Melalui Peringatan Isra Miraj Hendaknya Memantapkan Pelaksanaan Solat Lima Waktu

Peringatan Isra Miraj
Peringatan Isra Miraj
Peringatan Isra Miraj – Peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam harus dimaknai sebagai kegiatan spiritual, bukan rutinitas tahunan. Peringatan Isra Miraj harus bisa memantapkan pelaksanaan solat lima waktu. Sehingga solat ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi bukan kewajiban yang harus ditunaikan. (Foto : Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Peringatan Isra Miraj.  Peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam harus dimaknai sebagai kegiatan spiritual, bukan rutinitas tahunan. Atau sekadar menjadi agenda seremonial.

Seruan ini disampaikan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Edy Budoyo pada peringatan Isra Miraj yang berlangsung di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI AL, Sabtu (14/42018) pagi.

“Pentingnya makna dan hikmah isra miraj ini maka saya mengajak kaum muslimin dan muslimat di Manokwari melaksanakannya demi memantapkan solat lima waktu. Sehingga solat ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi bukan kewajiban yang harus ditunaikan,” kata bupati.

Kata bupati, peringatan isra miraj juga mengingatkan umat manusia khususnya umat muslim, untuk mengingat dan merenungkan sejarah Nabi Muhammad. Yang bertujuan meningkatkan iman dan taqwa.

Dikatakan, sejarah ini penting dimaknai guna menjadikan umat muslim sebagai insan yang mulia. Menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang.

“Amal ibadah (solat) menjadi tolok ukur keimanan dari seorang umat muslim. Isra miraj sarat dengan berbagai peristiwa simbolis dan penuh pengalaman untuk melihat kebesaran Allah. Pengalaman nabi Muhammad ini untuk disampaikan ke umatnya agar mendapat kemuliaan yang lebih tinggi,” ujar bupati.

Peringatan Isra Miraj
Peringatan Isra Miraj – Peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam harus dimaknai sebagai kegiatan spiritual, bukan rutinitas tahunan. Peringatan Isra Miraj harus bisa memantapkan pelaksanaan solat lima waktu. Sehingga solat ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi bukan kewajiban yang harus ditunaikan. (Foto: Istimewa)

Peristiwa Isra Miraj tahun 1939 Hijriah di Manokwari ini dihadiri masyarakat dan unsur pemerintah daerah. Isra miraj adalah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Sebab pada peristiwa inilah nabi mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra

Peringatan Isra Miraj
Peringatan Isra Miraj – Wakil Bupati Edy Budoyo saat menyampaikan sambutan Bupati pada peringatan Isra Miraj 1439 Hijriah yang berlangsung di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan Manokwari. (Foto: Istimewa)

 

Baca Juga:  Hadiri Peringatan Isra Miraj, Bupati Imburi Ingatkan Umat Muslim Hindari Berita Hoax

Dalam Isra, Nabi Muhammad “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah hingga Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini nabi mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Penulis : Razid Fatahuddin

The post Melalui Peringatan Isra Miraj Hendaknya Memantapkan Pelaksanaan Solat Lima Waktu appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan