Menuju Smart City, Pemkab Percepat Bedah Pasar Lama

TPS Pasar Lama.
SAPA (TIMIKA) – Sebagai aksi penyambutan Mimika menuju Smart City, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Komunikasi (Kominfo) bersama seluruh Organisai Perangkat Daerah (OPD) teknis lainnya akan  mempercepat proses pembedahan Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Koperapoka untuk dijadikan sebagai taman kota.

Pembenahan pasar dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di titik tersebut diatas menjadi program kerja prioritas selama tahun berjalan yang akan dilaksanakan secepatnya oleh Pemkab Mimika yang juga menjalin kerja sama dengan Sub Kontraktor PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Kita melaksanakan pertemuan ini untuk menyatukan suara dan mensinkronkan tugas kita bersama menuju Smart City. Kita fokuskan satu desakan penting dari Plt Bupati, Yohanis Bassang untuk membenahi pasar Lama,karena harus dijadikan Taman Kota. Kita juga akan dibantu rekan-rekan dari PTFI supaya secepatnya bisa melaksanakan pembangunan di titik itu. Persoalan pasar lama ini menjadi prioritas utama yang segera kita laksanakan bersama,” ungkap Kadiskominfo, Dionisius Mameyao, SH.M.Si  dalam pertemuan bersama di lantai III, Kantor Bupati Mimika, Kamis (17/5).

Dionisius juga meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) segera membuat Masterplan dalam waktu selama sebulan berjalan. Sebab menurut dia, eks pasar lama ini, menjadi lokasi penimbunan sampah, yang menampung semua sampah di kota Mimika. selain itu, keberadaan para pedagang yang berjualan dipingiran jalan secara sangat tidak beraturan, mengakibatkan penyempitan jalan.

 “Kita buatkan  Masterplan sementara saja , intinya kita mulai kerjakan 2018 ini, sampai 2019, tidak usah harus mengeluarkan angaran yang besar. Lokasi eks pasar dibersihkan kembali, karena taman kota itu harus ditanami pepohonaN,  menyediakan beberapa faslitas permainan anak-anak seperti ayunan dan peluncuran. Kita harus ection sekarang dan  jangan tunggu lama lagi, semua OPD harus segera eksekusi. Dalam waktu dekat ini kita bongkar semua seng yang dijadikan pagar itu. Begitu juga dengan pedagang yang sembrawut itu suruh pindah ke Pasar Sentral,” kata Dion.

Ia juga menjelaskan, selain untuk Smart City, tahun 2019 dan 2020 di Mimika akan menggelar pests besar nasional. Dalam hal ini di tahun 2019 akan dilaksanakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan dilanjutkan dengan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke –XX tahun 2020.

Sedangkan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Benediktus Songbes mengatakan, eksekusi  atau relokasi pedagang pasar lama sangat mudah dilaksanakan. Namun, membutuhkan anggaran yang cukup untuk  mengangkut para pedagang serta barang-barang dagangan serta pembenahan tempat di lokasi perelokasian.

“Kita bisa laksanakan eksekusi di lapangan dengan Satpol PP, tapi masalahnya anggaran kita belum ada di tangan. Selama ini saja kami laksanakan tugas berdasarkan kebijakan dan anggaran seadanya. Intinya itu akan kami lakukan kalau Dokumen Pengguna Anggaran (DPA) kami diterima dari Badan Keuangan,” kata Benediktus. (Acik)

Tinggalkan Balasan