Mantan Kepala Dinas Kesehatan Resmi Ditahan Kejaksaan di LP

Kepala Kejari, Alex Sumarna, SH

SAPA (TIMIKA) – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, PK resmi di tahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika karena diduga melakukan tindak korupsi pengadaan 16 unit perahu keliling milik Dinas Kesehatan tahun 2016 dengan nilai Rp 6.394 miliar. Kerugian Negara yang ditimbulkan akibat korupsi tersebut sebesar Rp 2.35 M.

"Ketiga tersangka dalam kasus korupsi tersebut antara lain PK yang merupakan mantan Kadinkes Mimika dan ia juga sebagai pengguna anggaran. Selain itu SM sebagai ketua panitia lelang atau PPTK dan Bd sebagai rekanan kontraktor pelaksana pekerjaan. Ketiganya kini di tahan di Lapas Kelas II B Timika," kata Kepala Kejari, Alex Sumarna, SH kepada wartawan di Kantor TP4D, Senin (16/4).

Alex menjelaskan, ketiga tersangka ini ditahan berbeda hari.  PK ditahan sejak tanggal 26 Maret 2018 sementara SM dan Bd ditahan secara bersamaan.

"Untuk semua tersangkanya tidak dijemput tetapi dilakukan pemanggilan terlebih dahulu kemudian diperiksa dan selanjutnya dilakukan penahanan," ujarnya.

Diakuinya, untuk sekarang ini prosesnya masih pemberkasan dan muda-mudahan secepatnya akan dilimpahkan ke pengadilan.

"Sekarang ini kita sedang menyusun berkas perkaranya. Sampai sejauh ini baru tiga orang yang menjadi tersangka. Kemungkinan akan ada  tersangka lainnya," katanya.

Menurut Alex, ada satu orang lagi yang diduga terlibat namun karena dia sakit akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya juga telah dilakukan pemeriksaan dan dia ini merupakan orang yang mengurus semua proyek termasuk proyek perahu keliling ini.

"Untuk hasil audit memang ditemukan kerugian negara sebesar Rp 2 M lebih. Dan ketiganya juga berjanji untuk mengembalikan uang tersebut namun hingga kini realisasinya belum ada,"terangnya.

Ia berharap, agar dalam minggu ini, ketiga tersangka ini dapat mengembalikan uangnya dengan begitu hukumannya dapat berkurang.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka ini dikenakan pasal 1 & 2. UU Nomor 31 Tahun 1999 diperbaharui menjadi UU Nomor 21 Tahun 2001.

Diberitakan sebelumnya, pada tahun anggaran 2016 Dinas Kesehatan melakukan pengadaan perahu untuk Puskesmas Keliling sebanyak 16 unit. Dimana perahu-perahu tersebut diserahkan kepada delapan puskesmas yang berada di wilayah pesisir. Pengadaan perahu tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinkes sebesar Rp 6 M.

Sementara untuk spesifikasi perahu memiliki panjang 13 meter dan lebar hampir dua meter dengan kapasitas mesin 40PK. Selain itu, perahu tersebut juga dilengkapi tempat tidur pasien dan peralatan medis yang digunakan untuk penanganan pasien rujukan dan darurat. (Tomy)

Tinggalkan Balasan