Kampanye di Mappi

MAPPI (PT) – Setelah melakukan rangkaian kampanye di Bumi Anim Ha Merauke, Rabu (11/04/2018), Calon Gubernur Petahana, Lukas Enembe, S. IP, MH didampingi Ny. Yulce Enembe bersama rombongan, Kamis (12/4/2018) bertolak menuju Kabupaten Mappi dalam rangka rangkaian kampanye blusukan dan tatap muka.

Dua pesawat jenis Caravan milik maskapai penerbangan Alda yang membawa rombongan Lukas Enembe tiba di Bandara Udara Keppi langsung disambut dengan tarian adat Bumi Seribu Sungai.

Setelah menerima prosesi adat, Lukas Enembe dan rombongan serta Tim Koalisi Papua Bangkit (KPB-II) Kabupaten Mappi langsung melakukan blusukan ke Pasar Keppi.

Di pasar tersebut, Lukas Enembe bersama Ibu Yulce Enembe disambut oleh ratusan pedagang yang umumnya mama-mama Papua.  Berjalan perlahan mengelilingi los-los p asar Keppi, Lukas Enembe mendengar banyak keluhan serta aspirasi pedagang yg umumnya mengeluhkan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.  Bantuan dana untuk pedagang lokal Papua pun tidak pernah ada.

“Terima kasih Bapak Gubernur sudah datang lihat kami di Mappi. Kami jual hasil kebun apa adanya. Kami tidak punya modal karena Pemerintah Kabupaten Mappi belum memperhatikan kami para penjual lokal,” ungkap beberapa pedagang Papua kepada Lukas Enembe.

Menjawab pertanyaan para pedagang, Lukas Enembe menjelaskan, dalam kepemimpinannya bersama Klemen Tinal diperiode pertama Gubernur Papua, dirinya telah mengalokasikan dana sebesar 80% kepada kabupaten/kota. Sementara provinsi hanya mendapat alokasi sebesar 20%.

“Saya sudah mengalokasikan dana 80% ke Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Mappi. Tujuannya adalah untuk menjawab kepentingan rakyat di daerah ini. Sehingga pemerintah daerah harus mendengar dan menjawab keluhan keluhan seperti ini,” jelas Lukas Enembe menjawab aspirasi pedagang lokal.

Lebih lanjut Lukas Enembe mengatakan di periode pertama sebagai Gubernur Papua, banyak keberhasilan pembangunan yang sudah tercapai. Ini terbukti karena pertumbuhan ekonomi dan pembangunan disektor sektor lainnya di kawasan selatan Papua berkembang pesat.

Utk itu, LUKMEN menyampaikan pesan bahwa pertumbuhan pembangunan disemua sektor yang sudah berjalan baik ini perlu dijaga dan didukung bersama-sama.

“Marih sama-sama melanjutkan pembangunan yang ada di Mappi ini. Beri kepercayaan kepada saya untuk melanjutkan pembangunan yang sdh berkembang ini. Jangan percaya dengan janji-janji orang, karena janji itu belum tentu ditempati apalagi dilaksanakan. Pilih yang sudah terbukti membangun Papua selama lima tahun ini, ” ungkap Lukas Enembe disambut sorak sorai dan tepuk tangan para pedagang dan warga masyarakat di Pasar Keppi hari itu.

Suku Awiu Bade Dukung LUKMEN

Setelah melakukan blusukan di Pasar Keppi, Lukas Enembe dan rombongan melanjutkan perjalanan menujuh Muara Digul. Tiba di Bandara Udara Bade, Lukas Enembe dan Ibu Yulce Enembe disambut dengan tarian adat Suku Awiu, salah satu suku terbesar di wilayah Selatan Papua.

Dalam kesempatan pertemuan tatap muka bersama masyarakat di Bade, Lukas Enembe mengatakan, untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat di Papua, maka dalam visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur periode ke dua ini, bersama Klemen Tinal mengusung “Papua Bangkit Mandiri, Sejahtera yang Berkeadilan”.

Periode pertama sebagai Gubernur, dirinya telah berhasil membuat rakyat Papua Bangkit. Bangkit dari kemiskinan, ketertinggalan dan lainnya. Setelah bangkit, maka rakyat Papua kini menjadi mandiri.
Mandiri untuk mengelola hasil alam Papua untuk menujuh kesejahteraan.

Untuk visi dan misi di periode kedua ini, bersama Klemen Tinal kembali mengusung “Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera yang Berkeadilan.”

Menurut Lukas Enembe, masyarakat di Mappi, lebih khusus di Distrik Bade harus mendapat keadilan dalam segala bentuk pembangunan dan kesejahteraan.

“Untuk itu, kepemimpinan Gubernur diperiode 2018-2023, saya akan melaksanakan program Gerbang Emas khusus di Distrik Bade. Serta aspirasi masyarakat untuk Bade menjadi daerah otonom baru akan saya lanjutkan ke pemerintah pusat. Untuk saat ini masih ada moraterium dari pemerintah pusat. Untuk itu, setelah pemberlakuan moraterium dicabut, maka kita akan perjuangan bersama,” janji Lukas Enembe dalam kampanye tatap muka dengan masyarakat Distrik Bade.

Kepala Suku Besar Suku Awiu Muara Digul, Pelipus Haimohoi dalam kesempatan tatap muka dengan Lukas Enembe mengakui, Gubernur Lukas Enembe sudah membuat pendidikan, kesehatan, ekonomi di wilayah selatan terutama mereka di Suku Awiu.

“Kami masyarakat Suku Awiu dari Kali Iya, Bamgi, Edra, sampai di Tanah Merah dan Asmat sudah merasakan hasil pembangunan selama 5 tahun ini. Gubernur Papua hanya Lukas Enembe,” tegas Kepala Suku Pelipus Haimohoi.

Mewakili masyarakat Suku Awiu dan Bade, dirinya berterima kasih kepada Lukas Enembe yang telah menjalankan tugas Gubernur selama 5 tahun dengan baik. Untuk itu, di kepemimpinan yang akan datang, dirinya meminta untuk Distrik Bade di mekarkan menjadi daerah otonom baru. (Tim Humas)

Tinggalkan Balasan