Blusukan Jokowi ke Asmat dan Diplomasi Isu Papua Oleh ULMWP di Pasifik Selatan

Marinus Yaung. (Foto : dok. FB marinus yaung)

Perjuangan memenangkan hati dan pikiran orang Papua adalah pertarungan yang tidak mudah, dan tidak cukup hanya dengan pendekatan pembangunan semata. Kalau saja tidak ada lagi darah orang Papua yang tertumpah dan di bunuh dalam 4 tahun era pemerintahan Jokowi, maka bisa jadi tidak akan ada lagi kegiatan kampanye Papua merdeka di luar negeri

Oleh : Marinus Yaung*
Kunjungan Presiden Jokowi yang ke-7 di Papua dengan tujuan utama Asmat, bukan sekedar agenda kunjungan biasa.

Paket perjalanan Jokowi kali ini adalah bagian dari design strategis politik Jokowi untuk menyelesaikan internasionalisasi isu Papua oleh kelompok United Liberation Movement West Papua (ULMWP) yang di komando oleh Beny Wenda, dkk.

Kunjungan kemanusiaan dan sekaligus taktik politik dalam memenangkan hati dan pikiran orang Papua agar public trust building tetap terjaga dan terus dibangun diantara Jakarta dengan Papua.

Sebelum ke Asmat, Jokowi harus pergi dulu ke ke Australia dan New Zealand, untuk berdialog tentang isu Papua dengan dua Kepala Negara pengayom Melanesia Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF) dan beberapa elit politik yang bersuara lantang terhadap isu Papua di Pasifik.

Presiden Jokowi akhirnya mendapat informasi lengkap bahwa ancaman integrasi bersifat tradisional terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua sudah bisa dikendalikan Pemerintah Indonesia.

Tetapi ancaman integrasi yang sifatnya non tradisional justru bisa sangat berbahaya dan berpotensi kuat mempengaruhi kampanye Papua merdeka di Pasifik dan di forum-forum Internasional.

Karena itu pasca ” blusukan ” diplomasi ke Pasifik Selatan, Presiden targetkan untuk blusukan ke Asmat Papua demi menghentikan sedini mungkin ancaman integrasi non tradisional dari kasus krisis kesehatan dan gizi buruk di Asmat, yang belum dipropaganda dan dipolitisir oleh ULMWP dan kelompok-kelompok anti Indonesia di luar negeri.

Dengan menampilkan personality yang humble, dekat dengan rakyat, mengesampingkan ketentuan protokoler dan birokrasi agar bisa dekat dengan rakyat Papua, menerebos alam Papua yang ganas dan kadang tidak bersahabat, membuat sebagian besar hati orang Papua ” meleleh ” melihat Jokowi dan istri begitu dekat bersama mereka dalam penderitaan dan kesusahannya.

Perasaan orang Papua yang selama ini menganggap di anak tirikan dan menjadi warga negara kelas dua, perlahan-lahan mulai bergeser dari hati dan pikiran orang Papua dengan melihat Jokowi dan istri yang hujan-hujanan di Asmat, meskipun rentan sekali terserang penyakit malaria. Salah satu jenis penyakit menakutkan dan mematikan di tanah Papua.

Apakah blusukan Jokowi ke Asmat akan mampu meredam kampanye isu Papua merdeka di luar negeri oleh ULMWP ?. Dalam perspektif diplomasi Internasional, jika ingin berhasil dalam diplomasi internasional, maka terlebih dulu menangkan hati dan pikiran rakyat di dalam negeri dulu baru kemudian dengan dukungan rakyat, diplomasi internasional bisa dimenangkan.

Presiden Jokowi sudah melakukannya dan kasus gizi buruk Asmat yang berpotensi menjadi isu dan jualan yang mengancam integrasi bangsa secara non tradisional karena mudah sekali untuk dijadikan isu – isu propaganda pihak asing, sudah bisa dinetralkan dan diclearkan oleh Jokowi.

Dengan berfoto menggendong anak-anak korban gizi buruk di Asmat yang sudah sehat kembali, Jokowi ingin mengatakan bahwa krisis kemanusian di Asmat sudah tidak ada lagi dan slow motion genocide itu hoax pihak asing yang tidak senang melihat Indonesia bangkit dan kuat secara ekonomi di dunia saat ini.

Tetapi tetap saja perjuangan memenangkan hati dan pikiran orang Papua adalah pertarungan yang tidak mudah untuk dimenangkan oleh Presiden Jokowi dan rezimnya yang berkuasa saat ini.

Karena darah orang Papua masih terus tertumpah di atas tanah Papua selama 4 tahun Jokowi berkuasa. kalau tidak ada lagi orang Papua yang di bunuh di era Jokowi, maka tidak akan ada lagi ULMWP dan kegiatan-kegiatan kampanye Papua merdeka di luar negeri.

Terimakasih Presiden Jokowi sudah mengunjungi Asmat bersama istri tercinta ! (Penulis adalah Dosen Hubungan Internasional pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uncen)

The post Blusukan Jokowi ke Asmat dan Diplomasi Isu Papua Oleh ULMWP di Pasifik Selatan appeared first on .

Tinggalkan Balasan