Bupati Markum Bertekad Jadikan Keerom Lumbung Pangan Kawasan Tabi dan Perbatasan RI- PNG

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM ketika ikut menanam padi bersama petani di Kampung Jaifuri, Arso III, Distrik Skanto, dimana Bupati bertekad jadikan Keerom sebagai lumbung pangan kawasan Tabi. (Foto : Alfred / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM— Melihat kondisi geografis dan posisi strategis Kabupaten Keerom yang berada di beranda depan NKRI dengan negara tetangga, Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM bertekad di sisa masa jabatannya akan menjadikan Kabupaten Keerom menjadi lumbung pangan untuk kawasan Tabi dan khususnya di daerah perbatasan RI- PNG.

Menurut Muh.Markum dirinya bertekad bagaimana menggenjot sector pertanian guna menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan dengan penekanan pada komoditi tanaman padi ataupun beberapa sumber pangan local lainnya yang bisa di kembangkan oleh masyarakat setempat.

“saya yakin kita bisa, kondisi georgafis kita mendukung, SDM kita juga memadai, kita akan jadikan Keerom sebagai lumbung pangan, bukan hanya komoditi padi saja, tetapi beberapa komoditi pangan local juga harus kita genjot dan kembangkan, supaya kita bisa memenuhi kebutuhan pangan kawasan Tabi”, kata Muh. Markum,Bupati Keerom usai mengikuti kegiatan tanam padi seluas 50 hektar di Kampung Jaifuri, Arso III, Distrik Skanto, Selasa (17/4/2018) kemarin.

Melihat geografis Kabupaten Keerom yang sangat memenuhi syarat dalam pengembangan pertanian, Bupati meyakini untuk mewujudkan Keerom sebagai lumbung pangan bukanlah hal yang sulit. Karena Pemerintah Kabupaten Keerom juga berkomitmen bagaimana membangun dunia pertanian Keerom lebih professional.

Beberapa langkah dan terobosan yang sudah ada di kepalanya diantaranya adalah bagaimana perluasa areal tanam dengan pencetakan sawah, peningkatan SDM petani melalui pembentukan kelompok tani, termasuk juga pendampingan bagi para petani melalui penyediaan tenaga lapang atau PPL di setiap kelompok tani, dan juga dukungan peralatan, bibit, dan obat – obatan kepada petani.

“Kita bertekad menjadikan Keerom menjadi sumber lumbung pangan untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura maupun Sarmi. tapi minimal Keerom harus swasembada pangan terlebih dahulu”, kata Muh. Markum semangat dan di sambut tepuk tangan dan antusiasme warga yang hadir.

Bahkan Muh. Markum bertekad nantinya Keerom bisa memproduksi dan memasarkan beras khusus yang dikemas dan diberi brand khas Keerom sendiri, sehingga bisa menjadi solusi bagi peningkatan nilai jual gabah dari petani, bahkan tidak menutup kemungkinan sebagai daerah yang berada di perbatasan Keerom dapat mengeskpor beras ke negara tetangga, PNG tentunya.

“Kalau pemerintah, masyarakat dan petani semuanya bersatu itu tidak sulit karena semuanya harus saling mendukung dalam semua pembangunan,” kata Markum.

Sedangkan persoalan harga gabah, Bupati berharap harganya dapat terus membaik sehingga petani tidak terbebani dan bisa memperoleh untung dalam pertanian padi.

“Harga gabah memang diharapkan semuanya berjalan dengan normal dan langkah-langkah juga dilakukan pemerintah untuk mewujudkan hal itu”, kata Bupati Markum lagi.

Dalam penanaman padi kali ini dikerjakan oleh Kelompok Tani Karya Tunggal yang telah memasuki masa tanam ke empat, dengan varietas padi Tri Sakti ditargetkan akan menyelesaikan 50 hektar sawah yang memang telah siap ditanami. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor             : Walhamri Wahid

The post Bupati Markum Bertekad Jadikan Keerom Lumbung Pangan Kawasan Tabi dan Perbatasan RI- PNG appeared first on .

Tinggalkan Balasan