Pemerintah Target Tahun Ini 15 Trayek Tol Laut Beroperasi, 6 Diantaranya Trayek Papua dan Papua Barat

ilustrasi. (foto: dok. detik.com)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA– Dari 15 trayek tol laut yang sedang di persiapkan pemerintah dan akan beroperasi di tahun ini, ada 6 trayek diantaranya yang akan di persiapkan untuk melayani rute beberapa pelabuhan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Program tol laut yang tengah digalakkan pemerintah diharapkan dapat mengangkat perekonomian disegala bidang.

Salah satu tujuannya adalah memangkas harga barang. Perbedaan harga barang yang berbeda jauh antara Indonesia timur bagian barat dan bagian timur selalu menjadi masalah yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung terlaksananya program tol laut menjadi hal yang sangat mendesak untuk diselesaikan.

Seperti dilansir laman detik.com, Menteri Perhubungan (Menhub) mengungkapkan program tol laut akan memangkas harga barang di pulau-pulau yang selama ini sulit terjangkau.

“Kita akan lakukan efisiensi di pelabuhan-pelabuhan besar. Menurut saya hemat saya akan 20% sampai 30% (memangkas harga barang) bisa lebih murah,” ujar Budi Karya, Kamis (12/4/2018), dikutip dari laman detik.com.

Pemerintah pun menyadari pentingnya hal tersebut agar dapat segera terwujud. Rencananya, 15 trayek tol laut sudah mulai akan dioperasikan tahun ini.

Dari 15 trayek tol laut tersebut, 7 trayek dioperasikan oleh operator swasta melalui proses lelang murni. Kemudian 8 trayek dioperasikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penugasan.

Dalam lansiran laman liputan6.com juga, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dwi Budi Sutrisno mengatakan dari ke-15 trayek tol laut, 13 trayek sudah mulai beroperasi dengan tujuan wilayah Indonesia bagian timur. Sedangkan dua trayek lain, melayani kawasan Indonesia bagian barat.

“Dari 15 trayek tol laut yang dioperasikan tahun 2018, sebanyak 13 trayek sudah melakukan perjalanan dari Pelabuhan Pangkal (Home Base) di Tanjung Perak tujuan kawasan Timur Indonesia. Sedang dua trayek lainnya ditugaskan untuk melayani kawasan Indonesia barat masing masing untuk trayek T-1 dengan Pelabuhan Pangkal di Pelabuhan Teluk Bayur dan T-2 dengan Pelabuhan Pangkal di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Dwi Budi, Rabu (4/4/2018) dikutip dari laman liputan6.com.

Program tol laut dan program kemaritiman yang tengah dicanangkan pemerintah mendapat apresiasi dari Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, menurutnya Presiden Jokowi memiliki visi yang besar dalam mengembangkan potensi maritim di Tanah Air.

“Selama berpuluh-puluh tahun, konsep dan pelaksanaan pembangunan nasional Indonesia tidak mengarah ke laut. Dapat dikatakan pembangunan kita lebih berorientasi pada continental heavy. Seolah-olah lupa bahwa bangsa kita adalah bangsa pelaut. Kita patut bersyukur saat ini memiliki Presiden yang memiliki visi besar di bidang kemaritiman,” tutur Bamsoet, Kamis 912/4/2018) dikutip dari liputan6.com

Meski mengapresiasi program kemaritiman yang dijalankan pemerintah, Bambang menilai pemerintah harus mempercepat pembangnan infrastruktur, sumber daya manusia serta teknologi yang mampu mendukung kesuksesan program tol laut.

Karenanya, lanjut dia, diperlukan terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta teknologi di bidang kelautan.

“Teknologi kemaritiman harus diperkuat. Riset, pendidikan dan pengembangan di bidang kelautan harus dikembangkan. Industri di bidang kemaritiman, perkapalan dan pelayaran harus pula dikembangkan secara maksimal,” kata Bambang Soesatyo lagi.

Berikut 15 tol laut yang direncanakan akan beroperasi tahun ini, (1) Trayek T-1 : Rute Teluk Bayur – P. Nias (Gn. Sitoli) – Mentawai (Sikakap) – P. Enggano – Bengkulu PP, operator : PT. ASDP dengan KM. Prima Nusantara 01

(2) Trayek T-2 : Tanjung Priok – Tanjung Batu – Blinyu – Tarempa – Natuna (Selat Lampa) – Midai– Serasan – Tanjung Priok, operatornya PT. PELNI dengan KM. Caraka Jaya Niaga III-4.

(3) Trayek T-3 : Tanjung Perak – Belang Belang – Sangatta – Nunukan – Pulau Sebatik (Sungai Nyamuk) – Tanjung Perak, operator PT. ASDP dengan KM. Melinda 01

(4) Trayek T-4 : Tanjung Perak – Makassar – Tahuna PP (Kapal Utama) dioperasikan PT. PELNI dengan KM. Logistik Nusantara I .Tahuna – Kahakitang – Buhias – Tagulandang – Biaro – Lirung – Melangoane – Kakorotan –Miangas – Marore – Tahuna (Kapal Penghubung) dioperasikan PT. PELNI dengan KM. Kendhaga Nusantara

(5) Trayek T-5 : Tanjung Perak – Makassar – Tobelo – Tanjung Perak (Kapal Utama) Tobelo – Maba – P.Gebe – Obi – Sanana – Tobelo (Kapal Penghubung), ini masih dalam proses lelang

(6) Trayek T-6 :Tanjung Perak – Tidore – Morotai – PP, dioperasikan PT.PELNI dengan KM. Logistik Nusantara 2

(7) Trayek T-7 : Tanjung Perak – Wanci – Namlea – Tanjung Perak. Dioperasikan PT Mentari Sejati Perkasa.

(8) Trayek T-8 : Tanjung Perak – Biak – Tanjung Perak (Kapal Utama) Biak – Oransbari – Waren – Teba – Sarmi – Biak (Kapal Penghubung), ini masih proses lelang

(9) Trayek T-9 : Tanjung Perak – Nabire – Serui – Wasior – Tanjung Perak. Dioperasikan PT Temas Line.

(10) Trayek T-10 : Tanjung Perak – Fak Fak – Kaimana – Tanjung Perak. Ini masih proses lelang.

(11) Trayek T-11 : Tanjung Perak – Timika – Agats – Marauke – Tanjung Perak (Kapal Crossing). Dioperasikan PT Temas Line

(12) Trayek T-12 : Tanjung Perak – Saumlaki – Dobo – Tanjung Perak. Dioperasikan PT Meratus Line.

(13) Trayek T-13 : Tanjung Perak – Kalabahi – Moa – Rote (Ba’a) – Sabu (Biu) PP. Dioperasikan PT. PELNI dengan KM. Logistik Nusantara 3

(14) Trayek T-14 : Tanjung Perak – Loweleba – Adonara – Larantuka PP. DioperasikanPT. PELNI dengan KM. Logistik Nusantara 4

(15) Trayek T-15 : Tanjung Perak – Kisar (Wonreli) – Namrole PP. DioperasikanPT.PELNI dengan KM. Caraka Jaya Niaga III-32. (***)

Penulis            : Narada Putra
Editor             : Walhamri Wahid

The post Pemerintah Target Tahun Ini 15 Trayek Tol Laut Beroperasi, 6 Diantaranya Trayek Papua dan Papua Barat appeared first on .

Tinggalkan Balasan