Gempa di Tolikara Berpotensi Tanah Longsor

Para ASN di lingkungan Pemkab Jayawijaya saat berhamburan keluar ruangan, Rabu, (16/5). Gempa yang terjadi Tolikara tersebut sangat terasa di Wamena.  Insert Kepala BMKG Wamena, Subahari.

WAMENA-Kabupaten Keerom dan Kabupaten Tolikara diguncang oleh gempa bumi, Rabu, (16/5). Gempa yang terjadi  di Keerom  berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR), sementara gempa yang terjadi di Kabupaten Tolikara berkekuatan 6,1 SR  dengan kedalaman 1011 KM dari permukaan tanah.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Wamena, Subahari mengakui, posisi informasi gempa yang baru  diterima dari pusat gempat dari Jayapura, itu 6,1 SR, kejadian pada pukul 11.12 WIT dengan lokasi 3,7 lintas Selatan dan 138,6 bujur Timur di darat sekitar 32 kilo mter arah Tenggara Tolikara, dengan kedalaman 1011 kilo meter.

“Gempa ini dirasakan di area Wamena Kota dengan skala 3 sampai 4 MMI, meluas bisa sampai ke Sentani, Timika dan Genyem, itu arah yang bisa dirasakan, namun radiusnya semakin kecil,”ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (16/5).

Menurutnya, gempa tersebut lumayan besar tapi karena berada di kedalaman 1011 kilo meter,  sehingga potensi yang ditimbulkan terjadi tanah longsor, di daerah yang menjadi pusat gempa. Hanya saja, pihaknya belum dapat informasi dari BPBD, apakah ada bencana longsor atau tidak.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 17/5 (jo/eri/tho)

Tinggalkan Balasan