur Papua sangat penting guna menjaga keberlanjutan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Papua.

Bahkan Lukas juga mengatakan, memimpin Papua dalam lima tahun ini, ada dua agenda yang urgen dalam menjadikan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

Pertama, bagaimana orang Papua harus berdiri tegak dengan harkat dan martabat dalam bingkai NKRI.
Kemudian kedua, bagiamana membangun kemandirian menjadi agenda rakyat Papua, dengan berangkat pada titik tolak dibangunnya kemajuan ekonomi rakyat Papua, maka pihaknya sudah meletakan fondasi dasar pembangunan Papua, dengan menjaga keharmonisan antara Gubernur, Wakil Gubernur dengan MRP, DPRP serta Bupati/Wali Kota termasuk tokoh agama maupun tokoh adat.

“Menata perencanaan pembangunan dengan mensahkan RPJP Papua tahun 2013-2033, RPJM Papua tahun 2013-2018 dan RTRW Papua tahun 2013-2033. Mengubah pembagian dana Otsus menjadi 80% untuk kabupaten/kota dan 20
persen untuk Provinsi (Perdasus No 25 tahun 2013 tentang pembagian, penerimaan dan pengelolaan dana otsus) telah kami lakukan,” bebernya.

Kemudian, menata birokrasi agar sesuai dengan tupoksi dan menempatkan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dari lintas asal daerah di Papua, serta mempersiapkan Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2020.

Namun, perlu diakui bahwa kita harus bekerja keras dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Untuk itu, beberapa program prioritas pembangunan dalam rangka menjawab tantangan pelaksanaan pembangunan yang kami titipkan untuk dilanjutkan kepada Penjabat Gubernur Papua yaitu pelayanan pendidikan dan kesehatan, pengembangan perekonomian rakyat serta pemenuhan infrastruktur dasar kampung sesuai amanat UU Otsus Papua.

Pembangunan jaringan transportasi terpadu yang dapat menerobos
keterisolasian wilayah, sekaligus penyediaan energi listrik, penyediaan perumahan layak huni dan pemenuhan air besih untuk mendukung perekonomian daerah.

Selain itu, Lukas Enembe menambahkan, Indek Pembangunan Manusoa (IPM) Papua dalam kurung waktu tahun 2015-2016 mencapai pertumbuhan sebesar 1.40 persen
yang menempatkan Papua pada urutan pertama pertumbuhan IPM dari 34 provinsi di Indonesia.

Kemudian juga berhasil menurunkan kemiskinan dari 31,52 persen di tahun 2013 menjadi 28, 4 persen di tahun 2016.

“Capaian ini mengindikasikan bahwa kita telah berhasil dalam meningkatkan IPM Papua dan menurukan kemiskinan,” imbuh Enembe.

Bukan hanya itu, program kerja untuk pembangunan rumah layak huni yang diperuntukan bagi masyarakat asli Papua sejak tahun 2013 hingga 2017 telah merealisasi sebanyak 13.687 unit di lima wilayah adat Papua.

Bahkan, tahun 2017 lalu, kita sudah menerapkan sistem tata kelola pemerintahan dan pelayanan berbasis elektronik atau e-government. Sistem tersebut bertujuan agar tata kelola anggaran di 28 kabupaten dan 1 kota di Papua berjalan akuntabel dan transparan dan mendapat apresiasai dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diakhir sambutannya, Lukas Enembe-Klemen Tinal menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak apabila selama kepemimpinannnya ada hal-hal yang kurang berkenang di hati.

“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada tugas dan pelayanan yang sudah kami lakukan tidak berkenan dihati. Namun kami meminta dukungan dari seluruh masyarakat untuk kami akan melanjutkan program ini kedepannya,” tandasnya. (lam/dm)

Tinggalkan Balasan