Tunggu Izin Dirjen Hubla 2 Minggu, Internet di Jayapura Masih Eror Sebulan Kedepan

Lonely Baringin MS, General Manager PT Telkom Papua. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Meski saat ini Kapal Nusantara Explorer yang bertugas memperbaiki Fiber Optic (FO) yang di duga mengalami gangguan di sekitaran perairan Sarmi telah berada di lokasi, namun hingga hari ini belum bisa melakukan kegiatannya karena masih harus menanti izin pekerjaan dalam air dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan.

“perbaikan untuk jaringan Jayapura, Sentani, Sarmi akan dilakukan setelah proses perbaikan jaringan kabel FO di Merauke, kapal sudah ada di perairan Sarmi, tapi pekerjaan belum dapat dilakukan, karna harus menunggu ijin untuk pekerjaan dalam air di Dirjen Perhubungan Laut, prosesnya membutuhkan waktu sekitar dua pekan”, kata GM PT Telkom Papua, Lonely Baringin MS kepasa wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/4/2018).

Sambil menunggu izin dari Dirjen, menurut Lonely Baringin saat ini Telkom Groub sudah order material dari Depo Makassar, untuk selanjutnya akan di kirim melalui kapal Pelni via Sorong dan selanjutnya dari Sorong langsung di berangkatkan ke perairan Sarmi.

Normalisasi jaringan internet wilayah Kota Jayapura, Sentani dan Kabupaten Jayapura yang diduga akibat putusnya kabel Fiber Optik (FO) bawah laut di perairan Sarmi 6 April silam, di prediksikan baru akan membaik pada 5-6 Mei mendatang.

“Estimasi jaringan normal kembali diperkirakan pada 5-6 Mei mendatang. Ya ini lebih cepat sih, jika sebelumnya prosesnya bisa memakan waktu sampai dua bulan, kalau sekarang hanya sebulan saja,” jelasnya GM PT Telkom Papua, Lonely Baringin MS kepasa wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/4/2018).

Meski saat ini jaringan internet sudah mulai dapat di akses oleh masyarakat, kata Lonely namun kecepatan data yang diberikan sangat terbatas, sebab Telkom masih memprioritaskan agenda nasional UNBK hingga 26 April mendatang.

Lonely menjelaskan, untuk proses perbaikan jaringan sendiri membutuhkan waktu, sebab secara detail kerusakan jaringan FO bawah laut apakah karena terputus atau faktor lainnya. Namun yang pasti, gempa menjadi salah satu faktor utama merusakan jaringan internet di Jayapura, Sentani dan Sarmi.

Kepastiannya itu diketahui setelah dilakukan investigasi Kapal Nusantara Explorer tiba di titik terdekat perairan Sarmi, melakukan  pengangkatan kabel dengan menggunakan robotik. Karena kabel FO ini per titik ada kordinatnya, dan titik inilah yang menjadi petunjuk robotik dalam melakukan investigasi gangguan kabel FO.

“Jadi nanti robot yang nyari, kalau dia hanya terjepit, setelah ditemukan kordinatnya diangkat dan dilakukan perbaikan. Sementara jika itu putus, maka melenceng kordinatnya itu. Nah disinilah baru kita tau, gangguan ini karna geotermo, dipotong atau memang terjepit dan sebagainya,” jelasnya.

Soal gempa sendiri yang disebut memiliki rentan waktu beberapa jam setelah putusnya jaringan komunikasi pada 6 April lalu, menurut Lonely kejadian gempa sifatnya suspeck, dimana gempa terjadi sekitar pukul 17.00 WIT dan FO putus pukul 21.10 WIT

“jadi tidak harus saat gempa dan kabel itu langsung putus, sebab pergerakan lempengan di dalam laut yang terus bermain hingga akhirnya terhenti, dan ketika stabil tidak ada pergerakan maka akan ada reaksi. Dan selama lempengan belum menemukan kestabilan maka itu akan terus bergerak, ini secara eksperience, karna saat gempa dan beberapa saat kemudian inpactnya ada,” jelasnya

Telkom, lanjutnya memiliki Power Filling Equipment Monitoring. Kabel FO tidak benar-benar putus, kalau dia putus tegangannya 0, sementara PFEM saat ini tegangannya 500 dari 900 volt, jadi tidak benar-benar putus.

Soal lokasinya, kata Lonely, tidak sama seperti kejadian sebelumnya. Lokasi Gempa berada pada titik 118 KM dari Sarmi, atau 363,7 KM dari Kota Jayapura. Ia sendiri mengakui, untuk laut di wilayah Papua rawan gempa tektonik.

“getaran gempanya tidak terasa, apalagi kedalamannya gempa 94 KM dari 3,8 meter kedalaman kabel yang ditanam dalam laut,” katanya. (***)

Reporter              : Titie
Editor                   : Walhamri Wahid

The post Tunggu Izin Dirjen Hubla 2 Minggu, Internet di Jayapura Masih Eror Sebulan Kedepan appeared first on .

Tinggalkan Balasan