Papua, Kemajuan Pembangunan Manusia Tercepat, Tapi IPM Masih Terpuruk

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berdasarkan provinsi, dimana Provinsi Papua masih berstatus IPM rendah. (Grafis : repro BPS / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA–  Dalam periode setahun ini, 2016 – 2017, Provinsi Papua menjadi salah satu provinsi yang mengalami kemajuan pembangunan manusia tercepat bila dibandingkan dengan 34 provinsi lainnya di Indonesia, dengan prosentase 1,79%.

Selain Provinsi Papua, sang adik Provinsi Papua Barat berada di urutan ketiga dengan prosentase 1,17% setelah Nusa tenggara Barat (NTB) yang berada di posisi tercepat kedua dalam kemajuan pembangunan manusia yakni di angka 1,25%.

Sayangkan cepatnya kemajuan pembangunan manusia di Provinsi Papua dalam setahun terakhir tidak disertai membaiknya peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua, yang masih tetap terpuruk pada urutan buncit dan meraih predikat terendah dalam hal pembangunan manusianya.

Sebagaimana dilansir laman kompas.com, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, cepatnya kemajuan pembangunan manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat di picu oleh perubahan standar hidup layak di Papua.

Sedangkan cepatnya pembangunan manusia di NTB dipicu factor pendidikan yang kian membaik yang menjadi penyebab mengapa terjadi percepatan pembangunan manusia, disamping factor perubahan standar hidup layak juga.

“Kemajuan pembangunan manusia di Papua dan Papua Barat didorong oleh dimensi standar hidup layak, sementara di Nusa Tenggara Barat lebih dikarenakan perbaikan dimensi pendidikan dan standar hidup layak,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto, Senin (16/4/2018) dikutip dari kompas.com.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengeluarkan data mengenai kemajuan pembangunan manusia dari tahun 2016 hingga 2017.

Kepala BPS, Suhariyanto merinci, dari total 34 provinsi terdapat 18 provinsi dengan status pembangunan manusia sedang, 14 provinsi dengan status pembangunan manusia tinggi, satu provinsi dengan status pembangunan manusia sangat tinggi, dan satu provinsi berstatus rendah yakni Papua.

Meski mengalami peningkatan yang pesat, namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua masih menjadi yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Menurut Suhariyanto Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah di Papua sudah terjadi sejak tahun 2010.

“Sejak 2010 hingga 2017, masih terdapat satu provinsi yang berstatus pembangunan manusia rendah, yaitu Provinsi Papua, meski dalam setahun terakhir pembangunan manusianya tercepat” kata Suhariyanto, dikutip dari laman kompas.com.

Ibukota negara, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kemajuan pembangunan manusia sangat tinggi, di susul oleh Provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menjadi tinggi dalam peningkatan pembangunan manusia di Indonesia, sebelumnya berstatus sedang.

Dilansir laman katadata.co.id, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam meningkatkan IPM di Papua. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat dapat menentukan seberapa besar peningkatan yang dapat terjadi di tahun-tahun berikutnya.

Ada ‘PR’ besar mengenai ketimpangan kualitas hidup yang tinggi. Ada progres yang patut diapresiasi. Tentunya ke depan harus dibuat berbagai kebijakan untuk meningkatkan IPM rendah dan sedang,” kata Suhariyanto dikutip dari laman katadata.co.id.

Di Papua, terjadi ketimpangan dalam hal pembangunan manusia, sebagai contoh di Kabupaten Nduga memiliki IPM yang rendah, yaitu 27,87 persen jika dibandingkan dengan kota Jayapura, 79,23 persen.

Pengukuran IPM dilakukan dengan mengacu pada 4 indikator, yakni Umur Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah, dan Pengeluaran per Kapita. Keempat indikator juga mencatatkan nilai yang positif dari waktu ke waktu. (***)

Penulis            : Narada Putra
Editor             : Walhamri Wahid

The post Papua, Kemajuan Pembangunan Manusia Tercepat, Tapi IPM Masih Terpuruk appeared first on .

Tinggalkan Balasan