Tim Dinsosdukcapil Turun ke Daerah

JAYAPURA (PT) – Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua terus melakukan terobosan perekaman KTP-elekronik di Provinsi Papua.

Apalagi, Dirjen Kependudukan Kemendagri memberikan target perekaman KTP-elekronik di Papua sampai Juni 2018 sudah harus meningkat dari 36 persen menjadi menjadi 70 persen.

Untuk menggenjot perekaman KTP-elekronik di Papua, maka Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil menurunkan tim ke beberapa kabupaten yang perekamannya masih rendah.

Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Papua, Ribka Haluk mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya dan staf bersama tim dari Dirjen Kependudukan Kemendagri turun ke Kabupaten Merauke melihat langsung proses perekaman KTP-elektronik disana.

Ia tekankan, pihaknya sudah perintahkan tim untuk turun juga ke
Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogyai dan Intan.

“Kita genjot perekaman KTP-elektronik didaerah tersebut karena masih di bawah 10 persen,”
ujarnya.

Menurutnya, pihaknya terus bangun komunikasi dengan teman-teman di
daerah untuk tingkatkan perekeman KTP-elektronik.

“Saya sudah minta untuk proaktif turun ke masyarakat. Hanya saja, adanya konflik sosial di beberapa daerah tentu menjadi kendala dalam melakukan perekaman KTP-elektronik. Namun, kami komitmen akan turun ke daerah mendampingi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam perekaman KTP-elektronik,” bebernya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh saat kunjungan kerja,
di Jayapura minta kepada Discapil Kabupaten/Kota untuk menggenjot perekaman KTP-elektronik.

“Setiap hari harus ada laporan, saya akan monitor terus, kalau ada kepala dinas terbukti tidak bekerja kami usulkan untuk diganti,” tegasnya.

Dia menambahkan, jaringan matipun bisa direkam secara offline, nanti setelah di kantor baru rekaman tadi tinggal kirim ke pusat. Jadi perekaman itu ada dua model online dan offline,” kata dia.

Khusus untuk Papua, ujar ia, pihaknya meggunakan jaringan satelit, sementara jalur darat memakai fiber optik. Oleh karena itu, kendalanya sudah banyak yang bisa ditangani.

“Memang di daerah gunung-gunung seringkali ada gangguan, tapi rekaman offline bisa dilakukan. Itu kami sebut perekaman jemput bola. Ini yang harus dijalankan,” ujarnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, jumlah penduduk
Papua di 2017 sebanyak 3.265.202. Sementara di 2018 mengalami
peningkatan menjadi 3.322.526 jiwa. (ing/dm)

Tinggalkan Balasan