Pasca Peristiwa Suami Bunuh Istri, Keluarga Korban Palang Jalan Poros Mapurujaya

Aksi pemalangan warga
SAPA (TIMIKA) – Terkait aksi suami bunuh istri yang terjadi di kampung Kaugapu RT 2 Distrik Miktim, Kabupaten Mimika, Selasa (15/5) sekitar pukul 04.30 WIT kemarin, Jalan poros Mapurujaya menuju Poumako dipalang oleh puluhan warga yang merupakan keluarga korban Yosefina Yemaru, pada Rabu (16/5) sekitar pukul 06.00 WIT.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Salam Papua, puluhan warga tersebut melakukan aksi pemalangan jalan karena menduga pelaku belum menyerahkan diri. Selain menginginkan pelaku ditangkap, mereka juga meminta agar pelaku dipertemukan dengan pihak keluarga korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Aksi pemalangan jalan dilakukan dengan cara menduduki badan jalan, mengakibatkan arus lalu lintas  dari arah Timika menuju Poumako dan sebaliknya menjadi terhambat.

Pihak Polsek Mimika Timur (Miktim) di bawah pimpinan Wakapolsek Miktim, Iptu Mariem, yang  tiba di lokasi kejadian, langsung memberikan pemahaman dan penjelasan terkait keberadaan pelaku saat ini sesuai dengan harapan serta permintaan pihak keluarga korban.

"Keberadaan pelaku Semianus Amizet sudah berada di tangan pihak kepolisian. Namun mengingat kondisi pelaku dalam keadaan terluka , kini pelaku mendapat perawatan medis di RSUD. Dan selanjutnya tetap akan dilakukan proses hukum sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Setelah mendengarkan dan memahami penjelasan dari Wakapolsek Miktim, akhirnya warga dari pihak keluarga korban yang berada di lokasi kejadian segera membubarkan diri dan akses jalan pun kembali normal.

Kasus pembunuhan di mana pelaku tega menghabisi istrinya sendiri tersebut diduga lantaran permasalahan internal keluarga. Pelaku membunuh istrinya menggunakan sebuah tombak yang sering digunakan untuk mencari ikan.

Kejadian bermula ketika korban dan pelaku terlibat pertengkaran. Pelaku pun spontan mengambil sebuah tombak yang sering digunakan untuk mencari ikan.

Melihat  pelaku yang telah mengambil tombak, korbanpun berteriak dan meminta pertolongan tetangga sekitar. Seorang warga yang berada di dalam rumah tersebut sempat mengambil parang dengan tujuan untuk menghalau pelaku agar tidak melakukan tindakan penganiayaan, namun aksinya tidak berhasil.

Kapolsek Miktim, Iptu J Limbong, ketika dikonfirmasi via telepon oleh Salam Papua, Rabu (16/5) mengatakan, pelaku pembunuhan sudah diamankan oleh pihak kepolisian, sedangkan korban sendiri sudah dimakamkan.

“Korban hari ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Situasi di tempat kejadian pasca kejadian tersebut sudah aman terkendali,” kata Kapolsek Miktim. (Tomy)

Tinggalkan Balasan