PAD Provinsi Papua Akan Meningkat

Gerzon Jitmau

*Jika Pajak Air Permukaan Sudah Dibayar PT. Freeport

JAYAPURA-Kepala Dinas Pengolaan dan Pendapatan Daerah Provinsi Papua, Gerzon Jitmau menyampaikan bahwa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua akan meningkat jika PT. Freeport Indonesia sudah membayar pajak air permukaan.

“Sesuai keputusan pengadilan pajak bahwa PT.Freeport Indonesia wajib membayar pajak air permukaan senilai Rp 5,8 triliun kepada Pemerintah Provinsi Papua,”ungkap Gerzon.

Menurut Jitmau, hingga saat ini PT. Freeport Indonesia belum mentaati putusan pengadilan pajak tersebut. Padahal itu sudah menjadi keputusan tetap atau ikrar bahwa Freeport Indonesia wajib membayar pajak air permukaan senilai Rp. 5,8 trilun.

“Sampai saat ini Freeport belum mentaati keputusan pengadilan pajak tersebut. Padahal sistem hukum positif di Indonesia yang mengatur tentang perpajakkan nasional maupun daerah, terutama Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah dan Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 4 tahun 2011, dimana dari semua sisi landasan hukum peratusan yang ada ini Freeport wajib hukumnya mentaati dan membayar pajak air permukaan yang sudah diputuskan oleh pengadilan pajak di Jakarta,”jelasnya.

Sementara itu denda pajak air permukaan tersebut terhitung sejak dari tahun 2011- 2017 senilai Rp. 5,8 triliun. Tentu saja kini sudah masuk tahun 2018 sehingga akan terus meningkat denda pajak air permukaan ini jika tidak dibayarkan oleh Freeport Indonesia.Gerzon.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan