Tatap Muka dengan Toga, Todat, Pj. Gubernur Tampung Aspirasi

NABIRE (PT) – Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo melakukan tatap muka dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh adat Se-Kabupaten Nabire di Aula Kantor Bupati Nabire, Kamis (3/5/2018).

Kegiatan tatap muka itu dihadiri Asisten Bidang Umum Provinsi Papua, Elysa Aury, SE, MM, Kepala BKAD Papua Ridwan Rumasukun, Kakesbangpol, Musa Isir, Karo Humas dan Protokol Papua, Israel Ilolu, Wakil Bupati Nabire dan seluruh jajaran SKPD Pemda Nabire serta Forkopimda Nabire.

Bupati Nabire Isaias Douw dalam sambutan mengatakan, Kabupaten
Nabire merupakan daerah yang sangat aman dan damai.  Kabupaten yang berada di Teluk Cenderawasih ini didiami oleh 89 suku dan menjadi kabupaten transit bagi kabupaten lain di wilayah adat Me Pago.

Bupati Douw mengatakan, dalam menjalankan roda pemerintahan di
Kabupaten Nabire, dirinya selalu mengutamakan koordinasi dan
melibatkan Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama maupun tokoh
masyarakat. Bahkan di Kabupaten Nabire kehidupan kerukunan antar umat beragama sudah berjalan baik tanpa ada gesekan antar satu agama dengan agama lainnya.

Pj Gubernur Papua, Soedarmo dalam arahannya mengatakan, kegiatan tatap muka ini dirinya ingin menyampaikan beberapa hal terkait sebagai tugas sebagai Penjabat baru di Provinsi Papua.

Dimana, kunjungannya ke Kabupaten Nabire tujuanya membuka MTQ sekaligus melakukan
silatuhrami dan berkenalan langsung dengan seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire.

“Sebagai orang baru, saya memang harus melalukan pertemuan atau kunjungan ke daerah yang menjadi tanggungjawab saya sebagai Penjabat Gubernur. Saya mohon agar saya bisa diterima menjadi warga Nabire,” kata Soedarmo.

Soedarmo juga mengajak masyarakat Nabire untuk terus membangun komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah untuk sama-sama membangun kabupaten Nabire kedepan yang lebih baik.

Mantan Gubernur Aceh itu juga mengapresiasi pemerintah  dan masyarakat Nabire yang mampu menjaga persaudaran antar umar beragama dan bisa dikatakan bahwa Nabire adalah Indonesia mini, karena kerukunan antar umat beraga di Nabire yang dijuluki kota singkong ini begitu banyak suku Papua maupun suku dari berbagai daerah lain di seluruh Indonesia.

Soedarmo berharap, komunikasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten di Nabire dan kabupaten lain akan terus terjaga.

“Kita terus menjaga suasana yang sejuk demi terwujudnya kedamaian di tanah Papua. Saya harapkan kita terus bangun komunukasi yang baik antar proivinsi dan kabupaten, komunikasi penting karena bisa menyelesaikan semua persoalan yang terjadi,” harapnya.

Diakuinya, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, perlu dukungan dari mitra kerja pemerintah, dan pemerintah provinsi akan selalu terbuka, apabila di daerah ada masalah kita bisa koordinasi untuk sama-sama menyelesaikan masalah yang terjadi di daerah. (lam/dm)

Tinggalkan Balasan