Pemerintah Diharap Memperhatikan Perguruan Tinggi di Mimika


Dr.Suriel S. Mofu,S.Pd.,M.Ed.,M.Phil
SAPA (TIMIKA) - Koordinator Kopertis Wilayah XIV Provinsi Papua dan Papua Barat, Dr. Suriel S. Mofu,S.Pd.,M.Ed.,M.Phil mengatakan, Pendidikan Tinggi yang ada di Kabupaten Mimika ini merupakan tanggungjawab semua pihak, khususnya pemerintah. Pemerintah diharapkan menaruh perhatian khusus dengan cara memberi dukungan bagi perkembangan perguruan tinggi di Kabupaten Mimika.

“Di Kabupaten Mimika ini ada empat Sekolah Tinggi Swasta yang sudah diakui oleh Kopertis Wilayah XIV maupun Pusat. Jadi tanggung jawab pendidikan tinggi adalah tanggungjawab kita semua,” kata Suriel saat acara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan di Gedung Tongkonan, Senin (16/4).

Menurutnya, perlu diperhatikan baik-baik sekolah tinggi yang ada di Papua. Karena angka partisipasinyamasih sangat rendah, baru mencapai 11 persen. Artinya, masih ada 89 persen anak-anak asli Papua yang belum kuliah dari total sekitar lima ratusan ribu.

“Banyak anak-anak Papua yang usia kuliah tapi tidak bisa melanjutkan, itu karena terkendala pada pembiayaan saja. Oleh sebab itu sangat diharapkan kepada pihak pemerintah, agar memperhatikan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, mulai saat ini pihak Kopertis Wilayah XIV mulai melakukan upaya-upaya koordinasi dengan pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap fakta tersebut.Seperti halnya dengan adanya dukungan, kedekatan, menumbuhkembangkan kapasitas lembaga pendidikan tinggi yang sudah ada.

Agar masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan perguruan tinggi swasta di Mimika. Sehingga tidak perlu mengirim putra-putri ke daerah yang jauh lagi, tapi khusus di Timika saja. Sebab perguruan tinggi yang ada sudah diakui secara nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Dia menambahkan, rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan pejabat-pejabat dari sebuah lembaga baru yang menggantikan Kopertis dengan nama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti). Ada perbedaan L2Dikti dengan Kopertis. Kalau Kopertis hanya mengkoordinasi hubungan antara daerah dan pusat. Ada banyak hal yang tidak dimiliki, seperti halnya pembukaan, penutupan, maupun mendirikan program studi baru, baik negeri maupun swasta, harus diurus di Jakarta. Tetapi ketika L2Dikti terbentuk, maka semua hal tersebut bisa diurus di daerah.

“Di seluruh Indonesia ada 15 layanan pendidikan tinggi yang akan mengelola 4.570 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Dan kita berada di wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang lokasinya di Biak,” ujarnya. (Ervi Ruban)

Tinggalkan Balasan