Pilkada Harus Sejuk dan Damai, Jangan Ada Pemusuhan

Harapan di Pilkada Damai 2018

JAYAPURA- Ketua Adat Wilayah Lapago, Paus Kogoya, S. Ip mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menyerukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Damai 2018 tanpa adanya sengketa dan pertikaian yang berujung pada jatuhnya korban. Hal ini disampaikan berkaitan dengan akan dilaksanakannya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 7 kabupaten dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada Juni nanti.

  “ Kesejahteraan adalah jawaban akhir atas kesenjangan. Inilah yang diharapkan semua masyarakat. Meski jalan menuju cita-cita itu kian berliku, namun dibutuhkan seorang pemimpin yang teladan dan berpihak kepada rakyat,” kata Paus Kogoya di Mapolda Papua, Selasa (1/5).

  Dirinya menhimbau, seluruh masyarakat wilayah adat Lapago dan juga seluruh warga Papua untuk mendukung proses pelaksanaan Pilkada 2018. “ Kita laksanakan Pilkada dengan sejuk dan damai, supaya tidak ada permusuhan di dalam hidup kita,” ujarnya.

  Meskipun perang antar suku kerap terjadi disepanjang sejarah pelaksanaan Pilkada di Papua, namun dirinya dengan tegas menolak persepsi yang menempel dibenak masyarakat itu. Pasalnya, jaman sudah berubah, biarlah hukum dan peraturanyang menata hidup masyarakat untuk tertib.

  “ Perang suku sudah menjadi tradisi tetapi tidak bisa dikatakan tradisi, karena saat ini jaman sudah moderen dan ada hukum yang mengaturnya, kita kedepankan itu dan menjadi tanggungjawab kita bersama karena Papua adalah tanah kelahiran dan tempat kita dibesarkan,” tegasnya.

  Lanjutnya, para kedua Calon Kandidat Gubernur yakni Lukas Enembe dan Jhon Wempi Wetipo adalah sama-sama anak sekaligus adek bagi mereka. Sehingga itu, kedua calon tersebut merupakan putra terbaik dari Papua yang akan memimpin masyarakat Papua.

  “ Mereka bukan milik sekelompok golongan atau keluarganya lagi, tetapi Pemimpin yang akan bekerja untuk bangsa dan negara, juga buat kita semua,” tegasnya.

  Untuk itu, ia pun berharap agar proses pembangunan yang saat ini sedang berlangsung di Papua selama tahapan Pilgub ini agar  tetap aman dan lancar, sesuai dengan yang diinginkan masyarakat Papua.

“Kita harus bangkit, mandiri, sejahtera dan mencerdaskan. Hal ini harus kita wujudkan melalui Pilkada Damai tahun ini,” harapnya.

  Dikatakannya, pelaksanaan pilkada adalah tanggung jawab semua pihak. Siapa saja yang lahir ataupun dibesarkan di tanah Papua, sehingga itu dirinya meminta untuk tidak menodai tahapan Pilkada.

  Diakuinya bahwa pemerintah tidak pernah mendukung mereka. Bahkan bisa dikatakan lupa pada mereka (tokoh adat-red), dan akan dilibatkan jika sudah ada persoalan yang terjadi. Dan yang menjadi kendala mereka selama ini adalah terkait dengan dana, sebab mereka tak memiliki sumber dana yang jelas.  “Kami berharap bisa diperhatikan oleh Polres dan Korem,” pintanya. (fia)

 Selengkapnya baca di harian cenderawasih pos 

Tinggalkan Balasan